* Buletin PRISMA *
Penulis: Asy Syaikh Hasyim bin Hamid
‘Ajil Ar Rifa’iy
Propaganda Emansipasi wanita adalah
lagu lama, yang dihembuskan oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam
dan kaum muslimin, ketika mereka melihat Islam adalah agama yang sempurna dan
pemeluknya sangat teguh memegangnya. Selama kaum muslimin, terutama kaum
wanitanya konsekuen dengan agama dan sunnah Nabi-Nya, maka kehidupan mereka
akan baik dan bersih, serta mengetahui seluk belum musuh.
Ini semua membuat musuh-musuh Islam
khususnya Yahudi dan Nasrani benci. Maka disebarkanlah faham baru ini untuk
memecah-belah umat Islam, memperluas kerusakan di antara mereka, mengeluarkan
para wanita dari rumah-rumah pingitan dan menghilangkan rasa malunya, sehingga
mudah bagi mereka menguasai dunia Islam dan menghinakan kaum muslimin.
lnilah yang terjadi, kaum muslimin
tanpa berfikir mengekor di belakang propaganda ini terutama kaum wanitanya.
Kondisi kita sekarang merupakan bukti apa yang telah saya paparkan di atas.
Maka kita mohon kepada Allah
Subhanahu wa ta’ala keselamatan dan penjagaan terhadap agama dan keluarga kita,
karena protokol-protokol Zeonis menyatakan :
"Kita wajib berusaha memperluas
kerusakan akhlak di setiap penjuru (negara-negara Islam) agar dengan mudah
menguasai mereka" Glastone, seorang Inggris yang fanatik menyatakan :
"Tidak mungkin menguasai
negara-negara Timur (negara-negara Islam) selama kaum wanitanya tidak menanggalkan
hijab dari wajahnya, menutup Al Qur'an dari mereka, mendatangkan
minuman-minuman keras dan ekstasi, pelacuran, serta kemungkaran-kemungkaran
lain yang melemahkan agama Islam".
Coba saudara perhatikan dan
renungkan dengan cermat rencana / perkataan mereka.
Sesungguhnya yang mereka inginkan
bukanlah emansipasi wanita itu sendiri, karena Allah telah mengangkat dan
memuliakan derajat kaum wanita dengan sempurna (dalam Islam), akan tetapi yang
mereka kehendaki adalah kerusakan dari agama yang agung ini dan cerai-berainya
umat untuk dijadikan budak dan pelayan mereka.
Yang demikian ini telah disebutkan
dalam Taurat, yang sudah dirubah-rubah oleh tangan mereka.
Maka waspadalah wahai saudaraku
seagama, terhadap bahaya propaganda-propaganda seperti ini, pegang teguhlah
agama Allah Subhanahu wa ta’ala dengan erat, dan berjalanlah di atas sunnah
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebaik-baik makhluk semuanya.
Untuk merealisir impiannya yang
sia-sia dan menyebarkan propaganda yang jahat ini di kalangan umat Islam,
khususnya kaum wanitanya, dengan segala daya dan upaya mereka telah
mempersiapkan bala tentaranya. Mereka memiliki pembantu-pembantu baik pria
maupun wanita. (Ironisnya) semua ini dibiayai oleh umat Islam yang dermawan.
Maka tampillah orang laki-laki dan wanita melaksanakan niat jahat ini di bawah
pimpinan "Persatuan Yahudi Internasional dan Salibisme", seperti :
1. Marcos Fahmi, Nasrani ;
menerbitkan bukunya yang berjudul "Wanita Timur Tahun 1894 M".
Menyerukan wajibnya menanggalkan hijab kaum wanita, pergaulan bebas, talak
dengan syarat- syarat tertentu, dan larangan kawin lebih dari satu orang.
2. Huda Sya'rawi, seorang wanita
didikan Eropa yang setuju dengan tuan-tuannya (Godfather- nya) untuk mendirikan
Persatuan Isteri-Isteri Mesir, sasarannya adalah persamaan hak talak seperti
suami, larangan poligami, kebebasan wanita tanpa hijab dan pergaulan bebas.
3. Ahli Syair, Jamil Sidqi Az
Zuhawis.
Dalam syairnya, ia menyuruh para
wanita Iraq membuang dan membakar hijab, bergaul bebas dengan pria, dan menyatakan
bahwa hijab itu adalah merusak dan merupakan penyakit dalam masyarakat.
Demikianlah, mereka mensifati seruan
Allah Subhanahu wa ta'ala (kepada kaum wanita) untuk menutup tubuh, berhijab,
menjaga kehormatan dan membersihkan diri dari penyakit-penyakit yang merusak,
sementara mereka menentang kekuasaan dan ciptaan-Nya.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman
:
أَلاَلَهُالْخَلْقُ وَالأَمْرُ
(الأعراف: ٥٤)
"Ingatlah, menciptakan dan
memerintah hanyalah hak Allah". (QS Al A'raf : 54).
Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya,
maksudnya adalah :
Milik Allahlah kerajaan dan hanya
Allahlah yang berhak mengatur.
Kemudian tentang tafsir firman Allah
Subhanahu wa ta’ala:
أَلاَيَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ
وَهُوَاللَّطِيْفُ الخَبِيْرُ (الملك: ١٤)
"Apakah Allah Yang menciptakan
itu tidak mengetahui (yang karnu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus
lagi Maha Mengetahui (QS Al Mulk : 14).
Maksudnya : Mungkinkah Sang Pencipta
tidak mengetahui? Ada juga yang mengatakan " Mungkinlah Allah tidak
mengetahui makhluk-Nya? (lbnu Katsir dalam tafsirnya).
Akan tetapi, kemana orang-orang yang
hidup ini akan lari (dari pengawasan Allah, pent) apabila mereka tidak
memperbaiki diri dengan taubat nasuhah (taubat dengan sungguh-sungguh).
Orang-orang seperti ini banyak kita jumpai sampai hari ini.
Mereka hidup gembira ria menyebarkan
kerusakan, kekejian serta menentang nilai-nilai kebaikan dan perintah-perintah
Allah Azza wa Jalla.
(Jika ingin mengetahui lebih luas
tentang hal ini) silahkan membaca buku “Al Harokatun Nisaiyah wa Shilatiha bil
isti'maar", karangan Muhammad Athiyah Khumais. Begitu juga tulisan-tulisan
yang membahas permasalahan ini telah jelas dan gamblang faktanya, berupa
tuduhan-tuduhan musuh-musuh Islam dengan berbagai macam tipu daya kepada kita
dan agama Islam, sementara kita lengah dan terus disibukkan oleh syahwat dan
memperoleh kesenangan dunia. Maka waspadalah, bangunlah kalian dari tidur dan
hadapilah bahaya besar ini.
Wahai Saudariku Muslimah…
Saya berdoa kepada Allah Subhanahu
wa ta’ala, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala mengembalikan anda kepada agama
Islam dengan baik, memegang teguh syariat-Nya, menghiasi diri dengan rasa malu,
dan senantiasa berpakaian yang Islami. Saya sangat mencintai dan sayang
kepadamu. Dan sebagai penasihat yang tidak menghendaki apa-apa kecuali balasan
pahala dan ridla Allah, Rabb di atas segala yang dituhankan.
Janganlah kalian berbaris di
belakang propaganda palsu ini yang hanya merupakan fatamorgana bagi yang haus.
Bagaimana tidak, padahal engkau telah mengetahui hakekat ajaran ini. Sementara
yang mereka serukan menjadikanmu sebagai barang dagangan murah, sehingga mereka
dapat menikmati tubuhmu, padahal Allah ta’ala menghendaki agar hal itu ditutup
dan dijaga. Ketahuilah wahai saudariku muslimah, bahwa semua yang tertutup itu
disenangi dan dicintai-Nya.
Karena itulah Allah ta’ala
memerintahkan anda untuk berhijab dan menutup (aurat). Dia menciptakan kamu
dari mani, dan menjadikan kamu dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Apakah
kebaikan-Nya engkau balas dengan kejelekan, dengan merusak dan membuang
jauh-jauh syariat-Nya, serta menolak perintah-perintah-Nya?
Maka kembalilah anda ke jalan yang
lurus, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberkahimu, dan janganlah mengikuti
langkah-langkah syaitan, karena anda akan menjadi penghuni neraka.
Marilah kita bersama menyingsingkan
lengan dengan sungguh-sungguh, menyebarluaskan keutamaan, dan bersatu padu
memerangi kebejatan moral, membangun masyarakat yang beradab, bersih dan suci.
Anda adalah pendamping pria dalam kehidupan. Perjuangan tidaklah sempurna
kecuali dengan anda, di samping pertolongan Allah. Anda adalah isteri shalihah
yang baik, sekaligus sebagai ibu, teladan dan sekolah untuk membentuk generasi
penegak panji Islam; dan suami anda menginginkan anda menjadi tangan kanannya,
menghilangkan segala kelelahan dan penghibur di kala susah. Begitulah keadaan
isteri-isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan isteri-isteri para
shahabat, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala meridlai mereka semua. Amin.
Berkata seorang penyair :
Tirulah mereka, walaupun tidak dapat
seperti mereka (para shahabat). Sungguh meniru orang- orang mulia itu adalah
suatu kemenangan.
Saudariku muslimah, coba pikirkan
propaganda yang katanya untuk "kebebasan" anda itu. Terangkan pada
saya kebebasan apa yang diberikan dan kebahagiaan apa yang anda peroleh?
Sedang wanita Barat sendiri sudah
muak dan bosan dengan kebebasan palsu ini, dan penganiayaan kaum pria terhadap
mereka dengan semboyan-semboyan kemajuan. Wanita dijadikan barang dagangan
dengan harga murah. Mereka memperdagangkan wanita melalui promosi dan
siaran-siaran, untuk mendapatkan keuntungan dunia yang fana ini.
Dan sekarang para wanitanya insaf,
sadar dan meneriakkan kata-kata untuk kembali ke rumah tangga; hidup sebagai
ibu dan sekaligus sebagai isteri yang tenang, jauh dari kelelahan bekerja dan
campur baur dengan pria.
Demikianlah apa yang terjadi pada
wanita di negara-negara Barat, yang hanya dijadikan "komoditi" untuk
mencari harta dan ketenaran, dan isteri sebagai barang dagangan yang tidak ada
harga dan kehormatannya.
Maka janganlah anda menjadi begitu.
Menghindarlah sejauh-jauhnya dari faham-faham seperti ini, sebelum anda terkena
perangkap, lalu sukar untuk keluar lagi.
Referensi: Buku “Membina
Keharmonisan Berumah Tangga Menurut Al Qur’an dan Sunnah dan Bahaya Emansipasi
Wanita” Hal. 15-22 Penerbit Cahaya Tauhid Press, Malang)
Bundel by PRISMA --- Juni ‘12
normal�&pn�����ont-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman"'>“Telah terjadi sesuatu antara aku
dengan dia, dia pun marah padaku lalu keluar dari rumah. Dia tidak tidur siang
di sisiku,” jawab Fathimah.
Rasulullah n berkata kepada
seseorang: “Lihatlah (cari) di mana Ali.”
Orang yang disuruh itupun datang dan
memberi kabar: “Wahai Rasulullah! Dia ada di masjid sedang tidur.”
Rasulullah n mendatangi Ali yang
ketika itu sedang berbaring. Beliau dapatkan rida`-nya telah jatuh dari
punggungnya sehingga pasir mengenai punggungnya. Mulailah beliau mengusap pasir
tersebut dari punggung Ali seraya berkata: “Duduklah, wahai Abu Turab. Duduklah
wahai Abu Turab!” (HR. Al-Bukhari no. 3703 dan Muslim no. 2409)
Demikian perselisihan yang pernah
terjadi dalam rumah tangga orang-orang yang mulia, sengaja kami paparkan dengan
tujuan agar mereka yang akan membangun mahligai rumah tangga atau telah
menjalaninya, menyadari bahwa tidak ada rumah tangga yang lepas dari problema
sehingga mereka bersiap-siap dan tidak kaget ketika problem itu datang
menghadang. Dan agar mereka tidak terlalu muluk-muluk dalam angan-angan mereka
tentang kehidupan berumah tangga7, selalu indah bak bunga-bunga di taman yang
bermekaran dengan beragam warna, menampakkan keindahan yang mempesona dan
menebarkan aroma yang harum semerbak!!! Rumah tangga tanpa masalah, tanpa
problema, tanpa ganjalan, tanpa pertikaian, selalu sejalan, seia sekata,
sepakat tanpa pernah ada perbedaan!!! Padahal bayangan ini sesuatu yang teramat
langka untuk didapatkan pada sebuah rumah tangga di dunia… Sesuatu yang bisa
dikatakan mustahil untuk sebuah akad yang dijalin dengan seorang anak Adam yang
senantiasa punya salah, sebagaimana kata Rasul yang mulia n:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ
الْخَطاَّئِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Setiap anak Adam itu banyak
bersalah. Dan sebaik-baik orang yang banyak bersalah adalah orang-orang yang
mau bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2616. Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-
Shahihul Jami’ no. 4514 mengatakan: “(Hadits ini) hasan.”)
Masalah mesti akan dijumpai antara
suami istri. Dan ketika masalah itu bergulir di antara keduanya semestinya
keduanya berusaha mencari jalan penyelesaian, memperbaiki keadaan, dan menutup
pintu rapat-rapat (dari campur tangan orang yang tidak berkepentingan). Bila
seorang suami marah atau seorang istri sedang emosi, hendaklah keduanya
berlindung kepada Allah k dari gangguan setan yang terkutuk, lalu bangkit
berwudhu dan shalat dua rakaat. Bila salah satu dari keduanya (yang sedang
marah, terbawa emosi) dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, bila
sedang duduk maka hendaklah ia berbaring. Atau salah seorang dari keduanya
menghadap pasangannya, memeluknya dan meminta maaf bila memang ia bersalah
melanggar hak pasangannya, dan yang dimintai maaf hendaklah lapang dada dengan
memberi maaf karena mengharapkan wajah Allah k. (Fiqhut Ta’ammul Bainaz
Zaujain, hal. 37)
Tidak sepantasnya ketika ada masalah
dengan suami, seorang istri ngambek minta pulang ke rumah orang tuanya. Atau yang
lebih parah lagi si istri minggat dari rumahnya, tanpa izin suami tentunya.
Padahal di antara hak suami yang harus ditunaikan istri, si istri tidak boleh
keluar dari rumah suaminya kecuali dengan izinnya8.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t
berkata: “Tidak halal bagi seorang istri keluar dari rumahnya kecuali dengan
izin suami dan tidak halal bagi seorang pun mengambil istri seseorang dan
menahannya dari suaminya, sama saja baik karena si istri tersebut seorang
perawat, atau seorang bidan atau profesi lainnya. Bila istri tersebut keluar
dari rumah suami tanpa izinnya, maka ia telah berbuat nusyuz9, bermaksiat
kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia pantas mendapatkan hukuman.” (Majmu’
Al-Fatawa, 32/281)
Dengan demikian, bila ada
permasalahan rumah tangga, seharusnya suami dan istri berusaha menyelesaikannya
berdua bila memang masalahnya bisa diselesaikan berdua. Ibaratnya “tutup pintu
rapat-rapat” dari masuknya pihak ketiga dan jangan sampai orang lain tahu
masalah tersebut. Jangan tergesa-gesa melibatkan pihak luar, orang tua
misalnya, karena dapat memperkeruh suasana, bukan memperbaiki keadaan.
Melibatkan orang tua, apatah lagi orang tua yang masih awam, tidak memiliki
pandangan dalam agama, belum tentu menyelesaikan masalah, malah bisa menambah
panas dan keruhnya permasalahan. Terkecuali orang tua itu seorang yang arif,
paham agama dan pandangannya lurus, barulah memungkinkan masalah yang ada
diangkat padanya bila memang sepasang suami istri tidak bisa lagi
menyelesaikannya berdua.
Sebagai akhir, hendaklah sepasang
suami istri selalu bertakwa kepada Allah k dalam seluruh keadaan mereka, di
mana pun mereka berada10 dan hendaklah keduanya melazimi (selalu) ketaatan
kepada-Nya. Ketahuilah, dengan takwa segala masalah akan mendapatkan
pemecahannya, karena Allah k yang Mahabenar janji-Nya telah berfirman dalam
Tanzil-Nya:
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ
مَخْرَجاً
“Siapa yang bertakwa kepada Allah
niscaya Dia akan menjadikan jalan keluar baginya.” (Ath- Thalaq: 2)
Dan firman-Nya:
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ
مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“Siapa yang bertakwa kepada Allah
niscaya Dia menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (Ath-Thalaq: 4)
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
1 ‘Umar heran dengan Ibnu ‘Abbas,
kenapa hal yang ditanyakannya itu belum diketahuinya, padahal ia begitu
terkenal dengan pengetahuannya dalam tafsir dan terdepan dalam ilmu dibanding
yang lainnya. Atau ‘Umar heran dengan semangat Ibnu ‘Abbas untuk mengetahui
cabang-cabang ilmu tafsir sampaipun pengetahuan tentang mubham (Fathul Bari, 9/338).
Pengertian mubham sendiri adalah orang yang tidak disebutkan namanya.
2 Kamar yang tinggi
3 Allah k berfirman:
وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى
بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيْثاً فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ ... اْلأَيَةَ
“Dan ingatlah ketika Nabi
membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istrinya suatu peristiwa.
Maka ketika istrinya itu mengabarkan rahasia tersebut (kepada istri yang
lain)….” (At- Tahrim: 3)
Mayoritas ahli tafsir berkata bahwa
istri Nabi n yang dimaksud dalam ayat adalah Hafshah. Nabi n pernah
menyampaikan satu rahasia kepadanya dan memintanya agar tidak memberitahukan
kepada seorang pun. Ternyata Hafshah menceritakan rahasia tersebut kepada
Aisyah x. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 873)
4 Allah k mencela Khalil-Nya yang
mulia Muhammad n ketika beliau mengharamkan dirinya untuk menyentuh budak
wanitanya bernama Mariyah atau ketika beliau mengharamkan dirinya minum madu,
karena memperhatikan perasaan sebagian istrinya, sebagaimana kisahnya ma’ruf
(dalam kitab-kitab tafsir dan selainnya, pen). Allah k menurunkan ayat -Nya:
ياَ أَيُّهاَ النَّبِيُّ لِمَ
تُحَرِّمُ ماَ أَحَلَّ اللهُ لَكَ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ وَاللهُ
غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ. قَدْ فَرَضَ اللهُ لَكُُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ ...الأية
“Wahai Nabi, mengapa engkau mengharamkan
apa yang Allah halalkan bagiku karena engkau ingin mencari keridhaan
istri-istrimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sungguh Allah
telah mewajibkan kalian untuk membebaskan diri dari sumpah kalian….” (At-
Tahrim: 1)
5 Yaitu ayat Allah k:
عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ
يُبْدِلَهُ أَزْوَاجاً خَيْرًا مِنْكُنَّ ... الأية
“Jika Nabi menceraikan kalian,
mudah-mudahan Rabbnya akan menggantikan untuknya istri-istri yang lebih baik
daripada kalian… (At-Tahrim: 5)
Yakni janganlah kalian mengangkat
diri kalian di hadapan beliau, karena jika beliau menceraikan kalian tidaklah
berat/ sempit perkaranya bagi beliau dan tidaklah beliau dipaksa untuk terus
bersama kalian. Bahkan beliau akan dapatkan pengganti kalian dan Allah k akan
memberikan kepada beliau istri-istri yang lebih baik daripada kalian, baik
dalam hal agama maupun dalam keelokan paras. (Taisir Al-Karimir Rahman, hal.
873)
6 Sebagaimana diberitakan Rasulullah
n dalam peristiwa perang Khaibar:
لأُعْبِيَنَّ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلاً
يُحِبُّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ – أَوْ قَالَ: يُحِبُّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ –
يَفْتَحُ اللهُ عَلَيْهِ ... الْحَدِيْثَ
“Aku sungguh akan memberikan bendera
ini besok kepada seseorang yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya –atau beliau
mengatakan: dia mencintai Allah dan Rasul-Nya–. Allah akan membukakan
kemenangan melalui kedua tangannya…..” (HR. Al-Bukhari no. 3702 dan Muslim no.
2407). Dalam riwayat Muslim (no. 2404) disebutkan: …seseorang yang mencintai
Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya….”
Dan ternyata keesokan harinya
Ali-lah yang diserahi bendera tersebut.
7 Yang akhirnya berujung dengan
kekecewaan
8 Al-Imam Al-Bukhari t membuat satu
bab dalam kitab Shahih-nya dengan judul: Isti‘dzanul Mar‘atu Zaujaha fil Khuruj
ilal Masjid wa Ghairi (Permintaan izin istri kepada suaminya untuk keluar
menuju masjid atau yang selainnya). Kemudian beliau t membawakan hadits
Rasulullah n:
إِذَ اسْتَأْذَنَتِ الْمَرْأَةُ
أَحَدَكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلاَ يَمْنَعْهاَ
“Apabila istri minta izin kepada
salah seorang dari kalian untuk keluar menuju masjid, maka janganlah ia
mencegahnya.” (Hadits no. 5238)
9 Lihat pembahasan nusyuz dalam
Syariah Vol. I/No. 04/Juli 2003/Jumadil Ula 1424 H, hal. 58-60
10 Rasulullah n berpesan:
اتَّقِ اللهَ حيْثُماَ كُنْتَ ...
الْحَدِيْثَ
“Bertakwalah engkau kepada Allah di
mana pun engkau berada.” (HR. At-Tirmidzi, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani t
dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/1618, dan Al-Misykat no. 5083)
(http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=281)
Bundel by PRISMA --- Juni ‘12
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..