Selamat datang di Blog Pribadi Untuk Sosial Dan Semua

‘AZZARA (Mendukung)

10 November 20120 komentar



Oleh : Masduki Ibnu Zeayah
Kata ‘azzara (عَزَّرَ) adalah fi‘l mâdhi yang terambil dari akar kata yang terdiri atas tiga huruf, yaitu, ’ain – zai – dan ra’  yang menunjukkan arti ar-raddu wa al-man‘u  (الرَّدُّ وَالْمَنْعُ = menolak atau mencegah). Dari situ lahir istilah ta‘zir (تَعْزِيْر), yaitu hukuman yang tidak termasuk hadd (حَدّ) karena tujuannya mencegah pelaku kejahatan tersebut agar tidak mengulangi kejahatan yang telah dilakukannya.

Kata ‘azzara juga dipakai dalam arti “menolong” dan “menghormati” karena orang yang menolong dan menghormati seseorang pasti mencegah kejahatan atau hal-hal yang tidak baik, sehingga tidak menimpa orang tersebut, baik dari musuh-musuhnya maupun dari yang lainnya. Ada juga yang berpendapat bahwa makna dasar dari kata tersebut justru “menolong” dan “menghormati”. Dari makna inilah timbul istilah ta‘zir (تَعْزِيْر) tersebut karena mengandung arti “menolong pelaku kejahatan tersebut agar tidak berlarut-larut dalam kejahatannya”.

Di dalam al-Quran kata ’azzara (عَزَّرَ) dan yang seakar dengannya berulang sebanyak empat kali, yaitu pada S. Al-Mâ’idah [5]: 12; S. Al-A‘râf [7]: 157; S. Al-Fath [48]: 8; dan S. At-Taubah [9]: 30.

Pada S. Al-Mâ’idah [5]: 12 tersebut, kata ‘azzara (عَزَّرَ) dipakai dalam arti “mendukung” dan “membela rasul-rasul Allah”. Pada ayat itu disebutkan mengenai janji Allah terhadap Bani Israil berupa ampunan dan surga bagi yang beriman kepada rasul-rasul-Nya, lalu mendukungnya serta mendirikan shalat dan menunaikan zakat.

Demikian pula pada S. Al-A‘raf [7]: 157, kata ‘azzara (عَزَّرَ) juga mengandung arti “mendukung” dan “membela” rasul Allah yang di dalam ayat ini khusus ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw, di mana ditegaskan bahwa pendukung-pendukung beliau benar-benar termasuk orang yang beruntung.

Adapun pada S. Al-Fath [48]: 9, kata ‘azzara (عَزَّرَ) digunakan dalam makna “mengagungkan Allah” dalam arti menguatkan agama-Nya. Ayat ini berbicara tentang fungsi kerasulan Nabi sebagai saksi, pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan. Dengan terlaksananya fungsi tersebut, maka nyatalah siapa yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, menguatkan agama-Nya, serta bertasbih dan mengagungkan-Nya, baik di waktu pagi maupun petang.

Selanjutnya, pada S. At-Taubah [9]: 30, kata itu menunjuk pada nama ‘Uzair (عُزَيْر). Di dalam ayat itu, disinggung mengenai kepercayaan sesat orang Yahudi dan Nasrani. Orang Yahudi meyakini bahwa ‘Uzair itu adalah putra Allah, sedangkan orang Nasrani meyakini bahwa Al-Masih (Nabi Isa) itu putra Allah.

Syukron Atas Kunjungan Anda..
Mohon Luangkan waktu ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..








Share this article :

Posting Komentar

Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..

 
Support : Qye Ducky | Creating Website | Qye Course | Masduki | PAYTREN YUSUF MANSUR
Copyright © 2016/1437.H qyeowner.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Masduki Ibnu Zeeyah
Proudly powered by Blogger