Jumat, 23 Juni 2009
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
Allah membuka pintu-pintu ilmu bagi
hamba-hamba-Nya dengan diutusnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu
pintu ibadah kepada Allah serta pintu-pintu ilmu dalam mencari rizki di muka
bumi ini dari sisi yang halal. Maka tidak ada sesuatupun yang di butuhkan
manusia untuk mengetahui urusan dunia dan dalam agama kecuali Allah sudah
jelaskan semua kepada manusia, sehingga menjadilah mereka di atas jalan yang
putih bersih, malamnya seperti siangnya, dan tidaklah seseorang itu melenceng
darinya kecuali pasti binasa.
Wahai manusia, bertakwalah kalian
kepada Allah, dan bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat yang di berikan kepada
kalian, yaitu dengan diutusnya seorang Rasul kepada kalian, yang mana Rasul
tersebut membacakan ayat-ayat Allah kepada kalian, serta mensucikan kalian,
mengajari kalian Al-Qur’an dan Al-Hikmah ( As-sunnah ).
Dengan Rasul tersebut Allah
mengeluarkan kalian dari kegelapan kesyirikan dan kekufuran menuju ke cahaya
keadilan dan kebaikan, serta dari kegelapan kesedihan hati dan sempitnya dada
menuju kepada cahaya ketenangan dan lapang dada.
Allah Ta’aala berfirman :
“ Maka apakah orang-orang yang di
bukakan Allah hatinya untuk ( menerima ) agama Islam lalu ia mendapat cahaya
dari Tuhan-Nya ( sama dengan orang yang membantu hatinya ) ? “ ( QS. Az- Zumar
: 22 ).
Allah juga berfirman :
Alif lam raa. ( ini adalah ) kitab
yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengerluarkan manusia dari gelap gulita
menuju cahaya yang terang benderang dengan izin Tuhan mereka, ( yaitu ) menuju
jalan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Allahlah yang memiliki segala apa
yang ada di langit dan di bumi, dan celakalah bagi orang-orang kafir karena
siksaan yang sangat pedih. “( QS. Ibrahim : 1-2 ).
Allah mengutus nabi-nya Muhammad
shallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan manusia berada dalam kebodohan, lalu
beliau membuka pintu-pintu ilmu dalam mengenal Allah, nama-nama-Nya,
sifat-sifat serta perbuatan-Nya. Dam juga pintu-pintu ilmu untuk mengenal
makhluk-Nya yaitu permulaan dan akhir dari penciptaan manusia, serta hisab dan
pembalasan ( di hari kiamat ).
Allah Ta’aala berfirman : “Dan
sesungguhnya kami menciptakan manusia dari suatu sari pati ( berasal ) dari
tanah. Kemudian Kami jadikan sari pati itu menjadi air mani ( yang tersimpan )
dalam tempat yang kokoh ( yaitu rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan
segumpal darah, dan segumpal darah itu Kami jadikan dia makhluk yang (
berbentuk ) lain. Maka Maha Suci Allah, penciptaan yang paling baik. Kemudian
sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian
sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan ( dari kuburmu ) di hari kiamat.
“(QS. Al-Mu’minum:12-16 ).
Allah membuka pintu-pintu ilmu bagi
hamba-hamba-Nya dengan diutusnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu
pintu ibadah kepada Allah serta pintu-pintu ilmu dalam mencari rizki di muka
bumi ini dari sisi yang halal. Maka tidak ada sesuatupun yang di butuhkan
manusia untuk mengetahui urusan dunia dan dalam agama kecuali Allah sudah
jelaskan semua kepada manusia, sehingga menjadilah mereka di atas jalan yang
putih bersih, malamnya seperti siangnya, dan tidaklah seseorang itu melenceng
darinya kecuali pasti binasa.
Allah Ta’ala mengutus Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa salam ketika manusia bergelimang dengan berbagai macam
kesyirikan. Diantara mereka ada yang menyembah berhala, ada juga yang menyembah
Al-Masih ibnu Maryam ( Nabi Isa ‘alaihissalam ) dan ada yang menyembah
pepohonan dan batu-batuan. Kemudian Allah menyelamatkan mereka dari kebodohan
ini, yaitu dari beribadah kepada berhala-berhala untuk beribadah kepada Allah,
mentauhidkan-Nya, mengiklaskan ibadah hanya untuk Allah saja serta menunjukkan
kecintaan dan pengagungan kepada-Nya saja. Mka jadilah hamba tersebut ikhlas
dalam niatnya, ikhlas dalam mencintainya serta ikhlas dalam mengagungkannya,
baik lahir maupun batin.
Allah Ta’ala berfirman :
“Katakanlah, sesungguhnya sholatku,
sembelihanku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah semesta alam”. ( QS. Al-An’am
: 162 ).
Dalam firman-Nya yang lain : “ Maka
Tuhanmu adalah Tuhan yang Esa, kaerena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. “
( QS.Al-Hajj :34 ).
Demikanlah, Al-Qur’an dan sunnah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam datang utntuk merealisasikan tauhid dan
mensucikannya, ( yakni ) mensucikannya dari setiap kotoran-kotoran dan menutup
segala pintu yang dapat mengantarkan kepada kerusakan tauhid itu atau
melemahkannya. Sampai-sampai, ketika ada seseorang yang berkata kepada Nabi
shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Atas kehendak Allah dan kehendak anda.” Maka
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan : “Apakah kamu hendak menjadikan
aku sebagai tandingan bagi Allah ? Tetapi hendaknya km katakan : “Atas kehendak
Allah saja.” ( Hadits Hasan Riwayat Imam Ahmad ).
Dalam hadits ini Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam menngingkari laki-laki tersebut yang menggabungkan
masyi’ah ( kehendak ) Allah dan huruf yang menghendaki penyamaan antara
keduanya ( yakni faedah wawu athof yang berarti dan yang memberi faedah bahwa
kata yang di gabungkan itu memiliki nilai derajat atau kedudukan yang sama, ed
), dan menjadikan hal tersebut termasuk mengadakan tandingan ( sekutu )bagi
Allah, dan menjadikan tandingan bagi Allah itu adalah menyekutukan-Nya (
berbuat syirik ).
Demikian pula Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam mengharamkan seseorang bersumpah dengan selain Allah dan
menjadikan perbuatan tersebut termasuk ke syirikan. Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa salam bersabda : “ Barang siapa bersumpah dengan selain Allah, maka
dia telah kufur atau syirik. “( hadits Shohib Riwayat Imam At-Tirmidzi ).Yang
demikian itu karena bersumpah dengan selain Allah berarti mengagungkan yang
sesuai dengannya. Maka tidak boleh bagi seorang muslim mengatakan ketika
bersumpah “ demi nabi “ atau “ demi kehidupan nabi “ atau juga “ demi kehidupan
fulan “, akan tetapi hendaknya bersumpah denngan Allah saja atau diam.
Demikian pula ketika Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam di tanya tentang seorang yang bertemu dengan
saudaranya lalu mengucapkan salam padanya, apakah boleh membungkuk kepadanya (
ketika memberi salam ) ? Maka beliau menjawab : “Tidak “. ( HR.At-Tirmidzi ).
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang memberi salam sambil
membungkuk karena hal tersebut termasuk khudhu’ ( tunduk atau merendah ) yang
tidak boleh dilakukan kecuali kepada Allah saja, Dialah satu-satunya yang
berhak di sujudi dan di ruku’i. Dan sujud ketika memberikan salam di
perbolehkan hanya pada syari’at sebelum kita. Akan tetapi syari’at ( Islam )
ini adalah syari’at yang sempurna, syari’atnya Muhammad shalallahu ‘alaihi wa
sallam melarangnya dan mengharamkan kecuali untuk Allah saja.
Dan di dalam sebuah hadits di
kisahkan bahwa Mu’adz bin jabal datang ke syam dan menjumpai mereka ( penduduk
syam ) bersujud ( yakni membungkuk ketika salam,ed ) kepada pemimpin- pemimpin
mereka, dan hal itu terjadi sebelum mereka masuk Islam. Tatkala Mu’adz dari
syam ( yakni ketika sampai di madinah, ed ), dia sujud kepada Nabi shalallahu
‘alaihi wa sallam, lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “ Apa ini
wahai Mu’adz ? “ Lalu Mu’adz berkata : “Aku melihat mereka ( penduduk Syam )
sujud kepada pemimpin-pemimpin mereka, Anda lebih pantas untuk disujudi (
daripada pemimpin-pemimpin mereka ) “. Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda : Seandainya aku ( dibolehkan ) memerintahkan seseorang untuk sujud
kepada orang lain, niscaya aku akan perintahkan perempuan ( yakni para istri
)untuk sujud kepada suaminya. “( HR.Ibnu Majah ).
Hal tersebut di kaerenakan besarnya
hak suami terhadap istrinya.
Imam An-Nasa’I meriwayatkan dengan
sanad yang jayyid ( bagus ) dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, bahwasanya
sekelompok manusia datang kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata
: “ Wahai rasulullah, wahai orang yang terbaik dan anaknya yang terbaik, wahai
tuan kami dan anaknya tuan kami.” Lalu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda : “Wahai manusia, ucapkanlah dengan ucapan kalian, dan janganlah
syetan menggoda kalian. Aku adalah Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku
tidak senang kalian mengangkat aku di atas kedudukanku yang telah Allah
tentukan bagiku.”
Dan di antara upaya Rasulullah
shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk menutup jalan-jalan kesyirikan adalah tidak
membiarkan di dalam rumah gambar-gambar yang di sembah selain Allah atau yang
di agungkan untuk di ibadahi. Dalam Shahih Bukhori dari ‘Aisyah radhiyallahu
anha, beliau berkata : “Tidaklah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan
dalam rumahnya sesuatu yang di dalamnya ada salib kecuali menghancurkannya.”
Salib adalah tanda yang digunakan
oleh orang-orang Nashoro sebagai syiar agama mereka dan di sembah-sembah. Dan
definisi salib sebagaimana terdapat dalam kanus Al-Munjid adalah semua yang
berbentuk dua garis yang saling memotong dan maknanya adalah garis lurus (
vertical ) yang di potong oleh garis yang kesamping ( horizontal ), sama yang
di potong itu di tengah atau di atas.
Orang-orang Nashoro menyangka bahwa
Al-Masih bin Maryam itu disalib setelah dia di bunuh, maka Allah membantah
anggapan tersebut dalam firmannya : “Tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula
mereka menyalibnya, akan tetapi ( yang mereka bunuh adalah ) yang diserupakan
dengan Isa bagi mereka.” ( QS.An-Nisa : 157-158 ).
Orang-orang Nashoro mengagungkan
salib, mereka meletakkannya di mihrab-mihrab mereka dan menggantungkannya di
leher-leher mereka. Padahal termasuk dari petunjuk Rasulullah shalallahu
‘alaihi wa sallam adalah menghilangkan apa saja yang ada salibnya dalam rangka
menjaga tauhid dan menjauhi penyerupaan kepada selain muslimin. Karena
musuh-musuh islam dalam rangka menghancurkan Islam, mereka menyerang kaum
muslimin, baik anak-anak maupun orang dewasa ( bahkan musik dan lagu-lagu
rohani orang-orang Nashoro juga memenuhi perabot perabot rumah tangga dan
mainan anak-anak,ed ) Laa haula walaa quwwata illa billahi, inna lillahi wainna
ilaihi raji’un.
Semoga Allah menjaga Agama kita
serta menghidupkan hati kita yang telah lalai. Amin Ya Robbal ‘Alami.
Maraji’ : Majmu Fatawa Syaikh
Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin jilid VI, diterjemahkan oleh Ustadz Muhammad
Irfan.
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..