Oleh
: Masduki Ibnu Zeayah
Kata ghufrân
(غُفْرَانٌ)
adalah bentuk masdar dari ghafara, yaghfiru, ghafran, wa ghufran wa
ghufrânan wa maghfirah (غَفَرَ
يَغْفِرُ غَفْرًا وَغُفْرَانًا وَمَغْفِرَةً).
Makna asal dari kata ghafr (غَفْر) ialah as-satr
(السَّتْرُ
= tutup). Umpamanya, ghafarats tsaub (غَفَرَ الثَّوْب = kain tertutup),
yaitu apabila bulu kain tersebut timbul sehingga menutupi permukaannya, li
anna az-zi‘bara yugathi wajha ats-tsaubi (لِأَنَّ الزِّعْبَرَ يُغَطِّى وَجْهَ الثَّوْبِ).
Ghafara asy-syaiba bi al-khidhab (غَفَرَ الشَّيِبَ بِالخِضَابِ)
maksudnya ialah “dia menutup uban dengan inai (alat pewarna rambut)”. Bila
dikatakan ghafara al-matâ‘ fi al-inâ’, (غَفَرَ الْمَتَاع فِى اْلإِنَاءِ)
maka maksudnya ialah “dia memasukkan harta benda ke dalam wadah serta
menutupnya”. Kalimat gafara Allâhu lahû dzanbahu gafran wa gufrânan wa
magfirah (غَفَر
اللهُ لَهُ ذّنْبَهُ غَفْرًا وَغُفْرَانًا وَمَغْفِرَةً),
maksudnya ialah satarahu wa ‘afa ‘anhu (سَتَرَهُ وَعَفَى عَنْهُ
= Allah menutupi [kesalahannya] dan mema'afkannya). Shigatun mubalaghah
dari kata ghufrân (غُفْرَانٌ)
adalah ghafûr (غَفُوْرٌ)
dan ghaffâr (غَفَّارٌ).
Ada beberapa
kata yang seasal dengan kata ghufrân (غُفْرَانٌ), misalnya ghufâr
(غُفَارٌ)
yang berarti “rambut halus lagi pendek” seperti bulu yang terdapat di atas dagu
(jenggot), di atas dahi, pundak, betis wanita dan sebagainya. Ghifâr (غِفَارٌ)
berarti “tanda-tanda yang terdapat di atas pelipis”. Ghifârah (غِفَارَةٌ)
berarti “sepotong kain yang dipakai wanita untuk menutup kepalanya”. Al-ghifr
(اَلْغِفْرُ)
berarti “anak sapi betina”. Al-Ghufr (اَلْغُفْرُ) berarti “anak
kambing hutan/kambing gunung yang jantan”.
Berangkat dari
pengertian lughawi tersebut, Ar-Ragib Al-Asfahani mengartikan kata ghufrân
wa magfirah min Allâh (غُفْرَانٌ
وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللهِ) dengan
“perlindungan Allah terhadap hamba-Nya dari sentuhan azab” – huwa an yashûna
al-‘abda min an yamassahu al-‘adzâbu (هُوَ أَنْ يَصُوْنَ الْعَبْدَ مِنْ أَنْ يَمَسَّهُ الْعَذَابُ).
Kata gufrân
(غُفْرَانٌ)
disebut satu kali di dalam Alquran, yaitu di dalam S. Al-Baqarah [2]: 285,
sedangkan kata magfirah (مَغْفِرَةٌ) disebut sebanyak
28 kali, antara lain di dalam S. Al-Baqarah [2]: 175, 221, 263, dan 268, S. Ali
‘Imran [3]: 133, 136, dan 157, S. An-Nisa’ [4]: 96, serta S. Al-Mâ’idah [5]: 9.
Dalam bentuk fi‘l mâdhi, kata itu disebut 9 kali, antara lain di dalam
S. An-Nisâ’ [4]: 64 (2 kali), S. آli ‘Imrân [3]: 135, S. Shad [38]: 24, dan S. Al-Munâfiqûn
[63]: 6. Dalam bentuk fi‘l mudhâri‘ disebut 60 kali, antara lain di
dalam S. Al-Baqarah [2]: 284, S. آli ‘Imrân [3]: 31, 129, dan 135, serta S. An-Nisâ’ [4]:
48 (2 kali), 116 (2 kali), 137, dan 168. Di dalam bentuk fi‘l amr
disebut 36 kali, antara lain di dalam S. Al-Baqarah [2]: 286. Kata ghâfir
(غَافِرٌ), dalam bentuk ism fâ‘il mufrad, disebut satu kali,
yaitu di dalam S. Ghâfir [40]: 3; dalam bentuk ism fâ‘il jama‘, satu
kali, yaitu di dalam S. Al-A‘râf [7]: 155. Kata ghafûr (غَفُوْرٌ) dan ghafûran (غَفُوْرًا) disebut 91
kali, antara lain di dalam S. Al-Baqarah [2]: 173, 182, 192, 199, 218, 225, dan
235. Sementara itu, kata ghaffâr (غَفَّارٌ) hanya disebut
satu kali, yaitu di dalam S. Nûh [71]: 10.
Kata ghufrân
(غُفْرَانٌ) di dalam S. Al-Baqarah [2]: 285 merupakan doa orang mukmin
agar dosa mereka diampuni. Ini didahului dengan pengakuan dan pernyataan
penyerahan diri serta taat kepada Allah tanpa rasa kesal sedikit pun, diiringi
dengan keyakinan bahwa tempat kembali mereka adalah Allah. Demikian menurut
uraian Sayyid Qutub. Menurut Az-Zajjaj sebagaimana yang dikutip Al-Qurtubi,
kata ghufrân (غُفْرَانٌ) sepola dengan kata kufrân (كُفْرَانٌ) dan khusran (خُسْرَأنٌ). Sebelum kata
ghufrân (غُفْرَانٌ) ada fi‘l (kata) yang disisipkan. Lengkapnya kata itu
berbunyi ighfir ghufrânaka (اِغْفِرْ عُفْرَانَكَ). Menurut ulama lain, maksud kata itu ialah ‘kami mengharap dan
meminta ampunan-Mu’ – nathlubu au nas’alu ghufrânaka (نَطْلُبُ أَوْ نَسْأَلُ غُفْرَانَكَ).
Muhammad
Abduh, sebagaimana ditulis Rasyid Ridha, menjelaskan maksud ayat ini, yaitu
mereka meminta kepada Allah, kiranya Allah mengampuni kesalahan diri mereka
yang menjadi penghalang untuk mencapai derajat yang sempurna sesuai dengan
kehendak iman. Lebih lanjut Muhammad Abduh menambahkan, kata ghufrân (غُفْرَانٌ) di dalam ayat ini sama artinya dengan maghfirah (مَغْفِرَةٌ) yang berarti as-satr (السَّتْرُ = tutup),
yaitu penutup dosa. Penutupan dosa dilakukan dengan cara tidak mencela pelakunya di dunia dan
meninggalkan balasannya di akhirat nanti. Ini diperoleh antara lain dengan cara
bertaubat dan mengiringi amal kejahatan dengan amal kebaikan, serta berdoa bagi
penambahan iman. Dengan jalan itu bekas-bekas dosa akan terhapus dari diri di
dunia serta diharapkan ia kembali kepada Allah di akhirat dalam keadaan suci
bersih.
Di dalam tafsir
Al-Mîzân dikatakan, ghufrânuhu aw maghfiratuhu (غُفْرَانُهُ أَوْ مَغْفِرَتُهُ
= ampunan Allah) dijadikan dasar untuk menolak azab dengan menutup
kekurangan-kekurangan di dalam pelaksanaan ibadah. Ini akan tampak dengan jelas
waktu seorang hamba kembali kepada Tuhannya.
Kata maghfirah
(مَغْفِرَةٌ)
di dalam S. Al-Baqarah [2]: 175 digunakan di dalam konteks pembicaraan mengenai
orang-orang yang membeli/menukar petunjuk dengan kesesatan dan maghfirah
(مَغْفِرَةٌ
= ampunan) dengan siksa. Kata maghfirah (مَغْفِرَةٌ)
di dalam Ayat 221 surat ini digunakan dalam konteks pembicaraan tentang
larangan kawin dengan orang-orang musyrik, laki-laki atau pun perempuan, karena
mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan memberikan maghfirah
(مَغْفِرَةٌ
= ampunan).
Semua kata maghfirah
(مَغْفِرَةٌ)
di dalam Alquran berarti “ampunan”, kecuali kata maghfirah di dalam S.
Al-Baqarah [2]: 63, yang lebih tepat diartikan “maaf” karena berlaku di antara
sesama manusia. Ayat ini berkaitan dengan masalah sedekah, perkataan yang baik
dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu
yang menyakiti (perasaan si penerima).
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..