Oleh : Masduki Ibnu Zeayah
Secara bahasa,
kata ghaib (غَيْبٌ)
berarti ‘tertutupnya sesuatu dari pandangan mata’. Karena itu, matahari ketika
terbenam atau seseorang yang tidak berada di tempat juga disebut ghaib (غَيْبٌ).
Secara singkat dapat dikatakan bahwa ghaib (غَيْبٌ)
adalah lawan “nyata”.
Ghaib (غَيْبٌ)
secara terminologis berarti ‘sesuatu yang tidak bisa dijangkau manusia’,
kecuali bila diinformasikan oleh Allah dan rasul, atau sesuatu yang tidak
diketahui kecuali oleh Allah.
Ghaib (غَيْبٌ)
di dalam pengertian pertama disebut ghaib nisbi (غَيْبٌ نِسْبِيٌّ
= gaib relatif). Ghaib (غَيْبٌ) di dalam
pengertian kedua disebut ghaib muthlaq (غَيْبٌ مُطْلَقٌ
= gaib mutlak). Termasuk kepada gaib mutlak ini Tuhan, para malaikat, arwah manusia
yang telah berpisah dari kehidupan yang bersifat jasmani, dan lain-lain.
Kata lain yang
seakar dengan kata ghaib (غَيْبٌ) ialah ghîbah
(غِيْبَةٌ),
yang berarti ‘gunjing’, yaitu menyebut aib orang lain di belakangnya. Ghayâbun
(غَيَابٌ)
berarti ‘kubur’. Ghâbah (غَابَةٌ) berarti ‘rimba
atau hutan’. Ghayâbah (غَيَابَةٌ)
berarti ‘dasar’, seperti dasar telaga dan sumur.
Kata ghaib
(غَيْبٌ)
di dalam bentuk mufrad (tunggal) diulang sebanyak 49 kali di dalam
Al-Qur’an, antara lain di dalam QS. Al-Baqarah [2]: 3 dan 33, QS. آli ‘Imrân [3]: 44 dan 179, serta QS. An-Nisâ’ [4]: 34. Di dalam bentuk
jamak (plural) ghuyûb (غُيُوْبٌ)
diulang empat kali, yaitu di dalam QS. Al-Mâ’idah [5]: 109 dan 116, QS.
At-Taubah [9]: 78, serta QS. Sabâ’ [34]: 48. Di dalam bentuk ism fâ‘il (ghaibîn
[غَائِبِيْنَ])
diulang tiga kali, yaitu di dalam QS. Al-A‘râf [7]: 7 serta QS. An-Naml [27]:
20 dan QS. Al-Infithâr [82]: 75. Kata ghayâbah (غَيَابَةٌ)
diulang dua kali, yaitu di dalam QS. Yûsuf [12]: 10 dan 15.
Kata ghaib
(غَيْبٌ)
di dalam QS. Al-Baqarah [2]: 3 disebut di dalam konteks pembicaraan mengenai
ciri-ciri orang muttaqîn (مُتَّقِيْنَ), yang antara
lain beriman atau percaya kepada yang gaib. Al-Qurthubi di dalam tafsirnya,
mengemukakan bahwa telah timbul perbedaan pendapat di dalam menakwilkan kata
ghaib (غَيْبٌ).
Menurut satu pendapat, ghaib (غَيْبٌ) ialah Allah swt.
Ada yang mengatakan, qadhâ’ (قَضَاءٌ) dan qadar
(قَدَرٌ).
Sebagian lagi mengatakan, ghaib (غَيْبٌ) di sini ialah
Al-Qur’an dan apa yang terdapat di dalamnya mengenai ghaib (غَيْبٌ).
Ada lagi yang berpendapat, ghaib (غَيْبٌ) ialah setiap apa
yang diinformasikan oleh rasul Allah swt, namun tidak terjangkau oleh
pancaindra manusia, seperti tanda-tanda kiamat, azab kubur, berhimpun (di
padang mahsyar), berbangkit, titian shirâthal mustaqîm, mîzân (timbangan
amal), serta surga dan neraka. Menurut penilian Ibnu Atiyah, pendapat-pendapat
tersebut di atas sebenarnya tidak bertentangan karena kata ghaib (غَيْبٌ)
boleh jadi mencakup semua itu.
Kata ghaib
(غَيْبٌ)
dikaitkan dengan ilmu Allah yang mengetahui apa yang gaib dan apa yang nyata.
Ini disebutkan antara lain di dalam QS. Al-Baqarah [2]: 33 QS. Al-An‘âm [6]: 59
dan 73, QS. At-Taubah [9]: 94 dan 105, QS. Yûnus [10]: 20, serta QS. Hûd [11]:
123.
Kata ghaib
(غَيْبٌ)
juga dihubungkan dengan pernyataan Nabi, bahwa beliau tidak dapat mengetahui
hal-hal gaib, seperti tersebut di dalam QS. Al-An‘âm [6]: 50, QS. Al-A‘râf [7]:
188, QS. Hûd [11]: 31, dan QS. Yûsuf [12]: 81.
Kata ghaib
(غَيْبٌ)
di dalam QS. Yûsuf [12]: 52 diartikan sebagai ‘belakang’, yaitu sesuai dengan
konteksnya bahwa Yusuf tidak berkhianat kepada raja Mesir (‘Aziz) di belakangnya
(maksudnya waktu raja sedang keluar atau tidak berada di rumah), demikian juga
pada QS. An-Nisâ’ [4]: 34 yang menguraikan sifat perempuan-perempuan yang
saleh/taat.
Kata ghaib (غَيْبٌ)
di dalam QS. Fathir [35]: 18 diartikan sebagai ‘sendirian’ atau ‘di tempat yang
tersembunyi’. Ada mufasir memahaminya bahwa mereka takut kepada Allah meskipun
mereka tidak melihat-Nya. Pengertian seperti ini juga terdapat di dalam QS.
Yâsîn [36]: 11, QS. Qâf [50]: 33, QS. Al-Hadîd [57]: 25, dan QS. Al-Mulk [67]:
12.
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..