Dari Mughirah bin Syu'bah, ia pernah meminang seorang perempuan, lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya, "Sudahkah kamu lihat dia?" Ia menjawab, "Belum." Beliau bersabda, "Lihatlah dia lebih dahulu agar nantinya kamu berdua bisa hidup bersama lebih langgeng (dalam keserasian berumah tangga)." (HR Nasai, Ibnu Majah, dan Tirmizi, hadis hasan).
Meneliti dalam pengertian ini ialah melakukan pengamatan langsung kepada calon pasangan. Dalam hadis ini Rasulullah saw. menganjurkan agar Mughirah bin Syu'bah mengamati langsung perempuan yang akan dijadikan istrinya.
Dalam mencari jodoh, setiap orang perlu melakukan penelitian kepada calon pasangannya. Tindakan ini betujuan meyakinkan apakah calon pasangan sesuai dengan harapan atau tidak. Setelah seseorang mengumpulkan sejumlah informasi tentang calon pasangannya, ia hendaklah meneliti, menganalisis, kemudian mencocokkan orang yang diselidiki dengan keadaan sebenarnya. Bila antara informasi dan keadaan sebenarnya tidak sesuai, hendaklah ia meminta pertanggungjawaban kepada sumber informasi. Dengan demikian, pengambilan keputusan yang salah menyangkut seseorang yang diselidiki tidak akan terjadi.
Tidak jarang dengan melihat atau meneliti secara langsung, penilaian terhadap calon pasangan berubah. Calon yang semula terlihat sempurna, setelah diteliti langsung ternyata memiliki cacat. Kecacatan tersebut menyebabkan perubahan sikap seseorang. Orang yang semula tertarik dan menganggap calon pasangannya memenuhi harapannya menjadi tidak tertarik dan kecewa karena cacatnya. Contoh lain, semula seseorang tertarik secara spintas kepada akhlak calon pasangannya. Tetapi, setelah meneliti dengan saksama hatinya menjadi tidak terpikat lagi karena sikap dan bicaranya kasar.
Adapun yang perlu diteliti tentu semua aspek yang ingin didapatkan dalam diri si calon. Jika yang dikehendaki sisi agama, intelektual, tingkat pendidikan, pergaulan, dan hubungan sosialnya, maka hal itulah yang diteliti agar kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan.
Penelitian kepada pasangan dibenarkan hanya dengan cara-cara yang sesuai dengan syariat Islam sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut. Rasulullah saw. (bila hendak menikahi seorang perempuan) biasanya mengutus seorang perempuan untuk memeriksa aib yang tersembunyi (pada yang bersangkutan). Kepada perempuan tersebut beliau bersabda, "Ciumlah bau mulut dan bau ketiaknya serta perhatikanlah urat kakinya." (HR. Thabarani dan Baihaqi).
"Jangan sekali-kali seorang laki-laki menyendiri dengan perempuan yang tidak halal baginya karena orang ketiganya nanti adalah setan, kecuali kalau ada mahramnya." (HR Ahmad).
Dari hadis tersebut di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa cara yang dibenarkan bagi calon masing-masing untuk meneliti calon pasangannya adalah sebagai berikut.
Ia mengirim utusan untuk meneliti keadaan calon pasangannya. Utusan yang dikirim adalah perempuan jika yang diteliti calon istri dan laki-laki jika yang diteliti calon suami.
Ia tidak berduaan. Berduaan seperti pacaran tidak boleh dilakukan dalam Islam. Adapun jika yang bersangkutan ingin melakukan penelitian sendiri, pihak perempuan hendaknya ditemani oleh mahram lelakinya atau pihak laki-laki disertai saudara perempuannya atau keluarganya yang perempuan.
Cara pacaran seperti tradisi Barat (yang telah membudaya di negeri kita sekarang ini) hanya akan menghasilkan sikap-sikap munafik dan manipulasi sehingga sering menyebabkan penyesalan setelah memasuki pernikahan. Hal ini terjadi karena sejak awalnya masing-masing pihak berusaha tampak sempurna dan menyembunyikan kejelekannya.
Pacaran harus dihindari karena, selain dosa, perbuatan tersebut juga sering menimbulkan dampak negatif bagi perempuan, misalnya:
-
hamil lebih dahulu sebelum menikah, sehingga keadaan tersebut sering memaksa pihak perempuan untuk menggugurkan kandungan karena pihak laki-laki belum siap untuk menikah;
-
timbul rasa putus asa pada perempuan bersangkutan karena laki-laki yang menodai kegadisannya lari dari tanggung jawab;
-
timbul rasa tidak percaya perempuan kepada setiap laki-laki karena sering ditinggalkan pacarnya setelah melakukan hubungan gelap. Hal ini sering menjerumuskan seseorang pada perbuatan free sex dengan siapa saja, bahkan menjadi pelacur.
Syukron Atas Kunjungan
Anda..
Mohon Luangkan waktu
ANDA sebentar untuk MengKlik Web diBawah ini.
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..
karena Kami sangat membutuhkan bantuan ANDA..






Posting Komentar
Komentar Kritik dan Saran yang Membangun sangat Berarti bagi Kami.
Terimakasih sudah mampir di Blog yang Sederhana ini :D
Mohon untuk LIKE Pane Fage Pondok Yatim Daarussalam di Pojok Kanan Atas. Terimakasi..