Selamat datang di Blog Pribadi Untuk Sosial Dan Semua

ATSAR (Keutamaan, bekas, berita)

10 November 20120 komentar



Oleh : Masduki Ibnu Zeayah
Kata atsar (أَثَرٌ) dalam bentuk tunggal hanya disebut tiga kali di dalam al-Quran, yaitu pada Surah An-Nâzi‘ât [79]: 38, S. Yûsuf [12]: 91, dan S. Thâhâ [20]: 96. Bentuk lain kata itu disebut 13 kali, yaitu pada S. Al-Muddatstsir [74]: 24, S. Al-Hasyr [59]: 9, S. Al-Fath [48]: 29, S. Ar-Rûm [30]: 50, S. Al-A‘lâ [87]: 16, S. Ghâfir [40]: 21 dan 82, S. Al-Kahfi [18]: 6 dan 64, S. Al-Mâ’idah [5]: 46, S. Yâsin [36]: 12, S. Ash-Shâffât [37]: 70, S. Az-Zukhruf [43]: 22 dan 23, S. Al-Hadîd [57]: 27, dan S. Al-Ahqâf [46]: 4.Menurut Ibnu Faris, kata atsar (أَثَرٌ) mulanya mempunyai tiga pengertian. Pertama, ‘taqdimu asy-syai’’ (تَقْدِيْمُ الشَّيْءِ = mengutamakan atau memilih sesuatu), dalam arti memutuskan untuk mengambil sesuatu dari beberapa pilihan yang ada. Mengambil salah satu dari sekian banyak pilihan menyiratkan bahwa pertimbangan yang matang telah dilakukan terlebih dahulu. Hasilnya disebut pilihan. Demikian juga pengertian kata tersebut di dalam S. Al-A‘lâ [87]: 16, bal tu’tsirûna al-hayât ad-dunyâ (بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا = mereka mengutamakan kehidupan dunia). Pilihan jatuh pada kehidupan dunia karena menurut mereka kehidupan dunia lebih utama daripada kehidu­pan lain. Kedua, bekas-bekas peninggalan lama. Bekas-bekas dimaksud dapat membuktikan bahwa dahulu pernah ada pemiliknya. Misalnya, bekas-bekas rumah disebut atsaru al-bait (أَثَرُ الْبَيْتِ) karena ia dapat membuktikan bahwa dahulu pernah ada rumah tersebut. Demikian juga atsaru ath-tharîq (أَثَرُ الطَّرِيْق), diartikan sebagai bekas-bekas jalan karena bekas itu membuktikan bahwa di situ pernah ada orang lewat. Ketiga, berita yang disam­paikan. Hadis Nabi Saw. disebut astar karena ia merupakan berita yang disampaikan kepada orang lain.Dari beberapa ayat yang menyebut kata atsar (أَثَرٌ) dan yang seasal dengan itu, dapat difahami bahwa al-Quran menggunakan kata tersebut dengan ketiga arti di atas. Misalnya, untuk arti “keutamaan” atau “pilihan” dapat dilihat dalam S. Yûsuf [12]: 91, yang menggunakan kata atsar (أَثَرٌ) untuk menggambar­kan kelebihan dan keutamaan yang diberikan Allah kepada Yusuf berupa ketampanan, keimanan, kejujuran, dan sebagainya. S. Al-A‘lâ [87]: 16 menggunakannya untuk menggambarkan sikap orang musyrik yang mengutamakan kehidupan dunia.
Untuk arti “bekas” atau “jejak” yang membuktikan bahwa sesuatu yang meninggalkan bekas itu pernah ada, misalnya, S. Ghâfir [40]: 21 yang menggambarkan bekas-bekas orang terdahulu berupa bangunan, perlengkapan, benteng-benteng pertahanan, istana, dan sebagainya. Untuk arti “menyampaikan sesuatu” ditemukan misalnya di dalam S. Al-Muddatstsir (74): 24, yang menggambarkan penyampaian sihir orang-orang dahulu kepada Nabi Muhammad.


Syukron Atas Kunjungan Anda..
Mohon Luangkan waktu ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..







http://freedollar.danatripler.com/
Share this article :

Posting Komentar

Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..

 
Support : Qye Ducky | Creating Website | Qye Course | Masduki | PAYTREN YUSUF MANSUR
Copyright © 2016/1437.H qyeowner.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Masduki Ibnu Zeeyah
Proudly powered by Blogger