Selamat datang di Blog Pribadi Untuk Sosial Dan Semua

‘A’ILAN (orang yang butuh/miskin)

10 November 20120 komentar



Oleh : Masduki Ibnu Zeayah
Kata ‘â’ilan (عَائِلاً) adalah ism fâ‘il (kata yang menunjukkan pelaku) dari ‘âla (iعَالَ), ya‘îlu (iيَعِيْل), ‘îlan (عِيْلاً). Kata ini, menurut Ibnu Faris, Ibrahim Anis, dan Muhammad Ismail Ibrahim berarti ‘fakir’, ‘miskin’, dan ‘butuh’. آ’ilan (عَائِلاً) berarti ‘orang yang miskin’ atau ‘orang yang butuh’. Kata lain yang seasal dengan ‘â’ilan (عَائِلاً) adalah ‘iyâlah (الْعِيَالَة) yang berarti ‘nafkah’, al-‘aulah wa al-‘awil (الْعَوْلَةُ وَ الْعَوِل) yang berarti ‘ratapan, tangis­an’, al-‘aul wa al-‘ail (الْعَوْلُ وَالْعَيِل) yang berarti ‘kezaliman, ketidak­adilan, ke­curang­an’, al-‘âlah (الْعَالَة) berarti ‘payung’, ‘beban’, ‘burung unta’ atau ‘kasuari’, al-‘â’ilah (الْعَائِلَة) yang berarti ‘famili, keluarga’, al-‘ayyil (الْعَيِّل) yang berarti ‘anak kecil’, al-mi‘wâl (الْمِعْوَال) yang berarti ‘cangkul’, dan al-mu‘wil (الْمُعْوِل) atau al-mu‘îl (الْمُعِيْل) yang berarti ‘loba, rakus’.

Kata ‘â’ilan (عَائِلاً) (di dalam bentuk ism fâ‘il) disebut satu kali di dalam Al-Qur’an, yaitu di dalam QS. Adh-Dhuhâ [93]: 8. Kata ‘ailah (عَائِلَة) (di dalam bentuk mashdar) disebut satu kali, yaitu di dalam QS. At-Taubah [9]: 28.

Kata ‘ailan (عَيْلاً) di dalam QS. Adh-Dhuhâ [93]: 8, berkaitan dengan beberapa nikmat yang dianugerahkan Tuhan kepada Nabi Muhammad saw., antara lain dengan memberikan kecukupan kepada beliau, padahal sebelumnya beliau adalah seorang yang berkekurangan. Ar-Raghib Al-Ashfahani menafsirkan ayat ini dengan mengatakan bahwa Allah menghilangkan kefakiran jiwa dari Nabi dan menjadikan Nabi berjiwa besar, yang disebut kekaya­an jiwa. Pendapat lain mengatakan Nabi membutuhkan rahmat dan ampunan dari Allah, lalu Allah mengayakan beliau dengan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu dan yang kemudian.

Ahmad Mustafa Al-Maraghi me­ngata­­kan di dalam Tafsirnya, Nabi Muhammad adalah seorang yang fakir karena ayahnya tidak meninggalkan harta pusaka, kecuali seekor unta dan seorang jariah (hamba sahaya wanita). Lalu, Allah memberi kecukupan/kekayaan kepada beliau di dalam bentuk keuntungan/laba yang banyak di dalam dengan modal dari seorang wanita kaya, Khadijah, yang kemudian menjadi istrinya.

Kata ‘ailah (عَائِلَة) di dalam QS. At-Taubah [9]: 28, disebut di dalam konteks pem­bicara­an mengenai orang musyrik yang dipandang najis (kotor jiwanya). Oleh karena itu, mereka tidak boleh mendekati Masjid Haram, baik untuk melakukan haji maupun umrah sesudah tahun ke-9 Hijrah. Andaikata orang Islam merasa khawatir menjadi miskin karena tidak mem­benar­kan orang musyrikin melakukan haji dan umrah, yang menyebabkan pencarian mereka (orang Islam) berkurang, Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari karunia-Nya.

Syukron Atas Kunjungan Anda..
Mohon Luangkan waktu ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..








Share this article :

Posting Komentar

Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..

 
Support : Qye Ducky | Creating Website | Qye Course | Masduki | PAYTREN YUSUF MANSUR
Copyright © 2016/1437.H qyeowner.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Masduki Ibnu Zeeyah
Proudly powered by Blogger