Senin, 27 Maret 2010
Penulis: Masduki Ibnu Zeayah
Setiap kebenaran dan yang diridhai
Allah, niscaya akan mengundang barakah-Nya. Demikian pula dakwah tauhid
Di antara bentuk rahmat Allah
Subhanahu wa Ta'ala terhadap hamba-hamba-Nya adalah dimunculkannya para ulama
yang tampil untuk menegakkan Al-Haq dan mengajarkannya kepada umat, serta
mengembalikan mereka kepada bimbingan Al-Kitab dan As-Sunnah sesuai dengan
pemahaman Salaful Ummah. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam:
إِنَّ
اللهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ
يُجَدِّدُ لَهَا دِيْنَهَا
“Sesungguhnya Allah akan munculkan
untuk umat ini setiap awal/penghujung seratus tahun seorang yang memperbaharui
dien.” (HR. Abu Dawud)1
Pada setiap generasi pun, Allah
munculkan orang-orang yang akan mengemban amanah ilmu serta menjaganya dari
upaya-upaya penyimpangan. Sehingga tak satu kesesatan pun yang ditebarkan di
tengah umat kecuali para ulama akan tampil untuk membantahnya. Hal ini
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:
يَحْمِلُ
هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ يُنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ
الغَالِيْنَ وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ
“Ilmu agama ini akan terus dibawa
oleh orang-orang adil (terpercaya) dari tiap-tiap generasi, yang selalu
berjuang membersihkan agama ini dari:
(1) Tahriful Ghalin (pemutarbalikan
pengertian agama yang dilakukan oleh para ekstrimis).
(2) Intihalul Mubthilin (Kedustaan
orang-orang sesat yang mengatasnamakan agama)
(3) Ta`wilul Jahilin (Pena`wilan
agama yang salah yang dilakukan oleh orang-orang yang jahil) 2
Di antara para ulama besar tersebut
sekaligus sebagai salah satu Mujaddid bagi umat ini adalah Syaikhul Islam
Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman At-Tamimi An-Najdi rahimahullahu. Beliau
berdakwah untuk memurnikan tauhid umat yang ketika itu telah banyak diracuni
oleh kesesatan aqidah tashawwuf yang mengarah kepada kesyirikan.
Berbagai bentuk praktek amalan yang
menyelisihi Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyelimuti negeri
Najd khususnya dan negeri-negeri yang lainnya pada waktu itu. Dengan izin
Allah, kemudian perjuangan beliau rahimahullahu, berbagai bentuk kesyirikan dan
bid’ah di negeri Najd dan sekitarnya berhasil dikikis secara perlahan. Beliau
pun berupaya untuk menegakkan syariat Islam dan mengajak umat untuk beriman
dengan iman yang murni sesuai dengan bimbingan Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam dan para shahabatnya. Iman yang bersih dari aqidah sesat wihdatul
wujud, bid’ah aqidah Asy’ariyyah dalam perkara Al-Asma` wash Shifat bagi Allah
Subhanahu wa Ta'ala, serta kesesatan aqidah Khawarij, Mu’tazilah, Jahmiyyah,
Syi’ah dan yang lainnya. Sehingga aqidah Ahlus Sunnah dan salafush shalih
benar-benar tumbuh subur di negeri Najd.
Dengan itu semua, beliau telah
merealisasikan syarat-syarat terwujudnya janji Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi
umat ini yang termaktub dalam surat An Nur: 55, sebagaimana telah disebutkan
pada pembahasan sebelumnya.
Memang benar telah tegak sebuah
Daulah Islamiyyah yang berasaskan tauhid dan Sunnah, sebagaimana kita saksikan
sekarang, yaitu Al-Mamlakah Al-’Arabiyyatus Su’udiyyah.
Persaksian Ulama-ulama Besar Ahlus
Sunnah tentang Daulah Tauhid Ini
1. Persaksian Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz
bin Baz rahimahullahu:
“Negara Saudi Arabia ini adalah
Daulah Islamiyyah, walillahil hamdu. Daulah ini memerintahkan kepada yang
ma’ruf serta mencegah dari yang munkar. Daulah ini juga menyeru untuk berhukum
kepada syariat (Islam, pent)….”
Beliau berkata pula: “Sesungguhnya
permusuhan terhadap daulah ini berarti permusuhan terhadap Al-Haq dan tauhid.
Negara manakah yang sekarang menegakkan tauhid (selain daripada Saudi Arabia,
pent.)?”
2. Persaksian Asy-Syaikh Muhammad
bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu:
“Negeri ini, sebagaimana yang kalian
ketahui, adalah negeri yang berhukum dengan syariat Islam.”
3. Persaksian Asy-Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu:
“Aku memohon kepada Allah untuk
melanggengkan nikmat kepada bumi Al-Jazirah dan seluruh negeri muslimin, dan
agar (Allah) menjaga daulah tauhid ini dengan kepemimpinan Khadimul Haramain
Al-Malik Fahd, dan semoga Allah memanjangkan umur beliau dalam ketaatan dan
perkara yang tepat…”
4. Persaksian Muhadditsul Yaman
Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu:
“Wajib atas setiap pribadi muslim di
seluruh negeri Islam untuk bekerja sama dengan pemerintahan (Saudi Arabia,
pent) ini, walaupun sekedar sebuah ucapan yang baik. Karena musuh negeri ini
sangatlah banyak, dari dalam maupun dari luar… Dan para ulama suu` menjelekkan
pemerintahan Saudi ini bahkan mungkin mengkafirkannya… Dan kaum hizbiyyah itu
jahat, mereka mempersiapkan diri untuk menyerang negeri ini (Saudi Arabia,
pent) kapan saja mereka mampu melakukannya. Maka seharusnya mereka tidak diberi
kesempatan sedikitpun dan tidak dibantu dalam kebatilan mereka tersebut.”
5. Persaksian Asy-Syaikh Hammad
Al-Anshari rahimahullahu:
“Sejak penghujung Daulah ‘Abbasiyyah
sampai beberapa waktu yang lalu, negara-negara Islam berada di atas aqidah
Asy’ariyyah atau Mu’tazilah. Oleh karena itu, kita meyakini bahwa Daulah Saudi
Arabia ini telah menyebarkan aqidah salafiyyah, aqidah para salafush shalih,
setelah beberapa waktu lamanya sempat terputus dan terjauhkan dari aqidah tersebut
kecuali sedikit orang saja.”
Dari negeri tauhid dan sunnah ini
telah muncul manfaat yang sangat besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Hal
ini terwujud dalam berbagai bidang, antara lain:
1. Bidang keilmuan
Negeri ini menjadi mercusuar
ilmu-ilmu Islam dan aqidah Ahlus Sunnah. Di dalamnya dipenuhi para ulama kibar
(besar) dari dalam maupun luar. Sejak masa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
rahimahullahu hingga masa kini, terus bermunculan para ulama besar yang
membimbing umat di seluruh dunia. Betapa besar kebutuhan umat terhadap ilmu,
fatwa dan bimbingan mereka. Buku-buku dan karya ilmiah mereka memenuhi dunia.
Dibaca dan disimak oleh kaum muslimin. Tercatat sekian nama besar ulama dunia
yang telah belajar dan menimba ilmu dari mereka.
2. Bidang dakwah dan pendidikan
Daulah tauhid ini berupaya dengan
sekuat tenaganya untuk menyebarkan aqidah tauhid dan sunnah di seluruh penjuru
dunia. Hal itu mereka lakukan dengan:
a. Pengiriman dai-dai ke manca
negara.
b. Mendirikan berbagai macam lembaga
pendidikan di dalam negeri, yang memberi kesempatan kepada para pelajar dari
berbagai negeri untuk menuntut ilmu dengan segala fasilitas dan kemudahan yang
disediakan Pemerintah Saudi Arabia, yang mungkin para pelajar tersebut justru
tidak pernah mendapatkannya di negeri mereka masing-masing.
c. Memprakarsai pembangunan lembaga
pendidikan di berbagai negeri mulai dari tingkat madrasah ibtidaiyyah hingga
perguruan tinggi dan pondok-pondok pesantren, baik di benua Afrika, Eropa,
maupun Asia. Dana dan fasilitas pun disediakan demi kelancaran pendidikan
tersebut. Demikian juga kitab dan buku-buku paket ataupun non paket yang
dibagikan secara gratis, di samping adanya beasiswa dan tunjangan lainnya.
d. Pencetakan jutaan eksemplar
mushaf Al-Qur`an dengan Rasm ‘Utsmani dengan bentuk cetakan yang lux dan
dibagikan secara gratis ke seluruh dunia. Dilanjutkan dengan penerjemahan
mushaf Al-Qur`an ke dalam berbagai bahasa dunia, dengan jumlah jutaan eksemplar
dan dibagikan secara gratis pula.
3. Bidang sosial politik dan keamanan
Dakwah tauhid ini, dengan izin
Allah, telah berhasil menyatukan kabilah-kabilah di Najd di atas tauhid dan
sunnah. Sehingga mengakhiri berbagai macam permusuhan berkepanjangan yang ada
selama ini . Umat pun bersatu dalam satu daulah yang mengibarkan panji-panji
tauhid dan sunnah.
Dakwah ini tersebar dan disambut di
berbagai negeri, dan menumbuhkan semangat beragama dan berjihad pada umat Islam
yang selama ini terkubur dalam kubungan syirik, bid’ah, dan khurafat. Hal ini
tentu saja menyulut gelora perlawanan kaum muslimin di berbagai negeri untuk
bangkit berjihad melawan para penjajah kafir, baik di Afrika Utara melawan
Inggris dan Prancis, di Aljazair dan Libya menghadapi Italia, di India melawan
Inggris, termasuk juga di Indonesia dalam menghadapi penjajah kafir Belanda,
serta masih banyak lagi yang lainnya3.
Fenomena ini meresahkan para
penjajah kafir Eropa yang selama ini menjajah negeri-negeri muslimin disertai
upaya pemurtadan umat Islam. Hal ini mendorong negara-negara Eropa untuk
menyulut kebencian Daulah Utsmani terhadap dakwah tauhid ini.
Itulah perjalanan dakwah tauhid
dengan segala fenomena dan tantangan yang mewarnainya. Semua itu mengandung
hikmah yang besar. Di antaranya adalah apa yang Allah sebutkan dalam ayat-Nya:
ألم.
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُوْلُوا آمَنَّا وَهُمْ لاَ
يُفْتَنُوْنَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ
اللهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِيْنَ
“Alif Laam Miim. Apakah manusia
mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’,
sementara mereka tidak diuji lagi? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang
yang sebelum mereka. Maka sungguh Allah mengetahui orang-orang yang benar dan
sungguh Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut: 1-3)
Wallahu a’lam.
1 HR. Abu Dawud, no. 4291; Abu ‘Umar
Ad-Dani 1/45; Al-Hakim 4/522, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu
Hadits ini dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 599.
2 Asy-Syaikh Al-Albani dalam
Misykatul Mashabih menukilkan penshahihan Al-Imam Ahmad dan Al-’Ala`i terhadap
hadits ini.
3 Lihat kitab Tash-hihu Khatha`in
Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, Dr. Muhammad bin Sa’d Asy- Syuwai’ir hal. 63-74
(cet III/1419 H)
(www.asysyariah.com)
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..

Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..