Selamat datang di Blog Pribadi Untuk Sosial Dan Semua

SERANGAN MEDIA INFORMASI

3 November 20120 komentar




* Buletin PRISMA *

Penulis: Risalah Dakwah Al Atsari, Cileungsi Edisi 13/1420 H Th. 2

Dewasa ini banyak tersebar media informasi yang tidak bertanggung jawab,
seperti brosur, majalah, koran, radio dan televisi. Mereka sangat gencar
menyuguhkan gambar-gambar wanita yang suka pamer perhiasan,
bergaul bebas dan buka-bukaan.
Haruskah muslimah ikut menjadi korban ?



Memang demikianlah fenomena yang kita saksikan. Kebanyakan remaja, khususnya muslimah termakan oleh berbagai bujuk rayu yang disajikan oleh media-media tersebut. Kalau kita tengok aktivitas para remaja, diantara mereka ada yang betah duduk berjam-jam demi menghabiskan sebuah novel percintaan. Atau diantara mereka ada yang sibuk mengejar gosip-gosip terbaru tentang artis idolanya. Ada juga yang suka menanti koran harian atau majalah untuk melihat ramalan bintang yang katanya bisa meramal nasib seseorang, baik atau buruk. Subhanallah. Bahkan ada yang kecanduan koran atau buku-buku yang berbahaya seperti filsafat dan ilmu kalam. Diantaranya juga ada orang yang betah nongkrong di depan layar televisi, asyik menikmati racun-racun yang ditebarkan oleh tayangan tersebut.

BAHAYA YANG MENGANCAM
Bila keadaan remaja muslim atau muslimah seperti ini, maka dapat kita bayangkan dan kita lihat sendiri bahaya yang terjadi. Kenyataan yang dapat kita saksikan adalah kecenderungan mereka untuk mengangkat tokoh idola seperti artis penyanyi atau bintang film. Akibatnya gaya hidup sang idolapun tercermin dalam gaya hidupnya, seperti pergaulan bebas, pakaian terbuka, hura-hura, dan pamer perhiasan. Dan akibat dari pergaulan bebas adalah perzinaan, selanjutnya akan diikuti oleh kerusakan¬-kerusakan yang lain. Trend mencari popularitaspun ikut merasuki pemikiran sang remaja, akhirnya mereka berlomba-lomba untuk menjadi pemenang cover girl atau cover boy (gambar sampul depan majalah) Menurutnya suatu kebanggaan bila wajahnya jadi bahan tontonan dan pujian. Subhanallah !
Disamping bahaya tersebut, berapa barryak mereka harus menghabiskan waktu dengan sia-sia, sementara itu banyak pula kewajiban-kewajiban yang terbengkalai. Sempatkah mereka memikirkan ibadahnya, padahal mereka mengaku beragama Islam ?!
Sholeh bin Muqbil Al-Ushaimi mengatakan bahwa kecintaan kepada koran dan majalah dapat menghalangi seseorang untuk melakukan kebaikan. Bila ia berpikir menghafal Al-Qur'an atau membaca kitab, ia tidak memiliki waktu. Kecintaannya membaca koran atau majalah menyita semua waktunya untuk membaca yang lebih bermanfaat. Bahkan hingga ada yang kuat membaca tiga ratus halaman majalah dan koran setiap harinya, tapi tidak mampu membaca satu ayat saja dari Al-Qur'an, apalagi membaca kitab atau risalah kecil.
Demikian sebagian fenomena yang kita lihat, AI¬Qur'an seolah-olah jadi barang antik yang dimusiumkan, disimpan ditempat yang paling indah tapi hanya jadi pajangan. Akhirnya kebodohan yang muncul kepermukaan. Subhanallah !

KEWAJIBAN YANG TERLALAIKAN
Para remaja muslim dan muslimah memang harus menyadari akan bahaya yang mengancam tersebut. Bila tidak, ia akan terus terseret dalam kebodohan, kegelapan, dan dapat membawa pada kebinasaan di dunia dan akhirat. Kewajiban yang sering dilalaikan oleh remaja muslim dan muslimah adalah menuntut ilmu syar'i. Kebanyakan mereka phobi bila mendengar kata "agama" penuh aturan ini dan itu. Hal ini karena mereka lebih senang hidup”semau gue" tanpa ikatan apapun. Jelas ini adalah pikiran yang harus diluruskan, karena dengan tuntunan syariat Islam, seseorang dapat selamat dunia dan akhiratnya.
Ketahuilah wahai para remaja bahwa Islam telah menetapkan tuntunan hidup manusia dalam Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam.
Bila kita berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam, sebagaimana yang dipakai oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam dan para shahabatnya maka kita tidak akan tersesat. Ini sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam:

"Aku tinggalkan untuk kalian, yang jika kalian berpegang teguh dengannya, kalian tidak akan sesat yaitu Kitabullah dan Sunnahku ". (HR. Malik dan Hakim)
Setiap diri kita tentu mendambakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Untuk itu kita harus menyadari bahwa segala kesenangan dunia yang melalaikan hanyalah fatamorgana, itulah kesenangan yang memperdayakan. Allah Ta'ala berfirman :



"Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan". (QS. Ali Imron:185)
Sudah saatnya kita semua mempersiapkan diri untuk menghadapi kehidupan akhirat. Diantaranya adalah dengan mempelajari ilmu dien ini. Karena dengan ilmulah seseorang dapat mengetahui mana a¬l-haq dan mana al-batil. Dan hanya orang-orang yang berilmulah yang mengetahui bahwa apa yang datang dari Allah itulah al-haq, sebagaiman firman-Nya :

"Dan orang-orang yang diberi ilmu berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji ". (QS. Saba: 6).
Islam juga telah mewajibkan setiap muslim atau muslimah yang mukallaf (aqil dan baligh) untuk menuntut ilmu dien, sebagaimana hadits dari Anas bin Malik, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda:
Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim ".(HR. An-Nasa'i, hadits Hasan)
Dengan ilmu seseorang akan berjalan diatas jalan yang terang. la akan mengetahui bagaimana ia harus beribadah kepada Allah, bagaimana syariat Islam, apa yang halal dan yang haram. Dengan ilmu pula dapat tersinari hati seseorang dengan cahaya keimanan, karena ilmu adalah obat kebodohan, cahaya yang menyingkap kegelapan hati dan menghasilkan rasa takut pada Allah. Sebagaimana firman Allah :
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah orang¬-orang yang berilmu ". (QS. Faathir : 28)

Setelah kita mengetahui betapa pentingmya ilmu syar'i, maka haruskah kita terus menerus tenggelam dalam bacaan-bacaan atau tontonan sia-sia yang hanya menghabiskan waktu saja ?!. Kini, kita tinggalkan perbuatan sia-sia dan kita mulai raih manfaat dengan mengkaji Al-Qur'an, hadits-hadits Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam, kitab-¬kitab para ulama, hadir di majelis- majelis ilmu, atau mendengarkan kaset-kaset ceramah yang membimbing kita pada jalan yang lurus sebagaimana yang ditempuh oleh salafus sholeh. Jelas ini baik untuk kita dan tidak akan membuang-buang waktu !

MUSLIMAH, PERHATIKANLAH !
Bila muslimah terus-menerus ikut-ikutan menjadi korban berbagai media informasi tersebut, maka segala kerusakan yang kini terjadi akan terus terjadi atau bahkan akan bertambah besar.
Sebagian besar produk yang diperdagangkan dalam berbagai media tersebut menggunakan jasa wanita sebagai pelaris. Gambar-gambar wanita yang terbuka auratnya dan memamerkan kecantikan memenuhi lembaran-lembaran majalah atau koran. Subhanallah, sampai kapan akan kau jual dirimu wahai wanita.
Kini kita buka hati untuk memperhatikan apa yang disabdakan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam. Dari Usamah bin Zaid , beliau bersabda :


"Tiada kutinggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi lelaki dari fitnah perempuan " (Muttafaq'alaih).
Ingatlah hal ini bahwa fitnah yang paling besar bagi laki-laki adalah wanita. Wahai para wanita yang menjual dirinya, yang tenggelam dalam dunianya. Coba tanya pada dirimu, sudahkah engkau dapatkan ketenangan dengan apa yang engkau lakukan ? Hanya dengan tumpukan rupiah dan popularitas, sudahkah dirimu bahagia ? Bila mau jujur, tentu hati kecilmu menyatakan tidak, sebab dunia telah kau letakkan dihatimu, sehingga engkau tidak pernah puas dengan apa yang sudah kau peroleh. Kalaupun engkau dapatkan kesenangan, itu hanyalah kesenangan dunia yang semu, yang akan hilang seiring menghilangnya ruh dari badan. Anas Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda:

"Yang mengikuti mayit itu tiga : keluarga, harta kekayaan, dan amal perbuatannya. Maka kembali yang dua yaitu keluarga dan kekayaan hartanya dan tinggal satu yang tetap yaitu amal perbuatannya". (Muttafaq'alaih)
Kini, waspadalah terhadap serangan media informasi tersebut, karena mereka akan merusak dirimu, menyibukkan dirimu dengan amalan sia¬-sia, bahkan menjerumuskanmu pada perbuatan yang Allah haramkan.
Hendaklah kita takut pada Allah karena wanita mempunyai peluang lebih besar untuk menjadi penghuni neraka. Ibnu Abbas dan Imron bin Hushain Radhiyallahu ‘anhum berkata Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam telah bersabda:

"Aku melihat ke surga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir, dan aku melihat ke neraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya wanita ". (Muttafaq'alaih)
Demikianlah wahai muslimah, sebelum ruh sampai ditenggorokan, pintu taubat masih terbuka untuk kita dan belum ada kata terlambat untuk mulai memperbaiki diri Oleh karena itu kita harus segera mempersiapkan hidup kita untuk akhirat dan tidak terus menerus tenggelam dalam kehidupan yang fana ini. Allahu a'lam.

Ukhtukunna fillah : Ummu.Abdillah binti Mursyid


Bundel by  PRISMA --- Juni ‘12
 
Sedang wanita Barat sendiri sudah muak dan bosan dengan kebebasan palsu ini, dan penganiayaan kaum pria terhadap mereka dengan semboyan-semboyan kemajuan. Wanita dijadikan barang dagangan dengan harga murah. Mereka memperdagangkan wanita melalui promosi dan siaran-siaran, untuk mendapatkan keuntungan dunia yang fana ini.

Dan sekarang para wanitanya insaf, sadar dan meneriakkan kata-kata untuk kembali ke rumah tangga; hidup sebagai ibu dan sekaligus sebagai isteri yang tenang, jauh dari kelelahan bekerja dan campur baur dengan pria.
Demikianlah apa yang terjadi pada wanita di negara-negara Barat, yang hanya dijadikan "komoditi" untuk mencari harta dan ketenaran, dan isteri sebagai barang dagangan yang tidak ada harga dan kehormatannya.
Maka janganlah anda menjadi begitu. Menghindarlah sejauh-jauhnya dari faham-faham seperti ini, sebelum anda terkena perangkap, lalu sukar untuk keluar lagi.

Referensi: Buku “Membina Keharmonisan Berumah Tangga Menurut Al Qur’an dan Sunnah dan Bahaya Emansipasi Wanita” Hal. 15-22 Penerbit Cahaya Tauhid Press, Malang)



Bundel by  PRISMA --- Juni ‘12
normal�& pn�����ont-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"'>“Telah terjadi sesuatu antara aku dengan dia, dia pun marah padaku lalu keluar dari rumah. Dia tidak tidur siang di sisiku,” jawab Fathimah.
Rasulullah n berkata kepada seseorang: “Lihatlah (cari) di mana Ali.”
Orang yang disuruh itupun datang dan memberi kabar: “Wahai Rasulullah! Dia ada di masjid sedang tidur.”
Rasulullah n mendatangi Ali yang ketika itu sedang berbaring. Beliau dapatkan rida`-nya telah jatuh dari punggungnya sehingga pasir mengenai punggungnya. Mulailah beliau mengusap pasir tersebut dari punggung Ali seraya berkata: “Duduklah, wahai Abu Turab. Duduklah wahai Abu Turab!” (HR. Al-Bukhari no. 3703 dan Muslim no. 2409)
Demikian perselisihan yang pernah terjadi dalam rumah tangga orang-orang yang mulia, sengaja kami paparkan dengan tujuan agar mereka yang akan membangun mahligai rumah tangga atau telah menjalaninya, menyadari bahwa tidak ada rumah tangga yang lepas dari problema sehingga mereka bersiap-siap dan tidak kaget ketika problem itu datang menghadang. Dan agar mereka tidak terlalu muluk-muluk dalam angan-angan mereka tentang kehidupan berumah tangga7, selalu indah bak bunga-bunga di taman yang bermekaran dengan beragam warna, menampakkan keindahan yang mempesona dan menebarkan aroma yang harum semerbak!!! Rumah tangga tanpa masalah, tanpa problema, tanpa ganjalan, tanpa pertikaian, selalu sejalan, seia sekata, sepakat tanpa pernah ada perbedaan!!! Padahal bayangan ini sesuatu yang teramat langka untuk didapatkan pada sebuah rumah tangga di dunia… Sesuatu yang bisa dikatakan mustahil untuk sebuah akad yang dijalin dengan seorang anak Adam yang senantiasa punya salah, sebagaimana kata Rasul yang mulia n:


كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطاَّئِيْنَ التَّوَّابُوْنَ


“Setiap anak Adam itu banyak bersalah. Dan sebaik-baik orang yang banyak bersalah adalah orang-orang yang mau bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2616. Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash- Shahihul Jami’ no. 4514 mengatakan: “(Hadits ini) hasan.”)
Masalah mesti akan dijumpai antara suami istri. Dan ketika masalah itu bergulir di antara keduanya semestinya keduanya berusaha mencari jalan penyelesaian, memperbaiki keadaan, dan menutup pintu rapat-rapat (dari campur tangan orang yang tidak berkepentingan). Bila seorang suami marah atau seorang istri sedang emosi, hendaklah keduanya berlindung kepada Allah k dari gangguan setan yang terkutuk, lalu bangkit berwudhu dan shalat dua rakaat. Bila salah satu dari keduanya (yang sedang marah, terbawa emosi) dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, bila sedang duduk maka hendaklah ia berbaring. Atau salah seorang dari keduanya menghadap pasangannya, memeluknya dan meminta maaf bila memang ia bersalah melanggar hak pasangannya, dan yang dimintai maaf hendaklah lapang dada dengan memberi maaf karena mengharapkan wajah Allah k. (Fiqhut Ta’ammul Bainaz Zaujain, hal. 37)
Tidak sepantasnya ketika ada masalah dengan suami, seorang istri ngambek minta pulang ke rumah orang tuanya. Atau yang lebih parah lagi si istri minggat dari rumahnya, tanpa izin suami tentunya. Padahal di antara hak suami yang harus ditunaikan istri, si istri tidak boleh keluar dari rumah suaminya kecuali dengan izinnya8.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t berkata: “Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumahnya kecuali dengan izin suami dan tidak halal bagi seorang pun mengambil istri seseorang dan menahannya dari suaminya, sama saja baik karena si istri tersebut seorang perawat, atau seorang bidan atau profesi lainnya. Bila istri tersebut keluar dari rumah suami tanpa izinnya, maka ia telah berbuat nusyuz9, bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia pantas mendapatkan hukuman.” (Majmu’ Al-Fatawa, 32/281)
Dengan demikian, bila ada permasalahan rumah tangga, seharusnya suami dan istri berusaha menyelesaikannya berdua bila memang masalahnya bisa diselesaikan berdua. Ibaratnya “tutup pintu rapat-rapat” dari masuknya pihak ketiga dan jangan sampai orang lain tahu masalah tersebut. Jangan tergesa-gesa melibatkan pihak luar, orang tua misalnya, karena dapat memperkeruh suasana, bukan memperbaiki keadaan. Melibatkan orang tua, apatah lagi orang tua yang masih awam, tidak memiliki pandangan dalam agama, belum tentu menyelesaikan masalah, malah bisa menambah panas dan keruhnya permasalahan. Terkecuali orang tua itu seorang yang arif, paham agama dan pandangannya lurus, barulah memungkinkan masalah yang ada diangkat padanya bila memang sepasang suami istri tidak bisa lagi menyelesaikannya berdua.
Sebagai akhir, hendaklah sepasang suami istri selalu bertakwa kepada Allah k dalam seluruh keadaan mereka, di mana pun mereka berada10 dan hendaklah keduanya melazimi (selalu) ketaatan kepada-Nya. Ketahuilah, dengan takwa segala masalah akan mendapatkan pemecahannya, karena Allah k yang Mahabenar janji-Nya telah berfirman dalam Tanzil-Nya:


وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً


“Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya.” (Ath- Thalaq: 2)
Dan firman-Nya:


وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا


“Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath-Thalaq: 4)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

1 ‘Umar heran dengan Ibnu ‘Abbas, kenapa hal yang ditanyakannya itu belum diketahuinya, padahal ia begitu terkenal dengan pengetahuannya dalam tafsir dan terdepan dalam ilmu dibanding yang lainnya. Atau ‘Umar heran dengan semangat Ibnu ‘Abbas untuk mengetahui cabang-cabang ilmu tafsir sampaipun pengetahuan tentang mubham (Fathul Bari, 9/338). Pengertian mubham sendiri adalah orang yang tidak disebutkan namanya.
2 Kamar yang tinggi
3 Allah k berfirman:


وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيْثاً فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ ... اْلأَيَةَ


“Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istrinya suatu peristiwa. Maka ketika istrinya itu mengabarkan rahasia tersebut (kepada istri yang lain)….” (At- Tahrim: 3)
Mayoritas ahli tafsir berkata bahwa istri Nabi n yang dimaksud dalam ayat adalah Hafshah. Nabi n pernah menyampaikan satu rahasia kepadanya dan memintanya agar tidak memberitahukan kepada seorang pun. Ternyata Hafshah menceritakan rahasia tersebut kepada Aisyah x. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 873)
4 Allah k mencela Khalil-Nya yang mulia Muhammad n ketika beliau mengharamkan dirinya untuk menyentuh budak wanitanya bernama Mariyah atau ketika beliau mengharamkan dirinya minum madu, karena memperhatikan perasaan sebagian istrinya, sebagaimana kisahnya ma’ruf (dalam kitab-kitab tafsir dan selainnya, pen). Allah k menurunkan ayat -Nya:


ياَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ ماَ أَحَلَّ اللهُ لَكَ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ. قَدْ فَرَضَ اللهُ لَكُُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ ...الأية


“Wahai Nabi, mengapa engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan bagiku karena engkau ingin mencari keridhaan istri-istrimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sungguh Allah telah mewajibkan kalian untuk membebaskan diri dari sumpah kalian….” (At- Tahrim: 1)
5 Yaitu ayat Allah k:


عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجاً خَيْرًا مِنْكُنَّ ... الأية


“Jika Nabi menceraikan kalian, mudah-mudahan Rabbnya akan menggantikan untuknya istri-istri yang lebih baik daripada kalian… (At-Tahrim: 5)
Yakni janganlah kalian mengangkat diri kalian di hadapan beliau, karena jika beliau menceraikan kalian tidaklah berat/ sempit perkaranya bagi beliau dan tidaklah beliau dipaksa untuk terus bersama kalian. Bahkan beliau akan dapatkan pengganti kalian dan Allah k akan memberikan kepada beliau istri-istri yang lebih baik daripada kalian, baik dalam hal agama maupun dalam keelokan paras. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 873)
6 Sebagaimana diberitakan Rasulullah n dalam peristiwa perang Khaibar:


لأُعْبِيَنَّ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلاً يُحِبُّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ – أَوْ قَالَ: يُحِبُّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ – يَفْتَحُ اللهُ عَلَيْهِ ... الْحَدِيْثَ


“Aku sungguh akan memberikan bendera ini besok kepada seseorang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya –atau beliau mengatakan: dia mencintai Allah dan Rasul-Nya–. Allah akan membukakan kemenangan melalui kedua tangannya…..” (HR. Al-Bukhari no. 3702 dan Muslim no. 2407). Dalam riwayat Muslim (no. 2404) disebutkan: …seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya….”
Dan ternyata keesokan harinya Ali-lah yang diserahi bendera tersebut.
7 Yang akhirnya berujung dengan kekecewaan
8 Al-Imam Al-Bukhari t membuat satu bab dalam kitab Shahih-nya dengan judul: Isti‘dzanul Mar‘atu Zaujaha fil Khuruj ilal Masjid wa Ghairi (Permintaan izin istri kepada suaminya untuk keluar menuju masjid atau yang selainnya). Kemudian beliau t membawakan hadits Rasulullah n:


إِذَ اسْتَأْذَنَتِ الْمَرْأَةُ أَحَدَكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلاَ يَمْنَعْهاَ


“Apabila istri minta izin kepada salah seorang dari kalian untuk keluar menuju masjid, maka janganlah ia mencegahnya.” (Hadits no. 5238)
9 Lihat pembahasan nusyuz dalam Syariah Vol. I/No. 04/Juli 2003/Jumadil Ula 1424 H, hal. 58-60
10 Rasulullah n berpesan:


اتَّقِ اللهَ حيْثُماَ كُنْتَ ... الْحَدِيْثَ


“Bertakwalah engkau kepada Allah di mana pun engkau berada.” (HR. At-Tirmidzi, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/1618, dan Al-Misykat no. 5083)

(http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=281)



Bundel by  PRISMA --- Juni ‘12

Syukron Atas Kunjungan Anda..
Mohon Luangkan waktu ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..







http://freedollar.danatripler.com/
Share this article :

Posting Komentar

Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..

 
Support : Qye Ducky | Creating Website | Qye Course | Masduki | PAYTREN YUSUF MANSUR
Copyright © 2016/1437.H qyeowner.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Masduki Ibnu Zeeyah
Proudly powered by Blogger