Selamat datang di Blog Pribadi Untuk Sosial Dan Semua

UMMAH (Umat)

10 November 20120 komentar



Oleh : Masduki Ibnu Zeayah
Kata ummah (أُمَّةٌ) merupakan bentuk tunggal dan umam (أُمَمٌ) adalah bentuk jamaknya. Kata itu berasal dari kata amma-ya’ummu (أَمَّ يَؤُمُّ) yang berarti “menuju, menjadi, ikutan dan gerakan”. Secara leksikal kata ini mengandung beberapa arti, antara lain: 1) suatu golongan manusia, 2) setiap kelompok manusia yang dinisbatkan kepada seorang nabi, misalnya umat Nabi Muhammad Saw, umat Nabi Musa As, dan 3) setiap generasi manusia yang menjadi umat yang satu (ummatan wahidah).

Al-Quran menyebut kata ummah dan berbagai bentuk lainnya 51 kali dan kata umam sebanyak 13 kali. Kedua kata tersebut digunakan di dalam al-Quran dengan pengertian yang berbeda-beda, yaitu: (1) Binatang-binatang yang ada di bumi atau burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya (QS. Al-An‘am [6]: 38; (2) Jin (QS. Al-A‘raf [7]: 38); (3) Waktu (QS. Hud [11]: 28 & Yusuf [12]: 45); (4) Imam (QS. An-Nahl [16]: 120), dan (5) Agama (QS. Al-Anbiya’ [21]: 92, al-Mu’minun [23]: 52, dan al-Baqarah [2]: 213.

Dari 64 kali kata ummah/umam yang terdapat di dalam al-Quran sebanyak 51 buah di antaranya tercantum pada ayat-ayat Makkiyah. Jika diperhatikan, terdapat perbedaan antara ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah. Penggunaan kata ummah/umam pada ayat-ayat Makkiyah lebih banyak mengacu pada ide kesatuan dengan mengakomodir berbagai kelompok primordial masyarakat ketika itu, termasuk kepada penekanan titik temu berbagai kepercayaan dalam masyarakat. Ayat-ayat yang menggambarkan manusia sebagai ummatan wahidah pada umumnya diturunkan di Mekah, misalnya di dalam Surah Al-Mu’minun [23]: 52 dan Surah al-Anbiya’ [21]: 92, sedangkan penggunaan kata ummah/umam pada ayat-ayat Madaniyah banyak dihubungkan dengan Islam, seperti dapat dilihat pada Surah al-Baqarah [2]: 128–143.

Kata ummah/umam di dalam al-Quran yang penggunaannya secara khusus ditujukan kepada manusia juga mengandung beberapa pengertian. Pertama, setiap kesatuan generasi umat manusia yang diutus seorang nabi atau rasul, seperti umat Nabi Nuh As, umat Nabi Ibrahim As, umat Nabi Musa As, umat Nabi Isa As, dan umat Nabi Muhammad Saw. Di antara umat setiap rasul ini ada yang beriman dan ada pula yang ingkar. Jadi, manusia terbagi menjadi beberapa umat berdasarkan nabi atau rasul yang diutus kepada mereka, sebagaimana dinyatakan di dalam Surah al-An‘am [6]: 42, Yunus [10]: 47, an-Nahl [16]: 36 & 63, Al-Mu’minun [23]: 44, serta al-Qashash [28]: 75. Kedua, suatu jamaah atau golongan manusia yang menganut agama tertentu, misalnya umat Yahudi, umat Nasrani, dan umat Islam. Ini termaktub dalam Surah al-A‘raf [7]: 159 dan 181, Hud [11]: 48, an-Nahl [16]: 36, serta Ali ‘Imran [3]: 104 dan 110. Ketiga, suatu kumpulan manusia dari berbagai lapisan sosial yang diikat oleh ikatan sosial tertentu sehingga mereka menjadi umat yang satu, seperti dinyatakan dalam Surah al-Anbiya’ [21]: 92 dan al-Mu’minun [23]: 52. Keempat, seluruh golongan atau bangsa manusia. Pengertian ini antara lain ditemukan pada Surah Yunus [10]: 19 dan al-Baqarah [2]: 213.

Meskipun mempunyai banyak makna, kata ummah/umam di dalam al-Quran dapat disimpulkan mengandung pengertian jama’ah, yaitu segolongan manusia yang dipersatukan oleh ikatan sosial sehingga mereka disebut umat yang satu (ummatan wahidah), demikian pendapat Rasyid Ridha. Al-Qurtubi menyimpulkan penggunaan kata ummah/umam di dalam al-Quran mengandung pengertian jamaah atau golongan manusia yang kepada mereka diutus seorang Nabi atau Rasul. Sementara itu, Ali Syari’ati mengartikan kata ummah/umam dengan “jalan yang lurus”, yaitu sekelompok manusia yang semua individunya sepakat dalam tujuan yang sama dan masing-masing membantu agar bergerak ke arah tujuan yang diharapkan atas dasar kepemimpinan yang sama.

Dasar tatanan umat, menurut Ali Syari’ati, adalah kesamaan akidah dan kepemimpinan yang satu agar individu-individunya bergerak menuju kiblat yang sama. Ini menjadi ciri khas umat atau masyarakat Islam yang bersifat agamis dan risalahnya memperjelas jalan dan kiblat anggotanya. Karena itu, kata umat adalah suatu istilah yang mengandung arti bergerak dan dinamis.

Al-Quran menggambarkan umat Islam sebagai “umat yang ideal” dengan menggunakan berbagai istilah, seperti berikut: (1) Khaira ummah (خَيْرَ أُمَّةٍ = umat pilihan). Penggunaan istilah ini antara lain ditemukan pada Surah Ali ‘Imran [3]: 110. (2) Ummatan wasathan (أُمَّةً وَسَطًا = umat yang adil), seperti dijelaskan dalam Surah al-Baqarah [2]: 143. (3) Ummatan muslimah (أُمَّةً مُسْلِمَةً = umat yang berpasrah diri kepada Allah Swt.), yang dijelaskan dalam Surah al-Baqarah [2]: 128. (4) Ummatan muqtashidah (أُمَّةً مُقْتَصِدَةً = umat yang berlaku jujur), seperti ditegaskan dalam Surah al-Ma’idah [5]: 66).

Di antara ciri-ciri umat yang ideal menurut penjelasan Al-Quran adalah: pertama, senantiasa menyeru manusia kepada perbuatan ma’ruf (terpuji) dan mencegah dari perbuatan munkar (tercela), seperti dinyatakan dalam Surah Ali ‘Imran [3: 110; kedua, tidak bercerai-berai dan berselisih satu sama lainnya setelah datang keterangan yang jelas kepada mereka (QS. Ali ‘Imran [3]: 105).


Syukron Atas Kunjungan Anda..
Mohon Luangkan waktu ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..








Share this article :

Posting Komentar

Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..

 
Support : Qye Ducky | Creating Website | Qye Course | Masduki | PAYTREN YUSUF MANSUR
Copyright © 2016/1437.H qyeowner.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Masduki Ibnu Zeeyah
Proudly powered by Blogger