Jangan menjadikan AMALAN karena ingin BERTRANSAKSI dengan Allah..
Lakukan sesuatu itu dengan ikhlas..dan semata-mata karena Allah...
''Jika kemudian ALLAH MEMBERIKAN SESUATU KEPADA KITA..Itu karena ketetapan-Nya..dan
Jika Allah TIDAK MEMBERIKAN SESUATU..maka itu HAK Allah..
Karena Allah pasti telah memberikan yang terbaik buat hambanya..".
"Seorang mukmin menjadikan shalat..ibadah..hidup dan matinya hanya untuk Allah. BUKANYA..BERIBADAH UNTUK DUNIA..BERAMAL UNTUK KAYA..BERTAHAJJUD UNTUK MERAIH HARTA.."..
"Jika kusebut nabi Sulaiman as..bukan kaya dan kekuasaan yang menjadi anjuran.. Tapi bagaimana berjuang meraih takwa"..
"Jika kusebut nabi Ayyub as..bukan berarti seruan untuk bercita-cita jadi penyakitan.
Tapi pelajaran tentang sabar dan merawat iman"..
"Jika kusebut nabi Yusuf as..bukan tampan yang jadi impian...
Tapi tentang rasa takut kepada Allah yang melahirkan penjagaan diri"..
Ada banyak Hal yang merusak keikhlasan...Diantaranya..
Melakukan amalan akhirat..tapi mengharapkan keuntungan dan kenikmatan dunia..
- Melakukan amalan akhirat itu karena murni hanya mengharapkan dunia.. seimbang antar harapan dunia dan akhiratnya..atau tujuan dunianya lebih dominan..
Maka ini menafikan keikhlasan dan bisa mendatangkan dosa serta membatalkan amal..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda..
"Barangsiapa di antara mereka mengerjakan amal akhirat untuk keduniaan..maka di Akhirat dia tidak akan mendapatkan bagian." (HR. Ahmad)...
- Sedangkan jika niat atau tujuan dunia itu menyertai tujuan syariat..
maka ini dibolehkan dan tidak merusak keikhlasan..Meskipun pahalanya tidak sama dengan yang murni karena akhirat..
Perbuatan-perbuatan yang TIDAK MERUSAK KEIKHLASAN antara lain..
- MENGHARAPKAN bagian-bagian tertentu dari akhirat..
seperti meraih surga dan selamat dari neraka..Ini tidak menghilangkan keikhlasan..
- MELAKUKAN IBADAH IBADAH yang dilakukan dengan terlihat dihadapan orang banyak. Hal ini dibenarkan dalam syariat..
Oleh karena itu...orang tidak dilarang melakukan perbuatan yang disyariatkan karena takut riya’..
bahkan diperintahkan untuk mengerjakannya sambil berupaya untuk ikhlas...
- MENDAPATKAN PUJIAN atas perbuatan taat yang dikerjakan tanpa mengharapkan hal tersebut..Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi orang beriman..
Suatu hari..Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya...
أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْعَمَلَ مِنَ الْخَيْرِ، وَيَحْمَدُهُ النَّاسُ عَلَيْهِ.
“Bagaimana pendapat engkau tentang orang yang melakukan amal kebaikan lalu mendapatkan pujian dari orang-orang..?”
Beliau menjawab..
تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِن"
“Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi orang beriman.” (HR Muslim 2642).
Semoga Allah menuntun kita kepada jalan kebenaran..
Mengingatkan kita apabila kita salah..dan
Membuka hati dan pikiran kita terhadap ilmu dan kebenaran...
Aamiin...
Sumber Page FB : BERANDA KITA
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..