Oleh
: Masduki Ibnu Zeayah
Kata maisir (مَيْسِر)
adalah isim makan ( اسْم
مَكَان = menunjuk pada tempat) dari yasara
– yaisaru/yaisiru - yasran (يَسَرَ
- يَيْسَرُ وَيَيْسِرُ - يَسْرًا). Akar kata
tersebut terdiri atas tiga huruf, yaitu ya’ (ي), sin (س),
dan ra (ر)
mengandung beberapa makna, seperti ‘mudah’ sebagai antonim dari makna sulit.
Dari sini, lahir makna ‘kaya’ karena kekayaan itu bisa membuat orang mudah
melakukan banyak hal, demikian juga tangan kiri disebut yasar (يَسَار)
atau yadun yusra (يَدٌ
يُسْرَى) karena biasanya tangan kiri itu
lebih lemah dari tangan kanan. Makna dasar yang lain sebagaimana dikemukakan
oleh Ibnu Syumail menunjuk pada ‘pembagi-bagian daging hewan yang telah
dipotong’, tukang potongnya disebut yasir (يَاسِر) karena dialah
yang membagi-bagi daging itu dan daging hewan itu sendiri disebut maisir (مَيْسِر)
karena ia yang dibagi-bagi. Kemudian makna tersebut berkembang, sehingga orang
yang mengundi dan mempertaruhkan daging itu disebut yasir (يَاسِر
= yang bermain dan bertaruh) dan permainan itu sendiri disebut maisir (مَيْسِر),
dari sini berkembang kepada makna ‘judi secara umum’. Di dalam Alquran kata
maisir (مَيْسِر)
dan semua bentuk derivasinya berulang sebanyak 44 kali; sedangkan kata maisir (مَيْسِر)
sendiri hanya ditemukan pada tiga tempat, yaitu pada S. Al-Baqarah (2): 219 dan
Al-Ma’idah (5): 90 dan 91.
Untuk
memperjelas apa yang dimaksud maisir (مَيْسِر) pada ayat
tersebut, para mufasir merujuk pada contoh-contoh maisir (مَيْسِر)
yang dikenal orang Arab di masa jahiliyah seperti mengundi dengan azlam (اَزْلاَم),
yaitu menggunakan anak panah yang belum ada bulunya untuk menentukan apakah
akan melakukan sesuatu perbuatan yang penting, umpamanya ingin bepergian atau
kah tidak. Biasanya dengan menggunakan tiga anak panah, satu yang ditulisi
“tidak”, satu “ya”, dan satu yang tidak ditulisi apa-apa, kemudian ketiga anak
panah itu dimasukkan ke dalam Kabah lalu penjaga Kabah tersebut disuruh
mencabut salah satunya; kalau yang dicabut adalah yang tidak ada tulisannya
maka dia mencabut sekali lagi, tetapi kalau yang dicabut adalah yang
bertuliskan “ya” maka perbuatan yang hendak dilakukan itu diteruskan;
sedangkan, kalau yang dicabut adalah yang bertuliskan “tidak” maka perbuatan
tersebut tidak dilakukan. Ada juga yang tidak memasukkan undian semacam ini
sebagai maisir, meskipun perbuatan tersebut juga termasuk diharamkan
sebagaimana di dalam S. Al-Ma’idah (5): 90 dan perbuatan semacam itu disebut
azlam saja. Sedangkan, yang disebut maisir menurutnya, khusus undian yang
berkaitan dengan taruhan daging hewan yang juga biasanya menggunakan anak
panah. Anak panah maisir tersebut ada 11, tujuh di antaranya kalau menang, akan
mendapat bagian sesuai jumlah tanda yang ada pada anak panah itu, sebaliknya
kalau kalah ia wajib membayar sejumlah tanda yang ada pada anak panah itu dan
empat lainnya tidak mendapat bagian dan tidak mempunyai tanda.
Adapun Mujahid,
Muhammad bin Sirin, Al-Hasan, Ibnu Musayyab, Ata, Qatadah, Muawiyah bin Saleh,
Tawus, Ali, dan Ibnu Abbas mengatakan bahwa semua yang disertai taruhan seperti
permainan dadu dan catur termasuk maisir. Di
dalam riwayat yang lain Ali r.a. berkata bahwa catur itu termasuk maisir orang
‘ajam (orang asing).
Sebenarnya maisir itu, di samping
memiliki mudarat juga memiliki manfaat sebagaimana kita lihat pada contoh di
atas, tetapi mudaratnya itu lebih banyak daripada manfaatnya seperti disebutkan
pada S. Al-Baqarah (2): 219, ayat pertama di dalam Alquran yang menyinggung
mengenai maisir. Dan ini juga dijadikan sebagai salah satu illat oleh ulama
untuk menentukan suatu permainan, apakah ia termasuk maisir atau tidak.
Selanjutnya pada S. Al-Ma’idah (5):
90-91, di samping mengemukakan beberapa mudarat yang terdapat di dalam
permainan maisir, seperti permusuhan dan membuat lupa diri, tidak mengingat
Tuhan, juga secara tegas melarang dan mengharamkannya serta menganggapnya
sebagai perbuatan syetan yang harus dijauhi.
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..