Senin, 31 Juli 2011
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
Nikmat-nikmat Allah yang di berikan
kepada kaum muslimin membikin iri orang-orang yahudi dan nasrani, sehingga
mereka berupaya agar kaum muslimin tidak mengamalkan agama ini, atau bahkan
mereka berusaha mengeluarkannya dari agama Islam untuk mengikuti agama mereka.
Sesungguhnya sebesar-besar nikmat
Allah atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nikmat Islam.
Dimana Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri,
yang mereka kenal nasabnya (silsilah keturunannya, ed.) dari sebaik-baiknya
nasab.
Allah berfirman : “Sungguh Allah
telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus
diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan
kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan
kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum ( kedatangan
Nabi ) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. “
(QS. Ali Imran : 164).
Dengan diutusnya Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam, Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju
cahaya, dari kelalaian menuju kesadaran, dari perpecahan menuju persatuan, dari
permusuhan menuju persaudaraan, dari kehinaan menuju kemuliaan , dari
kehancuran menuju keselamatan, dan dari tepi neraka menuju taman-taman surga.
Allah memilihkan bagi mereka agama
yang kokoh dan sempurna dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah, akhlaq, politik
dan sebagainya. Maka putus asalah upaya musuh – musuh Islam untuk menghancurkan
Islam, menyelewengkan serta mengurangi ajarannya.
Allah berfirman : “Pada hari ini
orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu
janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah
Ku- sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan padamu nikmat-Ku, dan
telah Ku- ridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah : 3).
Dan sungguh Allah bersaksi atas
kesempurnaan agama ini, dan menjadikannya sebagai penutup segala risalah, serta
Allah mewajibkannya kepada segenap manusia dan jin untuk mengikutinya pada
setiap waktu serta pada setiap generasi. Dan Allah tidak akan pernah menerima
amalan hamba-Nya yang beragama dengan selain agama Islam, serta memasukkannya dalam
golongan yang merugi.
Allah berfirman : “Barang siapa
mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima
(agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
(QS. Ali Imran : 85).
Allah juga berfirman : “Sesungguhnya
agama ( yang di ridhoi ) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran : 19 )
Allah juga menjamin untuk menjaga
agama ini dari hawa nafsu orang-orang yang sesat dan dari tangan-tangan musuh
Islam yang ingin menghancurkan Islam.
Allah berfirman : “Mereka
berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan)
mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun
orang-orang yang kafir tidak menyukai. “(QS. AT-Taubah : 32).
“Mereka ingin memadamkan cahaya
(agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap
menyempurnakan cahaya-Nya meski orang-orang kafir benci. “(QS. Ash-Shaff : 8).
“Sesungguhnya Kamilah yang
menurunkan Al-Qur’an, dan sesengguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS.
Al-Hijr : 9).
Dan Allah juga berjanji kepada
pengikut agama ini untuk memuliakannya serta menolong dari tipu daya
musuh-musuhnya jika mereka beriman dan mengerjakan amal shaleh.
Allah berfirman : “Dan Allah telah
berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan
amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa
di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka
berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah
diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka,
sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap
menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Barang
siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang
yang fasik.” (QS. An-Nur : 55).
Sesungguhnya agama ini mempunyai
banyak musuh pada zaman pertama kali wahyu diturunkan dan juga pada setiap
tempat dan waktu. Dan ini sudah menjadi Sunnatullah, bahwa setiap pembawa
kebenaran yang mengamalkan serta menda’wahkannya pasti mendapatkan perlawanan
dari pembawa kebathilan dan penyerunya yaitu setan dan bala tentaranya.
Allah berfirman : “Dan demikianlah
Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan- syaitan (dari
jenismu) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian yang lain perkataan-perkataan
yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya
mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
“(QS. Al-An’am : 112).
“ Dan seperti itulah, telah Kami
adakan bagi tiap-tiap nabi itu musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan
cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (QS. Al-Furqan : 31).
Mereka berusaha untuk menghalangi
kaum muslimin dari agamanya, memberikan keragu-raguan pada aqidah mereka, serta
menimbulkan permusuhan di antara kaum muslimin untuk memecah belah mereka.
Mereka kerahkan segala kemampuan mereka untuk menghalangi kaum muslimin yang
akan mempelajari serta mengamalkan agamanya. Dan ini dinyatakan oleh iblis
dihadapan Allah, bahwa dia akan menghalangi manusia dari jalan kebenaran dari
segala penjuru.
Allah berfirman : “Iblis menjawab :
“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar- benar akan
(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan
mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan dari kiri
mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).
“(QS. Al-A’raf : 16-17).
Nikmat-nikmat Allah yang di berikan
kepada kaum muslimin membikin iri orang-orang yahudi dan nasrani, sehingga
mereka berupaya agar kaum muslimin tidak mengamalkan agama ini, atau bahkan
mereka berusaha mengeluarkannya dari agama Islam untuk mengikuti agama mereka.
Allah berfirman : “Orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama
mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).
“Dan sesungguhnya jika kamu mau mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan
datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
(QS. Al- Baqarah : 120).
Oleh karena itu kita sebagai kaum
muslimin wajib untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah tersebut, mengakui serta
menjaganya, niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita. Akan tetapi
tatkala kita mengingkari nikmat Allah kepada kita apabila ni’mat yang besar
ini, Allah akan menggantikannya dengan adzat-Nya yang pedih.
Allah berfirman : “Dan (ingatlah
juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti
Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),
maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. “(QS. Ibrahim : 7).
Kita minta kepada Allah agar kita di
beri kemudahan untuk bersyukur kepada-Nya dan juga kita meminta kepada-Nya
untuk menjaga agama kita, serta kita memohon agar meninggal dalam keadaan tetap
memeluk agama Islam. Amin Ya Rabbal ‘alamin.
Wallahu a’lam bish shawab.
Sumber : BULETIN DAKWAH
AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 08 / Dzulhijjah / 1424
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..