* Buletin PRISMA *
Mudah-mudahan Allah yang Maha Menguasai
segala-galanya selalu membukakan hati kita agar bisa melihat hikmah dibalik
setiap kejadian apapun yang terjadi. Yakinlah tidak ada satu kejadian pun yang
sia-sia, tidak ada suatu kejadian pun yang tanpa makna, sangat rugi kalau kita
menghadapi hidup ini sampai tidak mendapat pelajaran dari apa yang sedang kita
jalani. Hidup ini adalah samudera hikmah tiada terputus. Seharusnya apapun yang
kita hadapi, efektif bisa menambah ilmu, wawasan, khususnya lagi bisa menambah
kematangan, kedewasaan, kearifan diri kita sehingga kalau kita mati besok lusa
atau kapan saja, maka warisan terbesar kita adalah kehormatan pribadi kita,
bukan hanya harta semata. Rindukanlah dan selalu berharap agar saat kepulangan
kita nanti, saat kematian kita adalah saat yang paling indah.
Harusnya saat malaikat maut menjemput,
kita benar-benar dalam keadaan siap, benar-benar dalam keadaan khusnul
khatimah. Harus sering dibayangkan kalau saat meninggal nanti kita sedang bagus
niat, sedang bersih hati, keringat sedang bercucuran di jalan Allah SWT.
Syukur-syukur kalau nanti kita meninggal, kita sedang bersujud atau sedang
berjuang di jalan Allah. Jangan sampai kita mati sia-sia, seperti yang
diberitakan koran-koran tentang seorang yang meninggal sedang nonton di
bioskop. Terang saja buruk sekali orang yang meninggal di bioskop, apalagi
misalnya film yang ditontonnya film (maaf) “Gairah Membara”, film maksiat, na’
udzubillah. Dia akan “membara” betulan
di neraka nanti. Ingat maut adalah hal yang sangat penting.
Tiada kehormatan dan kemuliaan kecuali
dari Engkau wahai Allah pemilik alam semesta, yang mengangkat derajat siapa pun
yang Engkau kehendaki dan menghinakan siapa pun yang Engkau kehendaki, segala
puji hanyalah bagi-Mu dan milik-Mu. Shalawat semoga senantiasa terlimpah bagi
kekasih Allah, panutan kita semua Rasulullah SAW.
Sahabat, percayalah sehebat apapun
harta, gelar, pangkat, kedudukan, atau atribut duniawi lainnya tak akan pernah
berharga jikalau kita tidak memiliki harga diri. Apalah artinya harta, gelar,
dan pangkat, kalau pemiliknya tidak punya harga diri.
Hidup di dunia hanya satu kali dan
sebentar saja. Kita harus bersungguh-sungguh meniti karier kehidupan kita ini
menjadi orang yang memiliki harga diri dan terhormat dalam pandangan Allah SWT
juga terhormat dalam pandangan orang-orang beriman. Dan kematian kita pun harus
kita rindukan menjadi sebaik-baik kematian yang penuh kehormatan dan kemuliaan
dengan warisan terpenting kehidupan kita adalah nama baik dan kehormatan kita
yang tanpa cela, kehinaan.
Langkah awal yang harus kita bangun
dalam karier kehidupan ini adalah tekad untuk menjadi seorang muslim yang
sangat jujur dan terpercaya sampai mati. Seperti halnya Rasulullah SAW memulai
karier kehidupannya dengan gelar kehormatan Al Amin (seorang yang sangat
terpercaya).
Kita harus berjuang mati-matian untuk
memelihara harga diri kehormatan kita menjadi seorang muslim yang terpercaya,
sehingga tidak ada keraguan sama sekali bagi siapapun yang bergaul dengan kita,
baik muslim maupun non muslim, baik kawan atau lawan, tidak boleh ada keraguan
terhadap ucapan, janji, maupun amanah yang kita pikul.
Oleh karena itu, pertama, jaga lisan
kita. Jangan pernah berbohong dalam hal apapun. Sekecil dan sesederhana apapun,
bahkan betapa pun terhadap anak kecil atau dalam senda gurau sekalipun. Harus
benar-benar bersih dan meyakinkan, tidak ada dusta, pastikan tidak pernah ada
dusta! Lebih baik kita disisihkan karena kita tampil apa adanya, daripada kita
diterima karena berdusta. Sungguh tidak akan pernah bahagia dan terhormat
menjadi seorang pendusta. (Tentu saja bukan berarti harus membeberkan aib-aib
diri yang telah ditutupi Allah, ada kekuasaan tersendiri, ada kekhususan
tersendiri. Jujur bukan berarti bebas membeberkan aib sendiri).
Kedua, jaga lisan, jangan pernah
menambah-nambah, mereka-reka, mendramatisir berita, informasi, atau sebaliknya
meniadakan apa yang harus disampaikan. Sampaikanlah berita atau informasi yang
mesti disampaikan seakurat mungkin sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Kita
terkadang suka ingin menambah-nambah sesuatu atau bahkan merekayasa kata-kata
atau cerita. Jangan lakukan! Sama sekali tidak akan menolong kita, nanti ketika
orang tahu informasi yang sebenarnya, akan runtuhlah kepercayaan mereka kepada
kita.
Ketiga, jangan sok tahu atau sok pintar
dengan menjawab setiap dan segala pertanyaan. Nah, orang yang selalu menjawab
setiap pertanyaan bila tanpa ilmu akan menunjukkan kebodohan saja. Yakinlah
kalau kita sok tahu tanpa ilmu itulah tanda kebodohan kita. Yang lebih baik
adalah kita harus berani mengatakan “tidak tahu” kalau memang kita tidak
mengetahuinya, atau jauh lebih baik disebut bodoh karena jujur apa adanya,
daripada kita berdusta dalam pandangan Allah.
Keempat, jangan pernah membocorkan
rahasia atau amanat, terlebih lagi membeberkan aib orang lain. Jangan
sekali-kali melakukannya. Ingat setiap kali kita ngobrol dengan orang lain,
maka obrolan itu jadi amanah buat kita. Bagi orang yang suka membocorkan
rahasia akan jatuhlah harga dirinya. Padahal justru kita harus jadi kuburan
bagi rahasia dan aib orang lain. Yang namanya kuburan tidak usah digali-gali
lagi kecuali pembeberan yang sah menurut syariat dan membawa kebaikan bagi
semua pihak. Ingat, bila ada seseorang datang dengan menceritakan aib dan
kejelekan orang lain kepada kita, maka jangan pernah percayai dia, karena
ketika berpisah dengan kita, maka dia pun akan menceritakan aib dan kejelekan kita
kepada yang lain lagi.
Kelima, jangan pernah mengingkari janji
dan jangan mudah mengobral janji. Pastikan setiap janji tercatat dengan baik
dan selalu ada saksi untuk mengingatkan dan berjuanglah sekuat tenaga dan
semaksimal mungkin untuk menepati janji walaupun dengan pengorbanan lahir batin
yang sangat besar dan berat. Ingat, semua pengorbanan menjadi sangat kecil
dibandingkan dengan kehilangan harga diri sebagai seorang pengingkar janji,
seorang munafik, na’udzubillah. Tidak artinya. Semua pengorbanan itu kecil
dibanding jika kita bernama si pengingkar janji. Rasulullah SAW pernah sampai
tiga hari menunggu orang yang menjanjikannya untuk bertemu, beliau menunggu
karena kehormatan bagi beliau adalah menepati janji.***
Bundel by PRISMA --- Juni ‘12
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..