Senin, 08 Mei 2010
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
Disusun dengan metode Tanya jawab
oleh :
As Syaikh Muhammad At Thoyyib Al
Anshori.
Diteliti dan ditahrij hadits-haditsnya
oleh Shalih Bin Abdillah Al ‘Ashiimy
Muqaddimah
Segala puji bagi Allah Rabb semesta
alam. Shalawat serta salam untuk nabi dan rasul yang termulia, juga untuk
keluarga dan para shahabatnya semua. Amma ba’du.
Ini adalah sebuah bingkisan yang
diberkahi terhadap kitab “Ats Tsalatsatu Ushul wa Adilatuha“ milik Al Imam Al
Mujaddid Muhammad bin Abdil Wahhab ( wafat th.1206 H ) Rahimahullah, yang telah
ditulis oleh pena seorang yang alim Al Fadhil Muhammad At Thoyyib Al Anshori Al
Madini ( Wafat th. 1362 H ) Rahimahullah. Beliau menyusunnya dalam bentuk tanya
jawab untuk mempermudah bagi para penuntut ilmu. Dan membantu bagi yang
berhasrat mengambil ilmu. Kemudian aku sangat berkeinginan untuk mencetaknya
dalam sebuah kemasan yang baru agar tersebar manfaatnya dan meluas dampak
baiknya maka akupun menaruh perhatian untuk membenarkan huruf-hurufnya dan
menata baris-barisnya dan mentahrij ayat-ayat serta hadits- haditsnya. Juga
memberikan keterangan pada tempat-tempat yang diperlukan.
Semoga Allah memberikan manfaat
dengan keberadaannya, memberikan apa yang menjadi tujuan pengarangnya. Allah
penolang kita dan dia adalah sebaik-baik penolong.
10-8-1412 H
Ditulis oleh : Abu ‘Amr Shalih Al
‘Ashiimy
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang. Kepada-Nya kita mohon pertolongan.
Sholawat dan salam semoga tercurah
kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para shahabatnya semua.
S : Apa empat masalah yang wajib
bagi setiap manusia untuk mempelajarinya ?
J : Pertama : Ilmu yaitu mengenal
Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal Agama Islam dengan dalil-dalilnya.
Kedua : Amal yaitu mengamalkan ilmu
tersebut
Ketiga : Dakwah yaitu Mendakwahkan
ilmu tersebut
Keempat : Sabar yaitu Bersabar atas
berbagai ganguan dan rintangan dalam menuntut ilmu, beramal serta berdakwah.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
بسم الله
الرحمن الرحيم (وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْأِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ .إِلَّا الَّذِينَ
آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا
بِالصَّبْرِ ( العصر:١- ٣ )
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan
nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al ‘Ashr : 1-3)
S : Apa
perkatan Imam As Syafi’i رحمه الله تعالى tentang surat ini ?
J : "
لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم
“Seandainya Allah tidak menurunkan
satu hujjah kepada makhluknya kecuali surat ini niscaya telah cukup bagi
mereka”
S : Apakah perkataan dan perbuatan
itu sebelum ilmu ataukah ilmu terlebih dahulu sebelum keduanya ?
J : Ilmulah yang sebelum keduanya
dengan dalil firman Allah Ta’ala :
(فَاعْلَمْ
أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِك وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ)(محمد:
١٩)
“Maka Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya
tidak ada Ilah (sesembahan yang haq) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi
dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan”. (QS.
Muhammad : 19)
Maka Allah memulai perintah untuk
berilmu sebelum berkata dan berbuat. Demikian dikatakan Imam Al Bukhari.
S : Apa tiga masalah yang wajib
dipelajari sekaligus diamalkan ?
J : ( Pertama ) : Sesungguhnya Allah
telah telah menciptakan kita dan memberikan rizki kepada kita dan tidak
meninggalkan kita secara percuma begitu saja akan tetapi Allah mengutus Rasul
kepada kita maka barang siapa yang mentaati rasul pasti masuk surga namun siapa
yang mendurhakainya pasti masuk neraka.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(إِنَّا
أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولاً شَاهِداً عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى
فِرْعَوْنَ رَسُولاً فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذاً
وَبِيلاً) (المزمل: ١٥-١٦)
15. Sesungguhnya kami Telah mengutus
kepada kalian seorang rasul, yang menjadi saksi terhadap kalian, sebagaimana
kami Telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun.
16. Maka Fir'aun mendurhakai Rasul
itu, lalu kami siksa dia dengan siksaan yang berat. ( QS. Al Muzammil : 15-16 )
( Kedua ) : Sesungguhnya Allah tidak
ridha untuk disekutukan dalam peribadahan kepada-Nya dengan seorang pun baik
seorang malaikat yang sekalipun dekat dengan Allah ataupun seorang Nabi yang
diutus-Nya.
S : Mana Dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(وَأَنَّ
الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُو مَعَ اللَّهِ أَحَداً) (الجـن:١٨.)
“Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu
adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya
di samping (menyembah) Allah”. (QS. Al Jin : 18)
( Ketiga ) : Bahwa siapa saja yang
telah mentaati Rasul dan mentauhidkan Allah maka tidak boleh baginya
berloyalitas (berkasih-sayang) terhadap orang yang memusuhi Allah dan Rasulnya
sekalipun orang tersebut adalah kerabat dekatnya.
S : Apa dalilnya ?
J :
( لا
تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ
حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ
إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْأِيمَانَ
وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا
الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)
(المجادلة :۲۲ (
“Kamu tidak akan mendapati kaum yang
beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih- sayang dengan orang-orang
yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau
anak-anak atau Saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah
orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan
menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan
dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha
terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa
Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung”. (Qs. Al Mujadilah
:22)
S : Apakah pengertian Al Hanifiyyah
adalah agama Ibrahim ?
J : Al-Hanifiyyah adalah Engkau
beribadah kepada Allah semata seraya meikhlaskan agama bagi-Nya. Dan itulah
yang Allah perintahkan kepada seluruh manusia dan untuk tujuan itu pula Allah
menciptakan mereka.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(وَمَا
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ) (الذريات:٥٦)
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan
manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. ( QS. Adz-Dzariyat : 56 )
S : Apa
pengertian لِيَعْبُدُون (supaya mereka beribadah kepada-Ku)
J : Maknanya : agar mereka
mentauhidkan Aku serta aku perintah mereka dan juga aku larang mereka
S : Perkara apakah yang paling besar
yang Allah perintahkan ?
J : Tauhid
S : Apa itu Tauhid ?
J : Mengesakan Allah dalam
peribadahan dan menetapkan sifat-sifat yang Allah sifati diri-Nya dan yang
Rasul mensifati-Nya serta mensucikan-Nya dari segala kekurangan dan sifat baru
serta mensucikan-Nya dari keserupaan dengan makhluk-Nya.
S : Apa larangan Allah yang paling
besar ?
J : Syirik
S : Apa itu syirik ?
J : Menyembah selain Allah di
samping (menyembah) Allah. Dan kamu menjadikan tandingan atau sekutu bagi Allah
dalam ibadah sementara Allah yang telah menciptakan kamu.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah :
(وَاعْبُدُوا
اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً )(النساء : ٣٦ )
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu
mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun”. ( QS. An Nisa’ : 36 )
( فلا
تجعلوا للَّهَ أندادا ) (البقرة : ۲۲)
“Karena itu janganlah kamu
mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah” (QS. Al Baqarah : 22)
S : Apakah tiga landasan pokok yang
manusia wajib mengetahuinya. ?
J : Seorang hamba mengetahui /
mengenal Rabbnya, Agamanya dan Nabinya yaitu Muhammad .
S : Siapa Rabb kamu ?
J : Rabb-ku adalah Allah yang telah
menciptakan, memberi rezki dan mengatur aku dan mengatur seluruh alam. Dan Dia
adalah sesembahanku yang tidak ada bagiku sesembahan selain Dia.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ) (الفاتحة:۲)
“Segala puji bagi Allah, Tuhan
semesta alam”. ( QS. Al Fatehah : 2 )
Dan segala sesuatu yang selain Allah
adalah alam dan saya termasuk salah satu dari alam.
S : Dengan apa kamu mengenal Rabbmu
?
J : Aku mengenal-Nya dengan
ayat-ayat-Nya dan makhluk-makhluk-Nya : malam, siang, matahari, bulan, langit
yang tujuh dan bumi yang tujuh serta siapa yang ada padanya dan apa saja yang
ada diantara keduanya.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(وَمِنْ
آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا
لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ
كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ) (فصلت:٣۷)
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya
ialah malam, siang, matahari dan bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan,
tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika kepada-Nya kalian memang
beribadah”. (QS. Fushilat : 37 )
Dan firman Allah Ta’ala :
(إِنَّ
رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً
وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ
الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ) (الأعراف:٥٤)
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah
yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di
atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,
dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing)
tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak
Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. Al A’raf : 54)
S : Apa Ar-Rabb itu?
J : Ar-Rabb adalah Tuhan, Pemilik,
Pencipta dan Dzat yang mewujudkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan Dialah
satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) (البقرة:۲١) (الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ
فِرَاشاً وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ
مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَاداً وَأَنْتُمْ
تَعْلَمُونَ) (البقرة:۲۲)
21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu
yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
22. Dialah yang menjadikan bumi
sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan dia menurunkan air (hujan)
dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai
rezki untukmu; Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah,
padahal kamu Mengetahui. ( QS. Al Baqarah ; 21-22 )
Maka pencipta segala sesuatu ini,
dialah yang berhak diibadahi.
S : Apa itu ibadah ?
J : Ibadah adalah puncak ketundukan
dan perendahan diri dan puncak kecintaan dan bergantungnya seseorang yang
melakukan peribadahan tersebut. Dengan ungkapan yang lain,
Ibadah adalah : sebutan yang
mencakup seluruh apa yang dicintai Allah dan yang diridhai-Nya berupa ucapan
maupum perbuatan yang dhohir maupun yang batin.
S : Berapakah macam ibadah yang
Allah perintahkan ?
J : Banyak sekali diantaranya :
Islam, Iman, Ihsan, doa, khauf (rasa takut), Raja’ (rasa harap), Tawakkal,
Raghbah, Rahbah, khusu’, Khasyah, Inabah, Isti’anah, Isti’adzah, Istighatsah
dan menyembelih, Nadzar dan yang lainnya dari ibadah-ibadah yang Allah
perintahkan. Kesemuanya itu khusus untuk Allah Ta’ala.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(وَأَنَّ
الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُو مَعَ اللَّهِ أَحَداً) (الجـن: ١٨)
“Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu
adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya
di samping (menyembah) Allah”. (QS. Al Jin : 18)
Dan firman Allah Ta’ala :
(وقضى ربك
ألا تعبدوا إلا إياه ) (الإسراء : ۲٣)
“Dan Tuhanmu Telah memerintahkan
supaya kamu jangan menyembah selain Dia”. (QS. Al Isra’ : 23)
S : Apa hukum orang yang memalingkan
sesuatu dari ibadah tersebut kepada selain Allah ?
J : Siapa saja yang memalingkan dari
jenis-jenis ibadah tersebut sedikit saja kepada selain Allah maka dia adalah
musyrik kafir, walaupun ia sholat, puasa, dan haji dan sekalipun ia menyangka
dirinya muslim.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(وَمَنْ
يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ
عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ) (المؤمنون:١١۷)
“Dan barangsiapa menyembah Tuhan
yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang
itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya
orang-orang yang kafir itu tiada beruntung”. (QS. Al Mukminun : 117)
S : Apa dalil bahwa doa itu adalah
ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(وَقَالَ
رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ
عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ) (غافر:٦٠)
“Dan Tuhanmu berfirman:
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya
orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka
Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS. Ghafir : 60 )
Dan sabda Nabi :
اَلدُّعَاءُ
مُخُ الْعِبَادَةِ“Doa itu adalah sari patinya ibadah”
Dalam sebuah riwayat :
اَلدُّعَاءُ
هُوَ الْعِبَادَةِ ” Doa itu adalah ibadah”
S : Apa dalil bahwa khauf (takut)
itu adalah ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
( فَلا تَخَافُوهُمْ
وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ)(آل عمران: ١۷٥)
“Karena itu janganlah kamu takut
kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar- benar orang yang
beriman. (QS. Al Imran : 175)
S : Apa dalilnya bahwa Roja’
(berharap) itu ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
فَمَنْ
كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ
بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً)(الكهف: ١١٠)
“Barangsiapa mengharap perjumpaan
dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al Kahfi
: 110)
S : Apa dalilnya bahwa tawakkal
adalah ibadah
J : Firman Allah Ta’ala :
عَلَى
اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ)(المائدة : ٢٣)
“Dan Hanya kepada Allah hendaknya
kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman". (QS. Al
Maidah : 23)
وَمَنْ
يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُه)(الطلاق:٣)
“Dan barangsiapa yang bertawakkal
kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (QS. At Thalaq :
3)
S : Apa Dalilnya bahwa Raghbah
(harapan), Rahbah (takut), dan Khusyu’ itu adalah ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
إِنَّهُمْ
كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً
وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ)(الانبياء: ٩٠)
“Sesungguhnya mereka adalah
orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang
baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas (*). Dan mereka
adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami”. (QS. Al Anbiya’ : 90)
(*) Maksudnya: mengharap agar
dikabulkan Allah doanya dan khawatir akan azabnya.
S : Apa dalilnya bahwa khosyah
(takut) itu adalah ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
( فَلا
تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي)(البقرة: ١٥٠)
“Maka janganlah kamu takut kepada
mereka dan takutlah kepada-Ku (saja)”. (QS. Al Baqarah : 150)
S : Apa dalilnya bahwa inabah
(kembali bertaubat) itu adalah ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(
وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَه)(الزمر:٥٤)
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu,
dan berserah dirilah kepada-Nya”. (QS. Az Zumar : 54)
S : Apa dalilnya bahwa Isti’anah
(minta pertolongan) itu adalah ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(إِيَّاكَ
نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) (الفاتحة:٥)
“Hanya Engkaulah yang kami sembah,
dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan”. (QS. Al Fatehah : 5 )
Dalam sebuah hadits :
" إذا
استعنت فاستعن بالله "
“Apabila kamu minta tolong mintalah
pertolongan kepada Allah”
S : Apa dalilnya bahwa Isti’adzah
(minta perlindungan) itu adalah ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
( قُلْ
أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ) (الناس:١)
“Katakanlah: "Aku berlidung
kepada Tuhannya manusia. (QS. An Naas : 1)
S : Apa dalilnya bahwa Istighastah
(mohon pertolongan saat genting) itu adalah ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(إِذْ
تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ )(لأنفال:٩)
“(ingatlah), ketika kamu memohon
pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu”. (QS. Al Anfal : 9)
S : Apa dalilnya bahwa menyembelih
korban itu adalah ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
( قُلْ إِنَّ
صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ
لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ) (الأنعام: ١٦۲-١٦٣)
162. Katakanlah: Sesungguhnya
sholatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta
alam.
163. Tiada sekutu bagiNya; dan
demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang
pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. Al An’am : 162-163)
Dan dalil dari sunnah adalah sabda
Rasulullah :
"
لَعَنَ الله ُمَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ “
“Allah melaknat orang yang
menyembelih untuk selain Allah”
S : Apa dalilnya bahwa nadzar itu
adalah ibadah ?
J : Firman Allah Ta’ala :
( يُوفُونَ
بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْماً كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيراً) (الانسان:۷)
“Mereka menunaikan nadzar dan takut
akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana”. (QS. Al Insan : 7)
S : Apa pokok yang kedua (yang wajib
dipelajari) ?
J : Mengenal Agama Islam disertai
dalil-dalilnya.
S : Apa Islam itu ?
J : Islam adalah berserah diri
kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya dan tunduk dengan taat kepada-Nya dan
berlepas diri dari syirik dan pelaku syirik.
S : Berapakah tingkatan agama itu ?
J : Tingkatan agama ada tiga yaitu :
Al Islam, Al Iman, dan Al Ihsan. Masing-masing tingkatan memiliki rukun.
S : Berapakah rukun Islam itu ?
J : Rukun Islam ada lima yaitu :
1. شهادة
أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله
Syahadat/bersaksi bahwa tidak ada
tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah
2. إقام
الصلاة Menegakkan sholat
3. إيتاء
الزكاة Menunaikan zakat
4. صوم
رمضان Puasa Ramadhan
5. حج بيت
الله الحرام Haji ke Baitullah Al Haram
S : Apa
dalilnya syahadat لا إله إلا الله أن ?
J : Firman Allah Ta’ala :
( شَهِدَ
اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ
قَائِماً بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ) (آل عمران:١٨)
“Allah menyatakan bahwasanya tidak
ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para
malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak
ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana”. (QS. Al Imran : 18)
S : Apa
makna لا إله إلا الله ?
J : maknanya : tidak ada sesembahan
yang haq kecuali Allah
S : Apa maksud
dari ( لا إله )
J : Maksudnya adalah meniadakan
seluruh apa yang disembah selain Allah
S : Apa
maksud dari ( إلا الله )
J : Maksudnya menetapkan ibadah
hanya untuk Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya dalam peribadahan
kepada-Nya, sebagaimana tiada sekutu bagi-Nya pada kekuasaan-Nya.
S : Apa tafsir yang memperjelas hal
tersebut ?
J : Firman Allah Ta’ala :
( وَإِذْ
قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ) (
إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ) (وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً
فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ) (الزخرف: ۲٦ -۲٨)
26. Dan ingatlah ketika Ibrahim
berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya Aku berlepas diri
terhadap apa yang kamu sembah,
27. Tetapi (aku menyembah) Tuhan
yang menjadikanku; Karena Sesungguhnya dia akan memberi hidayah kepadaku".
28. Dan (lbrahim) menjadikan kalimat
tauhid itu kalimat yang kekal (sebagai pegangan) pada keturunannya supaya
mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.” (QS. Az Zuhruf : 26-28)
Dan Firman Allah Ta’ala :
(قُلْ يَا
أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ
أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئاً وَلا يَتَّخِذَ
بَعْضُنَا بَعْضاً أَرْبَاباً مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا
بِأَنَّا مُسْلِمُونَ) (آل عمران:٦٤)
“Katakanlah: "Hai ahli kitab,
marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada
perselisihan antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah dan
tidak kita persekutukan dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita
menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". Jika mereka
berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah
orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali Imran : 64)
S : Apa
dalilnya شهادة أن محمداً رسول الله ?
J : Firman Allah Ta’ala :
( لَقَدْ
جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ
عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ) (التوبة:١۲٨)
128. Sungguh Telah datang kepadamu
seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat
menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi
penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. At Taubah : 128)
S : Apa
makna شهادة أن محمداً رسول الله ?
J : - Mentaatinya terhadap apa yang
beliau perintah.
- Membenarkan terhadap apa yang
beliau kabarkan.
- Meninggalkan apa yang beliau
larang, dan
- Tidak beribadah kepada Allah
kecuali dengan apa yang beliau syariatkan.
S : Apa dalilnya sholat, zakat
sekaligus tafsirnya tauhid ?
J : Firman Allah Ta’ala :
( وَمَا
أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ)
(البينة:٥)
“Padahal mereka tidak disuruh
kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam
(menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan
menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”. (QS. Al Bayyinah
: 5)
S : Apa dalilnya puasa ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى
الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ) (البقرة:١٨٣)
“Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al Baqarah : 183)
S : Apa dalilnya haji ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً
وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ)(آل عمران:٩۷)
“Mengerjakan haji adalah kewajiban
manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan
ke Baitullah. barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah
Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS. Ali Imran : 97)
S : Apa tingkatan kedua dari
tingkatan agama Islam ?
J : Tingkatan kedua adalah iman
S : Berapakah cabang iman itu ?
J : Cabang
iman ada 73 cabang, yang paling tinggi adalah ucapan ( لا إله إلا الله ) dan
yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan dan malu adalah
cabang dari iman.
S : Berapakah rukun iman itu ?
J : Ada enam yaitu engkau beriman
kepada :
1. Allah
2. Para Malaikat-Nya
3. Kitab-kitab-Nya
4. Para Rasul-Nya
5. Hari Akhir
6. dan engkau beriman kepada Taqdir
yang baik dan yang buruk
S : Apa dalilnya tentang hal itu ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(لَيْسَ
الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ
الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ
وَالنَّبِيِّينَ )(البقرة : ١۷۷)
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke
arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan
itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab- kitab,
nabi-nabi..”. (QS. Al Baqarah :177)
S : Apa dalilnya taqdir ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(إِنَّا
كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ) (القمر:٤٩)
“Sesungguhnya kami menciptakan
segala sesuatu menurut ukuran taqdir”. (QS. Al Qamar : 49)
S : Apakah tingkatan agama Islam
yang ketiga ?
J : Tingkatan agama Islam yang
ketiga adalah Ihsan
S : Apa itu ihsan ?
J : Ihsan adalah engkau beribadah
kepada Allah seakan engkau melihat-Nya maka jika engkau tidak melihat-Nya maka
(yakini) bahwa Dia melihatmu.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(إِنَّ
اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ) (النحل:١۲٨)
“Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. An Nahl
: 128)
Dan Firman Allah Ta’ala :
(وَتَوَكَّلْ
عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ وَتَقَلُّبَكَ فِي
السَّاجِدِينَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ) (الشعراء: ۲١۷-۲۲٠)
“ Dan bertawakkallah kepada (Allah)
yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri
(untuk sholat). Dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara
orang-orang yang sujud. Sesungguhnya dia adalah yang Maha mendengar lagi Maha
Mengetahui”. (QS. As Syu’ara : 217-220)
Dan Firman Allah Ta’ala :
(وَمَا
تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُو مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَلا تَعْمَلُونَ مِنْ
عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوداً إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ )(يونس : ٦١)
“Kamu tidak berada dalam suatu
keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan
suatu pekerjaan, melainkan kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu
melakukannya”. (QS. Yunus :61)
S : Apa dalil dari hadits tentang
tiga tingkatan dalam agama tersebut ?
J : Dalilnya dari Sunnah, ialah
Hadits Jibril yang masyhur, yang diriwayatkan dari Umar bin Al- Khaththab
Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :
بَيْنَمَا
نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ النَّبِي صلى الله عليه وسلم إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ
شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ يُرَى عَلَيْهِ
أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتىَّ جَلَسَ إِليَ النَّبيِ
صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِليَ رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ
كَفَّيْهِ عَلىَ فَخِذَيْهِ وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنيِ عَنِ الإِْسْلاَمِ
فَقَالَ " أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّداً
رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ
وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاَ " فَقَالَ صَدَقْتَ
فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ فَأَخْبِرْنيِ عَنِ الإِْيْمَانِ
قَالَ " أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ
وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ " قَالَ صَدَقْتَ
قَالَ فَأَخْبِرْنيِ عَنِ الإِحْسَانِ قَالَ " أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ
تَرَاهُ فَإِنْ لمَ ْتَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ " قَالَ فَأَخْبِرْنيِ
عَنِ السَّاعَةِ قَالَ " مَا المَْسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ
السَّائِلِ " قَالَ فَأَخْبِرْنيِ عَنْ أَمَارَتِهَا قَالَ " أَنْ
تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الحُفَّاةَ العُرَاةَ العَالَةَ رِعَاءَ
الشَاءِ يَتَطَاوَّلُّوْنَ فيِ الْبُنْيَانِ " قَالَ فَمَضَى فَلَبِثْنَا
مَلِيًا فَقَالَ " يَا عُمَرُ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ " قُلْتُ اَلله
ُوَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ قَالَ " هَذَا جَبْرَئِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ
أَمْرَ دِيْنِكُمْ .
“Ketika kami sedang duduk di sisi
Nabi , tiba-tiba muncul ke arah kami seorang laki-laki, sangat putih
pakaiannya, hitam pekat rambutnya, tidak tampak pada tubuhnya tanda-tanda
sehabis dari bepergian jauh dan tiada seorangpun diantara kami yang
mengenalnya. Lalu orang itu duduk di hadapan Nabi , dengan menyandarkan
lututnya pada kedua lutut beliau serta meletakkan kedua telapak tangannya di
atas kedua paha beliau, dan berkata : ‘Ya Muhammad, beritahulah aku tentang
Islam’, maka beliau menjawab :’Yaitu : bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang
haq selain Allah serta Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat,
mengeluarkan zakat, melakukan puasa bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke
Baitullah jika kamu mampu untuk mengadakan perjalanan ke sana’. Lelaki itu pun
berkata : ‘engkau Benar’. Kata Umar:’Kami merasa heran kepadanya, ia bertanya
kepada beliau, tetapi juga membenarkan beliau. Lalu ia berkata : ‘Beritahulah
aku tentang Iman’. Beliau menjawab :’Yaitu : Beriman kepada Allah, para
Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari Akhirat, serta beriman
kepada Qadar yang baik dan yang buruk’. Ia pun berkata : ‘engkau Benar’.
Kemudian ia berkata : ‘Beritahulah aku tentang Ihsan’. Beliau menjawab :Yaitu :
Beribadah kepada Allah dalam keadaan seakan- akan kamu melihat-Nya. Jika kamu
tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu’. Ia berkata lagi.
Beritahulah aku tentang hari Kiamat. Beliau menjawab : ‘Orang yang ditanya
tentang hal tersebut tidak lebih tahu dari pada orang yang bertanya’. Akhirnya
ia berkata :’Beritahulah aku sebagian dari tanda-tanda Kiamat itu’. Beliau
menjawab : Yaitu : ‘Apabila ada hamba sahaya wanita melahirkan tuannya dan
apabila kamu melihat orang-orang tak beralas kaki, tak berpakaian sempurna
melarat lagi, pengembala domba saling membangga-banggakan diri dalam membangun
bangunan yang tinggi’. Kata Umar : Lalu pergilah orang laki-laki itu, semantara
kami terdiam sejenak, sehingga Nabi bertanya : Hai Umar, tahukah kamu siapakah
orang yang bertanya itu ? Aku menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang lebih
mengetahui. Beliau pun bersabda : ‘Dia adalah Jibril, datang kepada kalian
untuk mengajarkan urusan agama kalian”. (Hadits Riwayat Muslim dalam
Shahihnya).
S : Apakah pokok yang ketiga (yang
wajib dipelajari)?
J : MENGENAL NABI KITA MUHAMMAD
Beliau adalah Muhammad bin
‘Abdullah, bin ‘Abdul Muthallib, bin Hasyim. Dan Hasyim adalah termasuk suku
Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, dan bangsa Arab adalah termasuk
keturunan Nabi Isma’il, putera Nabi Ibrahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan
kepadanya dan kepada Nabi kita seutama-utamanya shalawat dan salam.
S : Berapa umur Nabi ?
J : Beliau berumur 63 tahun,
diantaranya 40 tahun sebelum beliau diangkat menjadi nabi dan 23 tahun sebagai
nabi dan rasul.
Beliau diangkat sebagai nabi dengan
“Iqra” (surah Al-’Alaq : 1-5), dan diangkat sebagai rasul dengan surah
Al-Mudatstsir.
Tempat asal beliau adalah Makkah.
S : Dengan apa beliau diutus Allah ?
J : Beliau diutus Allah untuk
menyampaikan peringatan menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman
Allah تعالى :
(يَا
أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِيَابَكَ
فَطَهِّرْ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ وَلِرَبِّكَ
فَاصْبِرْ) (المدثر: ١-۷)
1. Hai orang yang berberselimut,
2. Bangunlah, lalu berilah
peringatan!
3. Dan Tuhanmu agungkanlah!
4. Dan pakaianmu bersihkanlah,
5. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
6. Dan janganlah kamu memberi
(dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7. Dan untuk (memenuhi perintah)
Tuhanmu, bersabarlah.
S : Apa
pengertian (قُمْ فَأَنْذِرْ) “Sampaikanlah peringatan” ?
J : Pengertian : “Sampaikanlah
peringatan”, ialah berikan peringatan untuk menjauhi syirik dan serulah kepada
tauhid.
S : Apa
pengertian(وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ) “Agungkanlah Tuhanmu, dan (وَثِيَابَكَ
فَطَهِّرْ) “Sucikanlah pakaianmu”. ?
J : Pengertiannya adalah Agungkanlah
Ia dengan bertauhid (beribadah hanya kepada-Nya semata), dan “Sucikanlah
pakaianmu”, maksudnya : Sucikanlah segala amalmu dari perbuatan syirik.
S : Apa
pengertian (وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ) dan “Ar Rujzu” maka tinggalkanlah
J : Pengertiannya adalah
“Tinggalkanlah berhala-berhala itu”, dan “Hajruha” yaitu meninggalkannya
beserta orang-orangnya dan berlepas diri darinya serta orang-orang yang
memujanya.
S : Berapa lama beliau melakukannya
?
J : Beliaupun melaksanakan perintah
ini selama sepuluh tahun, (mengajak kepada tauhid). Setelah sepuluh tahun itu
beliau di mi’rajkan (diangkat naik) ke atas langit dan disyari’atkan kepada
beliau shalat lima waktu. Beliau melakukan shalat di Makkah selama tiga tahun.
Kemudian, sesudah itu, beliau diperintahkan untuk berhijrah ke Madinah.
S : Apa hijrah itu ?
J : Hijrah ialah : Pindah dari
negeri syirik ke negeri Islam. Dan dari lingkungan bid’ah ke lingkungan sunnah.
S : Apa hukumnya?
J : Hukum hijrah : bahwa Hijrah ini
merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan umat Islam berlaku dari negeri
syirik ke negeri Islam. Dan kewajiban tersebut hukumnya tetap berlaku sampai
terbitnya matahari dari arah barat (hari kiamat).
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(إِنَّ
الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ
كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ
أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ
وَسَاءَتْ مَصِيراً. إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ
وَالْوِلْدَانِ لا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلا يَهْتَدُونَ سَبِيلاً. فَأُولَئِكَ
عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوّاً غَفُوراً)
(النساء: ٩۷-٩٩)
97. Sesungguhnya orang-orang yang
diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri[*], (kepada mereka)
malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kalian ini?". mereka
menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)".
para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kalian
dapat berhijrah di bumi itu?". orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam,
dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,
98. Kecuali mereka yang tertindas
baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan
tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),
99. Mereka itu, Mudah-mudahan Allah
memaafkannya. dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. An Nisa’ :
97-99)
[*] yang dimaksud dengan orang yang
menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Makkah yang tidak
mau hijrah bersama nabi sedangkan mereka sanggup. mereka ditindas dan dipaksa
oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di
antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.
Dan Firman Allah Ta’ala :
( يَا
عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ)
(العنكبوت: ٥٦)
Hai hamba-hamba-Ku yang beriman,
Sesungguhnya bumi-Ku luas, Maka sembahlah Aku saja. ( Qs. Al Ankabut :56)
S : Apa yang menjadi sebab turunya
ke dua ayat tersebut ?
J : Sebab turunnya ayat yang pertama
: Bahwasannya orang-orang dari penduduk Makkah telah masuk Islam dan mereka
tertinggal tidak ikut hijrah bersama Rasulullah , dan sebagaian mereka
mendapatkan ujian dan ikut bersama orang musyrik berperang pada perang Badar.
Maka Allah enggan menerima udzur mereka maka mereka dibalasi jahanam.
Adapun ayat yang kedua, sebab
turunnya, bahwa ”Ayat ini adalah ditujukan kepada orang-orang muslim yang masih
berada di Makkah, yang mereka itu belum juga berhijrah. Karena itu, Allah
menyeru kepada mereka dengan sebutan orang-orang yang beriman dan Allah
memerintahkan untuk berhijrah”.
S : Apa dalil dari hadits yang
menunjukkan tetap berlakunya hijrah ?
J : Sabda Nabi :
" لاَ
تَنْقَطِعُ الْهِجْرَةُ حَتَّى تَنْقَطِعَ التَّوْبَةُ وَلاَ تَنْقَطِعُ
التَّوْبَةُ حَتىَّ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا "
“Artinya : Hijrah tetap akan
berlangsung selama pintu taubat belum ditutup, sedang pintu taubat tidak akan
ditutup sebelum matahari terbit dari barat”.
S : Apa yang diperintahkan kepada
Nabi setelah tinggal di Madinah ?
J : Disyariatkan kepada beliau
syariat Islam yang lainnya berupa zakat, puasa, haji, adzan, jihad, amar ma’ruf
dan nahi mungkar, dan syariat-syariat Islam lainnya.
S : Berapa lama beliau menjalaninya
?
J : Beliau-pun melaksanakan untuk
menyampaikan hal ini selama sepuluh tahun. Sesudah itu wafatlah beliau, sedang
agamanya tetap dalam keadaan lestari. Dan demikian inilah agama beliau tidak
ada satu kebaikanpun kecuali beliau telah menunjukkannya kepada ummat, dan
tidak ada satu kejelekanpun kecuali beliau telah memperingatkan untuk dijauhi.
S : Kebaikan apa yang ditunjukkan
kepada ummat dan kejelekan apa yang beliau peringatkan ?
J : Kebaikan yang beliau tunjukkan
ialah tauhid serta segala apa yang dicintai Allah dan diridhai- Nya, sedangkan
keburukan yang beliau peringatkan supaya dijauhi adalah syirik dan segala yang
dibenci dan tidak disenangi Allah.
S : Apakah beliau diutus Allah
khusus untuk bangsa tertentu atau untuk seluruh manusia ?
J : Allah mengutus beliau untuk
manusia seluruhnya dan Allah wajibkan atas seluruh jin dan manusia untuk
mentaati beliau
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(قُلْ يَا
أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً)(لأعراف : ١٥٨)
Katakanlah: "Hai manusia
Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepada kalian semua,” (QS. Al A’raf : 158)
Dan Firman Allah Ta’ala :
“Dan (Ingatlah) ketika kami hadapkan
serombongan jin kepadamu (Muhammad) yang mendengarkan Al Quran”, (QS. Al Ahqaf
: 29)
S : Apakah melalui beliau, Allah
telah menyempurnakan agama-Nya atau Allah menyempurnakan setelah beliau
meninggal ?
J : Ya, Allah menyempurnakan agama
melalui beliau (bahkan sebelum beliau meninggal) sehingga tidak membutuhkan
sedikitpun tambahan untuk agama ini sepeninggal beliau.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala:
(
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي
وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً)(المائدة:٣)
“..Pada hari ini(*), telah Aku
sempurnakan untuk kalian agama-kalian dan Aku lengkapkan kepada kalian
ni’mat-Ku serta Aku ridhai Islam itu menjadi agama bagi kalian”.(QS. Al-Maaidah
: 3)
(*) adalah hari Jum’at ketika wukuf
di Arafah, pada waktu Haji Wada.
S : Apakah dalil yang menunjukkan
bahwa Rasulullah wafat ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(إِنَّكَ
مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ
رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ) (الزمر: ٣٠-٣١)
Artinya :”Sesungguhnya kamu akan
mati dan sesungguhnya mereka-pun akan mati (pula). Kemudian, sesungguhnya kamu
nanti pada hari kiamat berbantah- bantahan di hadapan Tuhanmu”. (QS. Az-Zumar :
30-31).
S : Apakah manusia bakal
dibangkitkan setelah matinya ?
J : Ya, setelah manusia mati, mereka
akan dibangkitkan kembali.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(مِنْهَا
خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى)
(طـه:٥٥)
“Dari bumi (tanah) Itulah kami
menjadikan kamu dan kepadanya kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya kami
akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain”. (QS. Thaa-haa : 55).
Dan Firman Allah Ta’ala :
(وَاللَّهُ
أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتاً) (ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ
إِخْرَاجاً) (نوح: ١۷ -١٨)
“Dan Allah menumbuhkan kamu dari
tanah dengan sebaik-baiknya, Kemudian dia mengambalikan kamu ke dalam tanah dan
mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya”. (QS.
Nuh : 17-18).
S : Apa yang dialami setelah manusia
dibangkitkan ?
J : Setelah manusia dibangkitkan,
mereka akan di hisab dan diberi balasan sesuai dengan amal perbuatan mereka.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ
أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى)
(لنجم:٣١)
“Dan hanya kepunyaan Allah apa yang
ada di langit dan apa yang ada di bumi, supaya Dia memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat buruk sesuai dengan perbuatan mereka dan memberi
balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan (pahala) yang lebih baik
(surga)”. (QS. An-Najm : 31).
S : Bagaimana hukum orang yang tidak
mempercayai hari kebangkitan ?
J : Barangsiapa yang tidak mengimani
hari kebangkitan, maka dia adalah kafir.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(زَعَمَ
الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ
لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ) (التغابن:۷(
“Artinya : Orang-orang yang kafir
mengatakan bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakan : ‘Tidaklah demikian.
Demi Tuhanku, kamu pasti akan dibangkitkan dan niscaya akan diberitakan
kepadamu apapun yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah amat mudah
bagi Allah”. (QS. At-Taghaabun : 7)
S : Apa fungsi diutusnya Para Rasul
?
J : Allah telah mengutus semua rasul
sebagai penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan.
S : Mana Dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(رُسُلاً
مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ
بَعْدَ الرُّسُلِ )(النساء::١٦٥ )
“Artinya : (Kami telah mengutus)
rasul-rasul menjadi penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan supaya tiada
lagi suatu alasan bagi manusia membantah Allah setelah (diutusnya) para rasul
itu”. (QS. An-Nisa’ :165)
S : Siapakah rasul yang pertama ?
dan siapa rasul terakhir ?
J : Rasul pertama adalah Nabi Nuh
‘Alaihissalam, Dan rasul terkahir adalah Nabi Muhammad , serta beliaulah
penutup para nabi.
S Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(إِنَّا
أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ
بَعْدِه)(النساء: :١٦٣)
Artinya : Sesungguhnya Kami wahyukan
kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para nabi
sesudahnya ..” (QS. An-Nisaa : 163).
S : Apa dakwah yang diemban oleh
setiap rasul kepada umatnya ?
J : Dakwah para Rasul adalah dakwah
tauhid yaitu memerintahkan ummatnya untuk beribadah hanya kepada Allah semata dan
melarang beribadah kepada thagut (sesembahan selain Allah).
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(وَلَقَدْ
بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا
الطَّاغُوتَ )(النحل: :٣٦)
“Artinya : Dan sesungguhnya, Kami telah
mengutus kepada setiap umat seorang rasul (untuk menyerukan) :’Beribadahlah
kepada Allah (saja) dan jauhilah thagut itu ..”. (An-Nahl : 36).
S : Apa itu Thagut ?
J : Ibnul Qayyim Rahimahullah
Ta’ala, telah menjelaskan pengertian thagut dengan mengatakan. “Thagut, ialah
setiap yang diperlakukan manusia secara melampui batas (dari yang ditentukan
oleh Allah), berupa disembah, atau diikuti atau ditaati”.
S : Berapa jumlah thagut ?
J : Thagut itu banyak macamnya,
tokoh-tokohnya ada lima :
1) Iblis, yang telah dilaknat oleh
Allah.
2) Orang yang disembah, dalam
keadaan dia rela.
3) Orang yang mengajak manusia untuk
menyembah dirinya.
4) Orang yang mengaku tahu yang
ghaib, dan
5) Orang yang berhukum dengan hukum
selain yang diturunkan oleh Allah.
S : Apa dalilnya ?
J : Firman Allah Ta’ala :
(لا
إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ
بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى
لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ) (البقرة:٢٥٦)
“Artinya : Tidak ada paksaan dalam
(memeluk) agama ini. Sungguh telah jelas kebenaran dari kesesatan. Untuk itu,
barangsiapa yang ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah, maka dia
benar-benar telah berpegang teguh dengan tali yang terkuat, yang tidak akan
terputus tali itu. an Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS.
Al-Baqarah : 256)
Ingkar kepada semua thagut dan iman
kepada Allah saja, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tadi, adalah hakekat
syahadat “Laa Ilaaha Ilallah”.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah
bersabda :
"
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعُمُوْدُهُ اَلصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ
اَلْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ "
Artinya : “Pokok agama ini adalah
Islam (syahadat), dan tiangnya adalah shalat, sedang puncak bangunannya adalah
jihad fi sabilillah”. (Hadits Shahih riwayat Ath-Thabarani dari Ibnu Umar
Radhiyallahu’anhu, dan riwayat At-Tirmidzi dalam Al-Jaami Ash-Shahih, kitab
Al-Imaan, bab 8).
والله
أعـلــم
Hanya Allah-lah Yang Maha tahu.
Semoga shalawat dan salam senantiasa
Allah limpahkan kepada Nabi Muhammad kepada keluarga dan para shahabatnya.
Bontang, 16 Muharram 1427 H/ 15 Feb.
2006 M
Diterjemahkan dari kitab “ TASHIL
AL-USHUL ATS-TSALATSAH”
oleh :
Abu Abdillah Muhammad Rifa’i Al
Maghatani
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..