Senin, 02 Januari 2010
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
Alhamdulillah shalawat dan salam
semoga tercurah atas Nabi-Nya dan hamba-Nya yang tidak ada nabi setelahnya,
juga kepada keluarga dan sahabatnya. amma ba'du
Sesungguhnya kebahagiaan abadi
adalah di surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang tidak akan didapatkan
oleh seorang hamba kecuali dengan menjauhi perangi yang dianggap baik oleh
sebuah jiwa akan tetapi akan menggugurkan pahala dan amalannya, Akan tetapi
wahai hamba Allah, engkau berada di atas suatu ilmu yang terkumpul untuk mu di
lembaran ini yang dilengkapi dengan dalil-dalil dari Al Kitab dan As-Sunnah
sahihah :
1. Kufur dan syirik
Berdasarkan firman Allah Subhanahu
Wa Ta'ala "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan perjumpaan
di hari akhirat, maka gugurlah amalan-amalan mereka, dan tidaklah mereka diberi
balasan kecuali dengan apa yang telah mereka perbuat (al a'raf:174) dan juga
firman-Nya " dan telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang
sebelummu, jika kamu berbuat syirik, niscaya gugurlah amalan-amalanmu dan
tentulah kamu menjadi orang yang merugi " (az zumar: 65)
2. Murtad
Berdasarkan firman Allah Subhanahu
Wa Ta'ala : " Barangsiapa yang murtad diantara kalian dari agamanya
kemudian mati dakan keadaan kafir, mereka itulah yang gugur amalan-amalannya di
dunia dan akhirat, dan mereka adalah penghuni neraka serta kekal di
dalamnya." (Al Baqarah : 217)
3. Nifaq dan Riya'
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam" sesungguhnya dari yang saya takutkan terhadapmu adalah
syirik kecil, yaitu riya” . Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman (dalam sebuah
hadits qudsi) pada hari kiamat, “Jika Allah memberi balasan kepada manusia dari
amalan- amalan. Maka pergilah kalian kepada amalan yang kamu berbuat ria di
dunia, maka lihatlah apakah kalian mendapatkan padanya pahala"
(dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan al Baghawi dari hadits Mahmud bin Labid dengan
sanad shahih menurut syarat muslim)
5. Mengungkit-ngungkit pemberian
Berdasarkan firman Allah Subhanahu
Wa Ta'ala " Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian gugurkan pahala
shadaqah kalian dengan menyebut-nyebut (pemberian) dan menyakiti (hati
penerima) (Al Baqarah : 264). Dan dari Abu Umamah Radiyallahu 'anhu berkata
Nabi shalallahu 'alahi wasallam bersabda: " Tiga perkara yang Allah tidak
akan terima penolakan dan penebusan yaitu orng yang durhaka kepada orang tua,
pengungkit-ngungkit pemberian dan orang yang mendustakan takdir (dikeluarkan
oleh Ibnu Abi Ashim dan Thabrany dengan sanad hasan)
6. Mendustakan Takdir
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam "Kalau seandainya Allah mengadzab penduduk langit dan
bumi niscaya dia akan mengadzabnya sedang Dia tidak sedikitpun berbuat dzalim
terhadap mereka, dan seandainya Dia merahmati mereka niscaya rahmat-Nya lebih
baik dari amalan-amalan mereka. Seandainya seseorang menginfaqkan emas di jalan
Allah sebesar Gunung Uhud, tidaklah Allah akan menerima infaq tersebut darimu
sampai engkau beriman dengan takdir, dan ketahuilah bahwa apa yang
(ditakdirkan) menimpamu tidak akan menyelisihimu, sedang apa yang (ditakdirkan)
tidak menimpamu maka tida akan menimpamu, kalau seandainya engkau mati dalam
keadaab mengimanai selalin ini (tidak beriman dengan takdir), niscaya engkau
masuk neraka (Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah dan Ahmad, hadits ini
shahih)
7. Meninggalkan shalat Ashr
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam : “Orang yang meluputkan dari shalat ashar maka seolah-olah
dia kehilangan keluarga dan hartanya (yakni tinggal sendirian tanpa harta dan
keluarga), (Dari hadits Ibnu Umar, mutafaq 'alaihi), dan juga sabda beliau
"Barangsiapa meninggalkan shalat ashr maka sungguh gugurlah amalannya
(Bukhari dari hadits Buraidah)
8. At Ta'ly atas Allah Subhanah
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam " Sesungguhnya seseorang yang berkata, Allah tidak akan
mengampuni terhadap si fulan, maka Allah berkata, Barangsiapa beranggapan
atas-Ku bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan, maka sungguh Aku telah
mengampuni si fulan, dan engkau telah menggugurkan amalanmu, atau sebagaimana
beliau katakan (dikelurkan oleh Muslim dari hadtis Jundub bin Abdullah
Radhiyallu anhu) At Ta'ly atas Allah yaitu : berkata tentang Allah tanpa ilmu,
menyepelekan luasnya rahmat Allah dan bersumpah bahwa Allah tidak akan
mengampuni terhadap seseorang.
9. Menyelisihi Rasul shalallahu
'alahihi wasallam -baik ucapan maupun amalan
Berdasarkan firman Allah Subhanahu
Wa Ta'ala : " Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian angkat
suara-suaramu diatas suara Nabi dan jangan kalian mengeraskan suara kepadanya
layaknya seorang diantara kalian terhadap yang lainnya, sehingga akan gugurlah
amalan-amalan kalian dalam keadaan kalian tidak menyadari" (Al Ahzab : 2).
Dan firman-Nya : " Hai orang-orang beriman taatlah Allah dan Rasul-Nya dan
jangan kalian gugurkan amalan- amalan kalian (Muhammad: 33)
10. Berbuat bid'ah dalam agama
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam " Barang siapa membuat perkara baru dalam urusan kami
ini, sesuatu yang tidak ada petunjuk agama padanya, maka itu tertolak (Mutafaq
'alaih dari hadtis Aisyah radhiyallahu 'anha) dalam riwayat Muslim disebutkan
" Barangsiapa beramal dengan amalan yang bukan perintah kami maka itu
tertolak "
11. Melanggar Ketentuan-ketentuan
Allah di waktu sepi
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam " Sungguh aku mengetahui sebuah kaum dari umatku, mereka
datang pada hari kiamat dengan kebaikan semisal gunung ...................
putih, kemudian Allah jadikan seperti halnya debu yang berterbangan",
berkata Tsauban, " Wahai Rasulullah, sifatkanlah tentang keadaan mereka
kepada kami, dan supaya kami tidak termasuk dari mereka, dan sedang kami da;a,
keadaan tidak memengetahui", Beliau bersabda "Adapun mereka itu dari
saudara kalian seagama, dan dari bangsa kalian, mereka mengambil bagian dari
waktu malam sebagaimana juga kalian mengambilnya, akan tetapi mereka itu adalah
sebuah kaum yang jika melewati larangan Allah mereka melanggarnya (Dikeluarkan
oleh ibnu MAjah dari hadits Tsauban Radhiyallahu 'anhu dan dishahihkan oleh al
Mundziri dan Al Baushiri)
12. Gembira dan Bahagia dengan
terbunuhnya seorang mukmin
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam " Barangsiapa membunuh seorang mukmin dan berharap akan
terbunuhnya maka Allah tidak akan menerima darinya penolakan (adzab) ataupun
penebusan. (dikelurkan oleh Abu Dawud dari hadits Ubadah bin shamit, hadits ini
shahih).
13. Menetap di negeri-negeri kafir
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam : " Allah Azza wajalla tidak akan menerima amalan dari
seorang musyrik yang masuk islam sampai memisahkan musyrikin kepada muslimin”
(Dikelurkan oleh Nasai dan Ahmad dari Hadits Mu'awiya bin Hayidah radhiyallahu
'anhu dengan sanad hasan)
14 Mendatangi dukun dan tukang ramal
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam : " Barangsiapa mendatangi tukang ramal kemudian
menanyakan tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya shalat selama 40 hari
(dikeluarkan oleh Muslim) dan sabdanya " Barangsiapa mendatangi tukang
ramal atau dukun kemudian membenarkan apa yang dikatakan maka sungguh telah
kafir kepada yang diturukan kepada Muhammad (Al Qur'an), (dikelurkan oleh
Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad, dari hadits Abu Hurairah, sahih)
15. Durhaka kepada kedua orang tua
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam " Tiga golongan yang Allah tidak akan terima dari mereka
penolakan atau penebusan yaitu orang yang durhaka kepada kedua orang tua,
pengungkit pemberian, dan pendusta takdir” (telah berlalu takhrijnya dipoint
no.5)
16. Pecandu Khamar
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam " Barangsiapa meminum khamar Allah tidak akan terima
darinya shalat empat puluh hari, apabila dia taubat, maka Allah terima
taubatnya, apabila dia kembali berbuat maka Allah tidak akan terima lagi shalatnya
selama 40 hari, dan apabila dia taubat maka Allah tidak akan terima taubatnya,
dan Allah akan memberinya minum dari sungai Khibal", dikatakan kepadanya
"wahai Abu Abdiraman , apa sungai khibal tersebut, dia berkata : yaitu
sungai dari nanah penduduk neraka (dikeluarkan oleh Tirmidzi dari hadits
Abdullah bin Umar, dan dia shahih), dan sabda Beliau Shalallahu Alaihi Wa
Sallam "Pecandu khamr, jika mati maka akan menemui Allah seperti penyembah
berhala (dikeluarkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah dari hadits Ibnu Abbas, dan
baginya ada syahid (penguat) dari hadits Abu Hurairah dikeluarkan oleh Ibnu
Majah, secara keseluruhannya derajatnya hasan)
Berkata Ibnu Hiban : Serupa makna
khabar ini dengan " Barangsiapa bertemu Allah dari pecandu khamr dengan
anggapan halal meminumnya, seperti penyembah berhala, karena kesamaan keduanya
dalam kekufuran.
17. Berkata dusta dan beramal
dengannya
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan
beramal dengannya maka tidak ada kepentingan bagi Allah seseorang meninggalkan
makan dan minumnya " (dikeluarkan oleh Bukhari)
18 Memelihara anjing kecuali anjing
yang dididik untuk pertanian atau berburu
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam " Barangsiapa memelihara anjing, maka akan berkurang
amalannya setiap hari sebear satu qiroth (dalam riwayat lain dua qiroth),
kecuali anjing untuk menjaga kebun atau anjing penjaga ternak (mutafaq alaihi,
dan riwayat kedua dari muslim)
19. Budak yang lari dari Tuannya,
tanpa karena takut atau keletihan dalam pekerjaan, sampai dia kembali kepada
tuannya
20. Istri yang durhaka sampai
kembali taat terhadap suaminya
Berkata Nabi Shalallahu Alaihi Wa
Sallam " Dua golongan yang sungguh sangat merugi yaitu seorang hamba yang
lari dari tuannya sampai kembali kepada mereka dan seorang istri yang maksiat
terhadap suaminya sampai dia kembali kepadanya (dikeluarkan oleh Hakim dan
Thabrany dalam as shaghir, shahih)
21. Pemimpin Yang dibenci Kaumnya
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam " Tiga golongan yang sangat merugi yaitu seorang budak
yang lari dari tuannya sampai dia kembali, seorang wanita yang bermalam dengan
suaminya dalam keadaan (suami) murka padanya, dan seorang pemimpin yang dibenci
kaumnya” (Dikeluarkan dan dihasankan oleh Tirmidzi) Berkata Tirmidzi : "
Sekelompok orang dari ahli ilmu membenci seseorang untuk memimpin sebuah kaum,
yang mereka benci padanya. Apabila imam itu tidak dzalim, maka sesungguhnya
dosa itu atas yang membencinya. Dinukilkan dari Manshur: Kami bertanya tentang
perkara imam, maka dikatakan kepada kami: Pemimpin- pemimpin yang dzalim itu
sangat menyusahkan, dan adapun yang menegakkan sunnah maka sesungguhnya dosa
bagi siapa yang membencinya.”
22. Seorang muslim memboikot
saudaranya muslim tanpa udzur syar'ie
Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu
Alaihi Wa Sallam " Dibukakan pintu-pintu surga pada hari Senin dan Kamis dan
diampunkan bagi setiap hamba yang tidak mensekutukan Allah dengan sesuatupun
kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya ada kebencian” Beliau berkata,
" perhatikanlah keduanya oleh kalian sampai mereka kembali rukun,
perhatikanlah keduanya oleh kalian sampai mereka kembali rukun, perhatikanlah
keduanya oleh kalian sampai mereka kembali rukun.” (Dikeluarkan oleh Muslim
dari hadits Abu Hurairah)
Wakhai saudara seislam, ini adalah
perbuatan-perbuatan yang dapat menggugurkan amalan- amalan, berada di depanmmu.
Dan bahayanya terhadap agamamu sangat jelas, maka jauhilah perkara tersebut dan
berhati-hatilah darinya, dan hendaklah hatimu tetap berharap kepada sesuatu
yang memberi manfaat kepadamu di dunia dan akhirat, karena setaip hati butuh
kepada tarbiyah supaya suci dan terus bertambah suci hingga sampai usia lanjut
sempurnalah dan baiklah ia.
Ya Allah yang membolak-balikan hati
tetapkanlah hati-hati kami atas agama-Mu, dan janganlah Engkau palingkan kami
meskipun hanya sekejap saja.
(http://assunnah.cjb.net/)
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..