Senin, 12 Juni 2009
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
Syirik adalah suatu yang tercela dan
menunjukkan kekurangan yang Allah mensucikan diri-Nya dari hal-hal tersebut.
Maka siapa yang menyekutukan Allah, berarti dia telah menetapkan untuk Allah
apa yang Allah sendiri menolak itu bagi diri-Nya. Ini berarti benar-benar
pembangkangan yang sangat hebat kepada Allah dan perlawanan yang sangat
mengerikan terhadap Allah.
Syirik adalah menjadikan sekutu bagi
Allah dalam ke rububiyahan-Nya dan ke uluhiyahan-Nya. Seringnya terjadi pada
sisi Uluhiyyah. Yaitu dengan berdo'a kepada Allah, tetapi berdo'a juga kepada
selain Allah. Atau memperuntukkan bagi selain Allah suatu ibadah, seperti
menyembelih, bernadzar, takut, harap dan cinta. Syirik adalah dosa yang sangat
besar. Itu karena beberapa sebab:
1. Menyerupakan makhluk dengan
khaliq dalam perkara-¬perkara yang khusus dengan ilahiyyah. Maka siapa yang
menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka berarti dia telah menyerupakan makhluk
dengan Allah. Ini adalah kezaliman yang sangat besar. Allah Ta'ala berfirman :
'Sesungguhnya kesyirikan adalah
kezaliman yang besar." (Luqman: 13)
Zalim itu adalah "meletakkan
sesuatu tidak pada tempatnya". Maka siapa beribadah kepada selain Allah,
berarti dia telah meletakkan peribadahan itu tidak pada tempatnya dan
memberikannya kepada yang tidak berhak, itulah kezaliman yang besar.
2. Allah tidak mengampuninya dari
orang yang tidak bertaubat darinya, sebagaimana firman Allah :
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni
dosa orang yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu, tetapi akan mengampuni selain
itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (An Nisa': 48)
3. Allah mengharamkan surga bagi
orang yang musyrik. Dan dia kekal didalam neraka jahannam. Allah berfirman:
"Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga
atasnya dan tempat kembalinya adalah neraka. Dan orang-orang zhalim itu tidak
memiliki para penolong." (Al Ma'idah: 72)
4. Syirik menggugurkan semua amalan.
Allah berfirman:
"Dan kalaulah mereka menyekutukan
Allah, niscaya gugurlah dari mereka apa yang telah mereka amalkan." (Al
An'am:88)
Allah juga berfirman:
"Dan sungguh telah diwahyukan
kepadamu dan kepada para nabi sebelummu; "Jika engkau menyekutukan Allah,
pasti gugur amalmu dan kamu termasuk orang-orang yang merugi. " (Az Zumar;
65)
" Maka bunuhlah kaum musyrikin
dimana saja kalian menemukan mereka. Tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan
intailah mereka disetiap tempat pengintaian. " (At Taubah: 5)
Rasulullah shallallahu'alaihi wa
sallam bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka
mengatakan Laa llaaha Illallah. Jika mereka telah mengatakannya, terjagalah
dariku darah mereka, harta mereka kecuali dengan haknya. "(HR Bukhari dan
Muslim)
6. Syirik adalah dosa besar yang
paling besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Maukah kalian aku beritahukan
dosa besar yang pal¬ing besar? Kami menjawab: Tentu, wahai Rasulullah. Beliau
berkata: menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua. " (HR
Bukhari dan Muslim)
Al 'Allamah Ibnul Qayyim berkata;
"Allah Yang Maha Suci mengabarkan bahwa maksud dari penciptaan dan
perintah adalah agar diketahui nama-nama dan sifat¬ sifat-Nya serta Dia
diibadahi dalam keadaan esa tanpa menyekutukanNya.
Dan agar manusia menegakkan keadilan
yang mana dengan keadilan itulah langit-langit dan bumi bisa tetap tegak,
sebagaimana Allah berfirman:
"Sungguh telah Kami utus para
rasul Kami dengan bukti¬ bukti dan Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan
timbangan, agar manusia menegakkan keadilan. "(Al Hadid: 25)
Allah mengabarkan bahwa Dia mengutus
para rasul-Nya dan menurunkan bersama mereka kitab¬-kitabNya agar manusia
menegakkan keadilan. Dan keadilan yang paling adil adalah tauhid. Dia adalah
pokok dalam keadilan, dan kesyirikan itu adalah kezaliman (lawan dari
keadilan), sebagaimana Allah berfirman:
"Sesungguhnya kesyirikan itu
adalah kezaliman yang sangat besar." (Luqman: 13)
Maka kesyirikan adalah kezaliman
yang sangat zalim. Dan tauhid adalah keadilan yang sangat adil. Maka apa saja yang
sangat keras dalam menentang tujuan ini, berarti dia adalah dosa yang sangat
besar - hingga ucapan beliau- maka ketika syirik secara dzatnya ingin menafikan
tujuan ini, jadilah dia dosa besar yang paling besar, secara.mutlak.
Allah haramkan surga atas orang yang
musyrik. Allah halalkan darahnya, hartanya dan keluarganya bagi orang-orang
bertauhid dan bolehnya mereka menjadikan mereka sebagai budak mereka ketika
mereka (musyrikin) meninggalkan penghambaan kepada Allah.
Dan Allah enggan menerima dari seorang
musyrik, walau satu amalpun. Atau menerima syafa'at untuknya. Atau mengabulkan
do'anya di akhirat, walau sebuah do' a. Atau menerima satupun harapannya.
Karena seorang musyrik adalah orang yang paling bodoh diantara orang yang bodoh
tentang Allah. Yang mana dia menjadikah sekutu bagi Allah. Itulah kebodohan
yang sangat parah. Dan itu juga kezaliman yang sangat parah.
Secara realita (kenyataan), memang
dia tidak menzalimi Allah, tetapi dia menzalimi dirinya (meletakkan dirinya
tidak pada tempatnya-pent)." (Al Jawabul Kafi, hat. 109)
7. Syirik adalah suatu yang tercela
dan menunjukkan kekurangan yang Allah mensucikan diri-Nya dari hal-hal
tersebut. Maka siapa yang menyekutukan Allah, berarti dia telah menetapkan
untuk Allah apa yang Allah sendiri menolak itu bagi diri-Nya. Ini berarti
benar-benar pembangkangan yang sangat hebat kepada Allah dan perlawanan yang
sangat mengerikan terhadap Allah.
(Kitabut Tauhid, Syaikh Sholih bin
FauzanAl Fauzan, hal. 9-10)
Sumber : Buletin Islamiy Al-Minhaj,
Edisi II Th.I
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..