Sabtu, 10 Juni 2011
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
Sesungguhnya orang-orang yang
shiddiq (benar) dalam niatnya, ikhlash dalam ilmunya, memelihara amalannya,
mereka akan selalu terbimbing untuk menjalankan kebenaran dan dijauhkan dari
seluruh kejelekan dan kejahatan dalam beramal.
. Adapun orang-orang yang dihiasi
dengan pakaian yang berlawanan dengan keadaan tersebut, maka akan mendapatkan
balasan yang setimpal dengan perbuatannya.
Wahai saudara-saudaraku kaum
muslimin, sesungguhnya pembicaraan tentang ilmu agama Allah 'Azza wa Jalla
adalah pembahasan yang sangat besar dan luas. Tetapi, wajib bagi kita
memperhatikan perkara amal setelah kita berilmu. Sebagaimana diriwayatkan dari
para salafuna sholih radliyallaahu’anhum. "Ilmu adalah pohon, buahnya
adalah amal". Pohon tanpa buah apakah berfaedah dan memberikan kebaikan ?!
ataukah hanya berfungsi sebagai hiasan saja. Luarnya menampakkan keindahan dan
rahmat, akan tetapi batinnya berada dalam ancaman adzab Allah 'Azza wa Jalla.
Demikianlah wahai kaum muslimin..,
Kita melihat mereka yang menyelisihi jalan yang ditempuh para 'ulama. Jauh dari
bimbingan kitabnya Dzat yang di atas samaa' (langit). Jauh dari sunnahnya
pemimpin Al Anbiya' (yaitu Rasulullah’alaihishalaatu wasallam).
Mereka dalam keadaan tidak bertambah
sedikitpun ilmunya, amalnya, ketaatannya, iltizamnya (berpegang teguh kepada
ilmu agama), demikian juga dakwahnya. Pada akhirnya kebenaran tenggelam akibat
penyimpangan yang mereka lakukan. Tetapi, ilmu agama Allah 'Azza wa Jalla
senantiasa berkibar benderanya, tinggi kedudukannya, dan tegar bangunannya yang
selalu dibawa para ahlul haq ('ulama yang berpegang teguh di atas kebenaran Al
Quran dan As- Sunnah).
Tidak menutup kemungkinan bahwa kebenaran
pada saat ini didasari pada banyaknya pengikut !!! Atau dengan banyaknya
pengikut itu menunjukkan bahwa mereka di atas kebenaran ! Padahal sesungguhnya
dalil seseorang berada di atas al haq adalah hujjahnya.
Keterangan seseorang di atas al haq
adalah dalil-dalilnya. Cahaya seseorang di atas al haq adalah kejelasannya.
Dari sinilah, meskipun jumlah ahlul
haq sedikit, tetapi mereka adalah golongan yang paling kuat hubungannya dengan
Allah 'Azza wa Jalla. Karena mereka senantiasa mencari dan meminta pertolongan
kepada Allah 'Azza wa Jalla ! Menyerahkan seluruh perbuatannya hanya kepada
Allah 'Azza wa Jalla. Ilmu, amal, ucapan, dan keyakinan mereka sandarkan hanya
kepada Allah 'Azza wa Jalla.
Adapun selain ahlul haq, sedikitpun
mereka tidak bersandar di atas hukum Al-kitab dan As- sunnah. Tetapi bersandar
pada hawa nafsu, perasaan, semangat tinggi individualisme, pemikiran guru/
ustadz/syaikhnya. Apabila telah datang bimbingan dari para 'ulama ahlussunnah,
sedikitpun mereka tidak menoleh dan tidak pula mengangkat kepalanya untuk
menjalankannya.
Ilmu robbani adalah ilmu yang
menghantarkan seorang hamba kepada robbnya. Ilmu robbani adalah ilmu yang hanya
bertujuan meraih keridhoan Allah Tabaroka wa Ta'aala. Dengan demikian,
jadikanlah keridhoan, amalan, dan perbuatanmu hanya untuk mencari keridhoan
Allah karena sesungguhnya keridhoan manusia tidak kekal selamanya dan akan
berubah, sedang ridho Alloh akan kekal selamanya.
Apabila dikatakan oleh seseorang,
"Ini adalah perkara yang baik !" Ada orang lain yang berkata,
"Ini perkara baik dipandang dari segi demikian." Berkata orang
ketiga, "Ini adalah perkara yang jelek." Berkata orang keempat,
"Ini adalah demikian dan demikian." Setiap orang akan berkata dan
berkomentar dengan akalnya !!! Setiap orang akan berkata dan berkomentar dengan
hawa nafsunya !!! Apabila kita berselisih dalam suatu perkara ! Kemana akan
kita kembalikan ?! Apakah kita kembalikan kepada dasar pemikiran dan akal ?!
Tidak demi Allah !!! Kita kembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana
Allah berfirman yang artinya:
"Apabila kalian berselisih
pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya
(Al-Quran dan As-sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari
akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya
(balasannya)". (Q.S. An Nisaa' : 59)
Mustahil kita bisa mengembalikan
kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu’alaihi wasallam, apabila kita berselisih
padahal kita sebagai orang-orang yang mubtadiin (baru belajar agama) ! Dengan
kuatnya kita berpegang teguh dan mengembalikan kepada dasar pemikiran akal-akal
kita ! Dengan kuatnya kita ta'ashub (fanatik tanpa dalil) kepada ucapan-ucapan
kita dalam keadaan kita tidak tahu hukumnya secara syar'i ! Dalam keadaan kita
tidak bisa memahami suatu hukum syar'i yang disebabkan cekak dan dangkalnya
akal kita.
Maka, bimbingan para 'ulama adalah
sebagai perkara asas di dalam kita mengembalikan perselisihan di atas kebenaran
Al-Quran dan As-Sunnah karena 'ulama ahlussunnah adalah golongan yang paling
'alim dengan sunnah Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam. Para imam ahlul haq
adalah golongan yang paling 'alim dengan al haq. Ini bukan perkara dusta dan
dakwaan belaka, tetapi merekalah orang-orang yang telah dipersaksikan keadilan,
ilmu, kesabaran, keistiqomahan dakwah, dan iltizamnya kepada ilmu agama Allah
dengan rentang waktu yang sangat panjang. Mereka adalah para da'i kebenaran.
Apabila kita memperhatikan, pada
saat ini, orang-orang yang demikian jumlahnya sangat sedikit. Ketika nabi shallallahu’alaihi
wasallam bersabda :
عليكم
بالجماعة
"Tetaplah kalian di atas Al
Jama'ah".
Maka berkata Abdulllah bin Mas'ud
radliyallahu’anhu : "Al Jama'ah adalah seseorang yang berada di atas
kebenaran meskipun sendirian.”
Seseorang yang berada di atas al haq
(sebagai pengikut rasul dan para shohabatnya), maka dia itu adalah Al Jama'ah,
meskipun ia sendiri.
Maka, janganlah kalian terkecoh
dengan ketenaran nama-nama !!!!! Gemerlapnya harta dunia ! Jadilah kalian
orang-orang yang selalu dihiasi dan berdiri di atas ilmu, berdakwah kepada dan
dengannya. Dan itu semua harus di atas dasar ikhlash dan mengikuti sunnah
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.
Apabila telah jelas atas kita, wahai
saudara-saudaraku kaum muslimin, seluruh asas dan kaidah tersebut di atas, maka
kita pasti mengetahui hakikat ilmu agama Allah dan hakikat 'ulama. Demikian
juga kita pasti mengetahui orang-orang yang menyelisihi ilmu agama Allah dan
para 'ulama.
Dengan ilmu agama Allah kita akan
mengetahui bisikan syaithon yang selalu menjerumuskan kepada jalan kesesatan.
Dengan ilmu agama Allah kita akan menjadi orang-orang yang siap membunuh
syubhat dan syahwat. Akan tetapi, apabila tidak jelas asas dan kaidah tersebut
atau kita menjadi golongan yang buta dan tuli, maka kita akan menjadi orang-orang
yang sesat, merugi dan celaka !
Wajib bagi kita untuk selalu berdo'a
kepada Allah 'Azza wa Jalla agar senantiasa istiqomah di atas al haq. Dan ini
yang diajarkan oleh Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam. Beliau adalah seorang
rasul. Beliau meminta dan berdo'a kepada Allah agar senantiasa berada di atas
jalan yang lurus ! Beliau adalah sebagai qudwah hasanah yang sempurna !
Maka seyogyanya bagi kita lebih
muhasabah diri dalam mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Jangan sekali-kali kita menyimpang
dari contoh yang telah beliau shallallahu’alaihi wasallam ajarkan disebabkan
oleh perasaan, semangat tinggi individualisme, syubhat, dan syahwat. Wajib bagi
kita bersungguh-sungguh dengan sekuat kemampuan untuk mengembalikan seluruh amalan
di atas dasar ikhlash dan mutaba'ah (mengikuti sunnah Nabi shallallahu’alaihi
wasallam).
Sebagaimana firman Allah 'Azza wa
Jalla yang artinya :
"Dan orang yang berjihad untuk
(mencari keridhoan) Kami, benar benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan
Kami. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik,". (Q.S. Al
'Ankabut : 69)
Demikian juga sabda Rasulullah
shallallahu ‘alahi wasallam:
المجاهد من
جاهد هواه في ذات الله
"Seorang mujahid adalah mereka
yang berjihad untuk memerangi hawa nafsunya
dalam rangka menuju Dzat-nya
Allah".
(Tamat)
(HR. Ahmad juz IV/102, Abu Dawuud
juz V/5-6 no. hadits 4597, Ad Daarimi juz II/314, dan yang lainnya dengan
lafadz yang berbeda. Hadits shohih lihat mauqif juz I/49 oleh Syaikh Ibrohim
ArRuhaily).
(Diterjemahkan dari Kaset Dakwah
Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali bin ‘Abdil Hamid Oleh Al Ustadz Abu’Isa Nur
Wahid)
Sumber : Buletin Da'wah Al Atsary,
Semarang Edisi X/Th.I
Dikirim oleh Al Akh Dadik via Email
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..