Senin, 23 Januari 20011
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
بسم الله
الرحمن الرحيم
1) Berpegang teguh dengan Al Quran
dan As Sunnah dalam segala perkara khususnya ketika terjadi perbedaan pendapat.
Allah berfirman :
“Maka jika kalian berbeda pendapat
dalam satu perkara, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul- Nya jika kalian
beriman kepada Allah dan hari akhir”
( QS. An Nisa : 59 )
2) Memahami Al Quran dan As Sunnah
dengan pemahaman para shahabat dan yang mengikuti mereka dengan baik dan tidak
dipahami sesuai dengan hawa nafsu maupun tokoh tertentu.
Allah berfirman :
“Generasi pertama shahabat muhajirin
dan anshor serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah meridloi
mereka dan merekapun ridlo kepada Allah dan Allah siapkan untuk mereka
surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai mereka kekal di dalamnya
itulah keberuntungan yang besar”
( QS. At Taubah : 100 )
3) Tetap istiqomah di atas kebenaran
Al Quran dan As Sunnah walaupun dihina dan dijauhi oleh masyarakatnya,
Rasulullah bersabda :
“Akan senantiasa ada sekelompok
orang dari umatku yang terang-terangan di atas kebenaran, tidaklah membahayakan
mereka orang-orang yang menghina mereka sampai datang perintah Allah (angin
dingin yang mencabut nyawa setiap orang yang memiliki keimanan menjelang
kiamat)”
( HR. Imam Muslim )
4) Tidak taqlid kepada madzhab atau
tokoh tertentu tetapi melihat dalil yang dipakai. Bila sesuai dengan Al Quran
dan As Sunnah, diterima. Bila tidak, maka ditolak siapapun yang mengucapkannya.
Imam Malik, Rahimahullah berkata :
“Setiap orang bisa diambil ucapannya
dan bisa ditolak kecuali Nabi ”
( Minhaj Al Firqoh An Najiyah : 10 )
5) Tidak pilih-pilih syariat, semua
perintah Allah dan Rasul-Nya dilaksanakan semampunya dan semua larangan
ditinggalkan tanpa terkecuali.
Allah berfirman :
“Apa saja yang dibawa oleh Rasul
untuk kalian maka ambillah dan apa saja yang dilarang maka tinggalkanlah”
( QS. Al Hasyr : 7 )
6) Hanya menggunakan hadits - hadits
shahih dan tidak menggunakan hadits - hadits dloif ( lemah ) dan maudlu’ (
palsu ), karena yang dloif ( lemah ) dan maudlu’ ( palsu ) itu merupakan bentuk
berdusta atas nama Rasulullah . Beliau bersabda :
“Barang siapa berdusta atas namaku
dengan sengaja maka hendaklah menempati tempat duduknya di neraka”
( HR. Imam Muslim dan lainnya )
7) Menegakkan seluruh jenis tauhid
dan memberantas segala jenis syirik, karena ini adalah inti dakwah para Nabi
dan Rasul .
Allah berfirman :
“Sungguh kami telah mengutus pada
setiap umat seorang rasul untuk menyeru ( kepada umatnya ) beribadahlah hanya
kepada Allah ( tauhid ) dan jauhilah sesembahan selain Allah ( syirik )”
( QS. An Nahl : 36 )
8) Menegakkan Sunnah ( ajaran
Rasulullah ) dan memberantas segala jenis kebid’ahan, Rasulullah bersabda :
“Wajib atas kalian berpegang teguh
dengan sunnahku dan sunnah khulafaur-rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku,
gigitlah dengan gigi geraham ( pegang erat-erat dan jauhilah perkara-perkara
baru yang tidak diajarkan agama, karena hal itu bid’ah dan setiap bid’ah itu
sesat )”
(HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, At
Tirmidzi, Ibnu Majah dishohihkan syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ )
9) Mendidik generasi umat dengan
pendidikan yang sesuai dengan pendidikan Rasulullah dan para shahabatnya .
10) Giat menuntut ilmu syariat.
Karena mereka yakin dengan ilmu ini dapat mengetahui dan mencontoh seluruh
ajaran Rasulullah secara terperinci.
و الله
أعلم بالصواب
Al Ustadz Abu Ilyas Su’aidi As
Sidawi
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..