Selamat datang di Blog Pribadi Untuk Sosial Dan Semua

ASHHÂB (Pemilik, Sahabat-sahabat)

10 November 20120 komentar



Oleh : Masduki Ibnu Zeayah
Ashhâb adalah bentuk jamak dari shâhib (صَاحِبٌ = kawan, teman, sahabat, penghuni, dan penduduk). Kata tersebut berasal dari shahiba – yashhabu - shuhbatan (صَحِبَ - يَصْحَبُ - صُحْبَةً) yang secara harfiah mempunyai beberapa makna. Di antaranya, terekam di dalam al-Quran, seperti ashhâb yang berarti murâfiq: shâhib fi as-safar ( مَرَافِقٌ: صَاحِبُ فِى السَّفَرِ = teman di dalam perjalanan), mu‘âsyir: shâhib fi asy-syiddati wa ar-rakhâ’ (مُعَاشِرٌ: صَاحِبٌ فِى الشِّدَّةِ وَالرَّخَاءِ = bergaul di dalam susah dan senang), mâlik (مَالِكٌ), qâim ‘alâ syai’ (قاَئِمٌ عَلَى شَيْئٍ = penjaga), muallif  (مُؤَلِّفٌ = penyusun), tabi‘ au qaum (تَابِعٌ أَوْ قَوْمٌ = pengikut atau kaum), al-mutarjim (المُتَرْجِمُ  = penerjemah), dan sebagai laqbun tasyrîfiy (لَقْبٌ تَشْرِيْفِىٌ = gelar kehormatan).

Kata ashhâb dengan segala derivasinya disebutkan sebanyak 97 kali di dalam al-Quran yang tersebar di 46 surat dengan makna-makna yang berbeda, seperti disebutkan di atas. Penggunaannya sebagian besar (94 kali) dalam bentuk ism (kata benda). Dari 94 kali tersebut, 78 kali di antaranya disebutkan dalam bentuk jamak (ashhâb), 14 kali dalam bentuk tunggal (shâhib), dan hanya dua kali dalam bentuk mutsannâ (مُثَنَّى = kata benda yang menunjukkan dua) yaitu di dalam S. Yûsuf [12]: 39 dan 4.

Ashhâb yang bermakna "penghuni" disebutkan dalam beberapa ayat, terutama yang mudhâf (مُضَافٌ  = disandarkan) kepada kata an-nâr (النَّارُ  = neraka), al-jahîm (الْجَحِيْمُ= neraka Jahim), as-sa‘îr (السَّعِيْرُ = neraka Sair), dan al-jannah (الجَنَّةُ = surga), seperti yang terdapat di dalam S. al-Baqarah [2]: 39, S. Al-Mâ’idah [5]: 10, S. Al-Mulk [67]: 10, dan S. Al-Baqarah [2]: 82.

Ashhâb yang bermakna "penduduk" juga disebutkan dalam beberapa ayat, terutama yang disandarkan pada nama kampung atau menyebut secara langsung kampung itu sendiri, seperti Madyan, Aikah, Rass, dan Qaryah, seperti pada S. At-Taubah [9]: 70, S. Yâsin [36]: 13, S. Al-Furqân [25]: 38. Ayat pertama dan kedua menggambarkan ancaman Tuhan kepada orang-orang yang mendustakan Allah dan rasul-Nya, di mana mereka disediakan azab yang pedih dan akan dimasukkan ke dalam neraka sebagaimana umat-umat sebelum mereka, seperti umat Nabi Nuh, kaum ‘Ad, kaum Samud, penduduk Madyan, dan penduduk Aikah yang selalu mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka. Ayat ketiga berkaitan dengan kisah penduduk suatu kota yang bisa menjadi pelajaran bagi penduduk Mekah, yakni  Allah mengutus kepada penduduk kota tersebut tiga orang utusan tetapi mereka tetap mendustakannya.

Ashhâb yang bermakna mâlik (pemilik) disebutkan antara lain di dalam S. Al-Fîl [105]: 1. Ini digunakan dalam kaitan azab Allah kepada tentara bergajah yang akan menghancurkan Ka'bah. Mereka dipimpin Abrahah, gubernur Yaman. Sebelum masuk kota Mekah, tentara diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu kecil hingga mereka musnah.

Ashhâb yang bermakna ‘qâim ‘alâ asy-syai’’ (قَائِمٌ عَلَى الشَّيْئ = penjaga) disebutkan antara lain di dalam S. Al-Mudatstsir [74]: 31. Ini digunakan dalam kaitan neraka Saqar yang dijaga oleh banyak malaikat.

Ashhab yang bermakna tâbi‘ au qaum (تَابِعٌ أَوْ قَوْمٌ = pengikut atau kaum) disebutkan dalam beberapa ayat, di antaranya dalam S. Asy-Syu‘arâ’ [26]: 61. Ini digunakan berkaitan dengan perintah Tuhan kepada Musa As. untuk menyelamatkan Bani Israil dari Fir'aun sekaligus perintah untuk membinasakan Fir'aun beserta pengikut-pengikutnya.

Pecahan kata ashhâb yang bermakna murâfiq: shâhib fi as-safar (menemani dalam perjalanan) disebut di dalam S. Al-Kahf [18]: 76. Ini digunakan dalam kaitan kisah pertemuan Musa dan Khidr As. ketika Musa dilarang untuk bertanya tentang apa yang dilakukan oleh Khidr apabila ia masih ingin diikutsertakan dalam perjalanan.

Pecahan kata ashhâb yang bermakna mu‘âsyir (menggauli) disebutkan di dalam S. Luqman [31]: 15. Dan pecahan lainnya yang bermakna "teman", "kawan", dan "sahabat" dapat dilihat dalam kisah hijrah Nabi Saw. bersama Abu Bakar Ra. yang terekam di dalam S. At-Taubah [90]: 40.

Syukron Atas Kunjungan Anda..
Mohon Luangkan waktu ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..








Share this article :

Posting Komentar

Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..

 
Support : Qye Ducky | Creating Website | Qye Course | Masduki | PAYTREN YUSUF MANSUR
Copyright © 2016/1437.H qyeowner.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Masduki Ibnu Zeeyah
Proudly powered by Blogger