Ahad, 13 Agustus 2010
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
Al – Andaad (sekutu-sekutu atau
tandingan-tandingan selain Allah dalam hal ibadah), yakni segala sesuatu yang
menghalangi seseorang yang melaksanakan ajaran agama Islam dengan benar, yang
di cintai seperti mencintai Allah. Bentuknya banyak sekali, diantaranya :
Istri-istri, anak-anak, tempat tinggal, keluarga, harta benda, jabatan dan
lain-lain.
Saudaraku muslimin, pada beberapa
edisi buletin kita yang telah lalu, Anda tentu telah paham apa konsekuensi
(tanggung jawab moral) yang mesti dilakukan oleh orang yang benar-benar
bertauhid (mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah). Yakni kita
wajib beribadah hanya kepada Allah Ta’ala saja, dan wajib pula meninggalkan
seluruh jenis peribadatan kepada selain Allah.
Kemudian, hal terpenting lainnya
yang juga perlu anda ketahui sekarang adalah apa saja bentuk – bentuk
sesembahan (berhala – berhala) yang harus di jauhi oleh orang – orang yang
bertauhid itu.
Saudaraku, di dunia ini banyak
sekali bentuk-bentuk berhala atau sesembahan yang di agungkan dan di puja-puja
oleh umat manusia. Padahal, inilah yang seharusnya diperangi dan di jauhi oleh
Ahlut Tauhid (orang-orang yang benar-benar bertauhid). Adapun bentuk-bentuk
berhala atau sesembahan tersebut adalah :
Pertama : Al-Ilaahatu min Duunillah
(semua bentuk sesembahan atau yang di pertuhankan selain Allah), yaitu segala
sesuatu yang diminta tolong untuk mendatangkan manfaat atau menolak bala’
(marabahaya) selain Allah. Bentuknya banyak sekali, diantaranya : Pohon-pohon
yang di keramatkan, batu-batuan (arca atau patung) yang disembah, jin-jin dan
setan, orang-orang yang telah mati, kuburan-kuburan para wali atau kyai yang di
keramatkan, keris pusaka, cincin akik dan segala jenis jimat, dan lain-lain.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
(yang artinya) : “Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu, apabila di katakan
kepada mereka : “(Ucapkanlah) Laa ilaaha illalloh (tidak ada tuhan yang berhak
di sembah selain Allah)”, maka mereka menyombongkan diri seraya berkata :
“Apakah kita harus meninggalkan sesembahan (tuhan-tuhan) kita (selain Allah),
hanya untuk menuruti penyair yang gila ini ? “
(QS. Ash-Shoffaat : 35-36).
Dalam ayat yang mulia ini, kita tahu
bahwa orang-orang musyrik itu memiliki banyak tuhan. Dan ketika mereka di ajak
untuk menjauhi segala bentuk sesembahan atau tuhan-tuhan selain Allah itu,
mereka enggan dan menyombongkan diri, karena hati mereka telah terpaut dengan
sesembahan itu.
Kedua : “At-Thowaaghiit “(para
thoghut), yakni segala sesuatu yang di sembah, di ikuti dan di taati melebihi
batas kedudukannya sebagai hamba Allah. Bentuknya banyak sekali, tetapi tokoh –
tokoh utamanya ada lima, yakni :
1. Iblis la’natullah ‘alaih ( semoga
Allah terus menerus melaknatinya )
2. Orang yang di sembah, diagungkan
dan di puja-puja oleh orang lain dan dia ridha (senang) dengan perbuatan
tersebut, baik orangnya ini masih hidup atau sudah mati.
3. Orang yang mengajak atau
memerintahkan orang lain untuk menyembah dirinya (menyembah orang yang
memerintahnya), baik ajakannya ini disambut / di ikuti oleh orang atau tidak.
4. Orang yang mengaku-ngaku tahu
hal-hal yang ghoib. Namanya banyak sekali, baik itu tukang dukun, tukang ramal,
paranormal, orang pinter, orang yang sakti mandra guna dan yang sejenisnya.
5. Orang yang menghukumi sesuatu
selain dengan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala. (lihat penjelasan tokoh – tokoh
utama thoghut ini dalam kitab Syarh Tsalatsatil Ushul, hal. 153 – 155, karya
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah).
Sementara itu, Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman : “……(karena itu) barang siapa kufur (ingkar) kepada thoghut,
dan hanya beriman kepada Allah saja, maka sesungguhnya ia telah berpegang
kepada ikatan tali yang amat kuat (yakni kalimat Laa ilaaha illalloh), yang
tidak akan putus …..”(QS. Al-Baqoroh : 256).
Ketiga : Al – Andaad (sekutu-sekutu
atau tandingan-tandingan selain Allah dalam hal ibadah), yakni segala sesuatu
yang menghalangi seseorang yang melaksanakan ajaran agama Islam dengan benar,
yang di cintai seperti mencintai Allah. Bentuknya banyak sekali, diantaranya :
Istri- istri, anak-anak, tempat tinggal, keluarga, harta benda, jabatan dan
lain-lain.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
: “Dan diantara sebagian manusia, ada yang mengambil (menjadikan) selain Allah
sebagai tandingan-tandingan (sekutu), mereka mencintai tandingan- tandingan itu
seperti layaknya mencintai Allah, sedangkan orang-orang yang beriman itu sangat
cinta kepada Allah….”
(QS. Al-Baqoroh : 165).
Rasulullah Sholallahu ‘alahi wa
sallam bersabda : “Barang siapa mati dalam keadaan masih menyembah kepada
tandingan / sekutu selain Allah, niscaya dia masuk neraka. “(HR. Bukhori).
Begitulah akibat yang harus
ditanggung oleh orang yang mencintai tandingan-tandingan selain Allah, Kita
lihat, banyak orang yang mencintai keluarga, harta benda, jabatan atau
kekuasaan dan lain-lain, hingga melalaikan kewajiban ibadah kepada Allah, atau
bahkan mengabaikan hak – hak Allah sama sekali. Wal ‘iyyadzu billah.
Keempat : Al-Arbaab (tuhan-tuhan),
yakni orang-orang yang membuat syariat baru (yang menyelisihi syari’at Allah),
yang isinya menghalalkan apa yang di haramkan apa yang di halalkan oleh-Nya,
lalu syari’atnya ini diikuti oleh para pengikutnya. (Lihat Kitab Al-Qoulul
Mufid ‘alaa KitabAt-Tauhid(2/260), karya Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin
rahimahullah).
Allah menceritakan tentang hal ini
dalam firman – Nya : “…..mereka (orang-orang yang Nasrani itu) menjadikan Ahbar
(pendeta/pendeta / alim ulama) mereka dan Ruhban (rahib-rahib / biarawan / para
ahli ibadah) mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah….”(qs. At-Taubah : 31).
Maksudnya, orang – orang nasrani
telah mengangkat pendeta-pendeta dan biarawan-biarawan mereka sebagai tuhan –
tuhan selain Allah, karena ketika para pendeta itu mengharamkan apa yang di
halalkan oleh Allah, maka mereka (umat nasrani itu) pun mematuhinya. Contohnya
: Para pendeta itu mengharamkan nikah bagi para biarawan agar menjadi ahli
ibadah, maka merekapun taat kepadanya. Para pendeta itu pun juga berani
menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah, seperti memakan daging babi,
meminum-minuman keras dan lain-lain., maka orang-orang nasrani yang dungu
itupun mengikutinya. Sikap taklid mereka seperti itu sama artinya dengan menjadikan
para pendeta dan para biarawan itu sebagai tuhan-tuhan selain Allah.
Dan di kalangan umat Islam inipun
ada orang-orang yang menyerupai perbuatan orang-orang nasrani. Mereka
menjadikan para ulama, kyai, pemimpin agama atau tokoh-tokoh masyarakat mereka
yang sesat sebagai sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Ketika para kyai itu
berani menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang di halalkan oleh Allah,
maka orang-orang yang awwam dan bodoh tentang agama ini pun mengikutinya. Inna
lillahi wa inna ilaihi roji’un.
Saudaraku muslimin, itulah empat
macam atau empat bentuk sesembahan (tuhan-tuhan yang di puja selain Allah) yang
harus kita jauhi, bila kita benar-benar Ahlut Tauhid. Karena itu waspadalah
darinya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang di sabdakan oleh
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam : “Barang siapa mengucapkan kalimat
“Laa ilaaha illalloh”’ lalu mengingkari apa saja yang di sembah selain Allah,
maka ia akan masuk surga.” (HR. Muslim, Ahmad dan At-Thobroni)
Wallahu a’lamu bish showwab !
Maroji’ :
Dinukil dari kumpulan risalah Soal
Jawab masalah Aqidah oleh Al-Ustadz Agus Su’aidi, kemudian diolah dan disusun
kembali dengan beberapa perubahan dan tambahan oleh Abu Abdirrahman.
Sumber : BULETIN DAKWAH
AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 12 / Muharram / 1425
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..