Kamis, 26 Januari 2011
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
Penerapan dua kalimat syahadat yang
pertama yakni “Asyhadu alla ilaaha illallah” adalah dengan mengesakan Allah
subhanahu wa ta’ala dalam beribadah dan mengkhususkan ibadah hanya untuk-Nya,
beriman kepada seluruh apa yang dikabarkan Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-
Nya, shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti pengabaran tentang surga, neraka,
kitab-kitab, rasul- rasul, hari akhir dan takdir yang baik maupun yang buruk.
Adapun penerapan kalimat syahadat
yang kedua yakni kalimat ”Wa Asyhadu anna muhammadar Rasulullah” adalah dengan
beriman kepadanya, beriman bahwa beliau adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, yang
Allah subhanahu wa ta’ala dan berfirman kepada-Nya dan mengikuti apa yang
diajarkannya disertai dengan beriman kepada seluruh rasul-rasul dan nabi-nabi
terdahulu, setelah itu beriman kepada syariat Allah subhanahu wa ta’ala yang
telah ditetapkan untuk hamba- hambanya melalui Rasulullah, memperlajarinya dan
berpegang teguh dengannnya seperti syariat mengenai shalat, zakat, puasa, haji,
jihad dan lain-lain.
Rasulullah jika ditanya tentang
amalan yang dapat mengantarkan seorang hamba ke surga dan selamat dari siksa
neraka, beliau menjawab, ”Kamu bersaksi bahwa tidak ada yang berhak untuk
diibadahi kecuali Allah”, dan terkadang beliau menjawab dengan, ”Kamu beribadah
kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan apapun”, maka makna syahadat
“la ilaaha illallah” adalah beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata dan
tidakmenyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Karena inilah tatkala Malaikat
Jibril ‘Alaihissalam bertanya kepadanya dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu
‘anhu, Jibril berkata, “Ya Rasulullah, beritahu aku apa itu Islam? Beliau
menjawab, “Islam adalah kamu beribadah kepada Allah semata dan tidak
menyekutukan- Nya dengan apapun”. Dalam hadits umar Radhiyallahu ‘anhu beliau
menjawab. “Islam itu adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi
kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”, hadits tadi menjelaskan makna
hadits ini, jadi makna syahadat “laa ilaaha illallah” adalah mengesakan Allah
subhanahu wa ta’ala dalam beribadah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun
disertai dengan beriman kepada Rasul-Nya.
Suatu hari seorang laki-laki dating
menemui Rasulullah dan berkata, ”Ya Rasulullah, beritahu aku tentang suatu
amalan yang dengan amalan tersebut aku dapat masuk surga dan selamat dari siksa
neraka”, beliau menjawab, “Kamu beribadah kepada Allah semata dan tidak
menyekutukan- Nya dengan apapun, mengerjakan shalat…”(sampai akhir hadits).
Jadi beribadah kepada Allah
subhanahu wa ta’ala semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, itulah
makna “laa ilaaha illallah”, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Maka
ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Allah
dan mohonlah ampunan bagi dosamu”.
Yakni, ketahuilah bahwa hanya Allah
lah yang berhak diibadahi dan tidak ada peribadahan kepada selain-Nya, bahkan
Allah subhanahu wa ta’ala lah satu-satunya yang berhak diibadahi, Allah
subhanahu wa ta’ala lah sesembahan yang benar sedangkan yang lainnya tidak
berhak untuk diibadahi.
Pengingkaran orang-orang musyrikin
terhadap kalimat ini memperjelas maknanya, karena mereka tahu bahwa kalimat ini
meniadakan sesembahan-sesembahan mereka dan memperjelas bahwa mereka berada
dalam kesesatan, mereka berkata, ”Mengapa ia menjadikan sesembahan- sesembahan
itu Sesembahan Yang Satu saja?”. Dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman
tentang mereka, “Sesungguhnya mereka dahulu apabila diaktakan kepada mereka,
“Laa ilaaha ilallah” (tiada yang berhak disembah melainkan Allah) mereka
menyombongkan diri”.
Mereka tahu bahwa kalimat ini
meniadakan sesembahan-sesembahan mereka dan menjelaskan kepalsuannya,
menjelaskan bahwa sesembahan tersebut tidak layak diibadahi dan salah, dan
menjelaskan bahwa dzat yang benar untuk diibadahi adalah Allah subhanahu wa
ta’ala semata.
Karena itulah mereka mengingkarinya,
maka peribadahan mereka kepada berhala-berhala, pepohonan, bebatuan,
orang-orang mati dan jin atau selainnya adalah peribadahan yang salah.
Semua makhluk tidak dapat menimpakan
bahaya atau memberikan manfaat semuanya adalah hamba-hamba Allah subhanahu wa
ta’ala semuanya adalah hamba-hamba Allah subhanahu wa ta’ala, maka mereka tidak
layak untuk diibadahi karena Allah subhanahu wa ta’ala adalah pencipta segala
sesuatu, yang berfirman, “Dan Rabbmu adalah Rabb yang Maha Esa, tidak ada Dzat
yang berhak disembah melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya Rabbmu hanyalah Allah,
yang tidak ada Rabb Yang berhak disembah selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi
segala sesuatu”.
Maka wajib atas semua mukallaf dan
setiap mukmin dan mukminat dari bangsa jin dan manusia merenungkan atau
memikirkan perkara ini dan benar-benar memeprhatikannya sampai perkara ini
jelas dan nyata baginya, jarena asas dasar din(agama-adm) ini adalah
peribadahan kepada Allah subhanahu wa ta’ala semata, yakni syahadat “la ilaaha
illallah” bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah subhanahu wa
ta’ala semata, dan disandarkan kepadanya keimanan kepada para Rasul dan
penutupnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga harus disertai dengan
keimanan kepada para malaikat Allah, kitab-kitab Allah, hari akhir, takdir yang
baik maupun yang buruk dan beriman kepada semua yang dikabarkan Allah subhanahu
wa ta’ala dan Rasul-Nya. Semua ini harus diterapkan untuk masuk Islam
sebagaimana penjelasan yang lalu, banyak manusia menyangka bahwa dengan hanya
mengucapkan kalimat syahadat sudah cukup utnuk masuk Islam walaupun mereka
melakukan apa yeng mereka mau laukukan, ini adalah kebodohan yang besar,
kalimat ini bukan hanya untuk diucapkan tapi kalimat ini adalah kalimat yang
punya makna yang harus diterapkan dengan mengucapkannya dan mengamalkan
konsekuensinya.
Sumber bacaan; Bayaan Ma’na Laa
ilaaha Illallah (hal;19-22).
Diterjemahkan oleh: Hendro
Referensi: Majalah As Salam No. 4
Tahun II – 2006 M/1426 H
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..