Selamat datang di Blog Pribadi Untuk Sosial Dan Semua

ÂZAR (Azar)

10 November 20120 komentar



Oleh : Masduki Ibnu Zeayah
Kata آzar (آزَر) adalah sebutan Allah terhadap orang tua Nabi Ibrahim As. yang tertera dalam QS. Al-An‘âm [6]: 74. Dia juga dibicarakan dalam QS. At-Taubah [9]: 114, QS. Maryam [19]: 42, QS. Al-Anbiyâ’ [21]: 52, QS. Asy-Syu‘arâ’ [26]: 70, QS. Ash-Shâffât [37]: 85, QS. Az-Zukhruf [43]: 26, dan QS. Al-Mumtahanah [60]: 4 tanpa disebut namanya, tetapi ditunjuk dengan kata abîhi (أَبِيْهِ = ayahnya). Ungkapan Nabi Ibrahim kepada ayahnya yang berbunyi ya abati (يَأََبَتِ = wahai ayahku) juga ditemui di dalam QS. Maryam [19]: 42-45. Ditemukan pula kata آzar (آزَر) dalam QS. Al-Fath [48]: 29, tetapi berfungsi sebagai kata kerja, dengan arti “menolong atau memperkuat/memperkokoh” dan tidak ada kaitannya dengan kisah Nabi Ibrahim As. dengan ayahnya.

Di dalam beberapa kitab tafsir dijumpai keterangan adanya perbedaan pendapat tentang آzar (آزَر). Apakah آzar (آزَر) merupakan nama ayah Nabi Ibrahim As. atau sekadar julukan (laqab), dan apakah آzar (آزَر) ayah kandung atau paman Nabi Ibrahim. Mujahid, misalnya, berpendapat bahwa آzar (آزَر) bukan nama ayah Nabi Ibrahim As., melainkan nama berhala. Sementara itu, Ibnu Ishaq berpendapat bahwa آzar (آزَر) bukan nama berhala melainkan julukan (laqab) yang berarti “bengkok”. Ar-Ragib Al-Asfahani memberi arti sebagai “perkataan yang sesat”. Secara sederhana dapat diambil pengertian bahwa ayah atau paman Ibrahim memperoleh julukan yang jelek karena menyembah berhala/patung.

Muhammad Rasyid Ridha di dalam Tafsîr Al-Manâr menyatakan bahwa mayoritas mufasir, sejarawan, dan ahli bahasa lebih cenderung berpendapat bahwa ayah Nabi Ibrahim As. adalah Tarakh. Akan tetapi, dalam hal ini masih juga terdapat perbedaan pendapat menyangkut huruf akhir yang digunakan, antara Tarakh (dengan kh) dan Tarah (dengan h).

Ayah Nabi Ibrahim As. memang dikenal di dalam sejarah sebagai pemahat, penjual, dan sekaligus penyembah patung. Ayat-ayat dalam al-Quran yang disebut di atas membicarakan hubungan Nabi Ibrahim As. dengan ayahnya dan dengan orang lain menyangkut persoalan penyembahan terhadap patung. Nabi Ibrahim As. berupaya membuka kesadaran mereka dengan beberapa ungkapan. Misalnya, mengapa patung-patung tersebut kalian sembah, padahal mereka tidak mendengar, tidak dapat melihat, dan tidak pula dapat memberi pertologan sedikit pun? Pantaskah mereka itu kalian anggap sebagai Tuhan? Tidak cukup dengan pernyataan dan pertanyaan saja, Nabi Ibrahim As. pun menghancurkan patung-patung sesembahan mereka kecuali yang terbesar, agar mereka sadar bahwa yang mereka lakukan itu tidak masuk akal. Ibrahim mempersilakan orang-orang bertanya kepada patung terbesar itu kalau memang ia bisa berbicara. Walau mereka sadar bahwa patung itu tidak bisa berbicara, Ibrahim tetap dihukum (QS. Al-Anbiyâ’ [21]: 58, 63, dan 68).

Ayat-ayat yang disebut di atas juga menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim pernah berjanji akan memintakan ampun kepada Allah Swt. atas kesesatan ayahnya (QS. At-Taubah [9]: 114 dan QS. Al-Mumtahanah [60]: 4). Janji itu ia tepati dengan memohon agar Allah mengampuni ayahya (QS. Asy-Syu‘arâ’ [26]: 86). Namun, Allah menegurnya karena seorang Nabi sekalipun kalau menyekutukan Allah (musyrik), tidak akan diampuninya kecuali jika ia sudah bertobat. Allah menyatakan bahwa Nabi dan orang yang beriman tidak patut memintakan ampun atas kesalahan orang-orang musyrik walau mereka masih ada hubungan keluarga (QS. An-Nisâ’ [4]: 48 dan QS. At-Taubah [9]: 113).


Syukron Atas Kunjungan Anda..
Mohon Luangkan waktu ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..







http://freedollar.danatripler.com/
Share this article :

Posting Komentar

Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..

 
Support : Qye Ducky | Creating Website | Qye Course | Masduki | PAYTREN YUSUF MANSUR
Copyright © 2016/1437.H qyeowner.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Masduki Ibnu Zeeyah
Proudly powered by Blogger